

Contoh BCI Teratas dari Dekade Terakhir
H.B. Duran
Diperbarui pada
13 Sep 2024

Contoh BCI Teratas dari Dekade Terakhir
H.B. Duran
Diperbarui pada
13 Sep 2024

Contoh BCI Teratas dari Dekade Terakhir
H.B. Duran
Diperbarui pada
13 Sep 2024
Contoh brain-computer interface (antarmuka otak-komputer) sangatlah mudah ditemukan jika Anda tahu ke mana harus mencari. Meskipun hanya beberapa proyek BCI yang masuk dalam pemberitaan, teknologi luar biasa ini bukanlah hal baru. Brain-computer interface (BCI) telah berada dalam berbagai tahap pengembangan dan penggunaan sejak tahun 1970-an, serta telah berkembang pesat seiring dengan kemajuan mikrocip, komputer, dan kecerdasan buatan (artificial intelligence).
Seperti semua teknologi yang terus berkembang, BCI kini menjadi lebih kecil, lebih terjangkau, dan lebih mudah diakses. Emotiv memperkenalkan unit headset electroencephalography (EEG) nirkabel pertama pada tahun 2009, dan sejak saat itu teknologi ini terus mengalami penyempurnaan.
Sebagai pelopor di bidang BCI, kami di Emotiv merasa terhormat dan bangga dapat menyaksikan perkembangan antarmuka otak-komputer dari masa awalnya hingga kini menjadi proyek-proyek nyata yang membuat fiksi ilmiah menjadi kenyataan.
Mulai dari mobilitas dan kemandirian hingga permainan dan hiburan, berikut adalah beberapa contoh kasus penggunaan inovatif Emotiv BCI terfavorit kami:
Merintis Jalan dengan Kegembiraan Tanpa Batas: Eksoskeleton Estafet Obor Olimpiade
Prometheus BCI

Di atas: Nathalie dan saudara laki-lakinya dengan gembira menyerahkan obor untuk memperingati pembukaan Paralimpiade. (Sumber: Prometheus BCI)
Pada tahun 2024, Nathalie Labrégère dan Pierre Landerretche menggunakan teknologi Prometheus BCI untuk mengendalikan eksoskeleton selama estafet Obor Olimpiade. Mereka membuat dunia kagum lewat demonstrasi mereka yang masing-masing dilakukan di Marseille dan Versailles, Prancis.
Labrégère memiliki disabilitas motorik serebral. Ia berhasil mengatasi rintangan sehari-hari terkait mobilitas dan kognisi demi mewujudkan impiannya menjadi pembawa obor Olimpiade. Pencapaian yang menginspirasi ini mengikutsertakan lengan eksoskeleton Orthopus yang dipasangkan pada kursi roda pintar Permobil miliknya yang dikendalikan melalui Multimodal Cognitive AI Agents™ yang dikembangkan oleh Inclusive Brains. Sistem bertenaga AI ini memungkinkan Nathalie mengendalikan lengan robotik eksoskeleton tersebut menggunakan sinyal sarafnya yang ditangkap oleh headset Epoc X EEG serta ekspresi wajah melalui kamera yang terpasang.
Saudara kembar Nathalie, Denis, turut berbagi momen ajaib ini bersamanya. Ia mengendalikan kursi rodanya selama estafet tersebut. Denis, yang mengidap autisme dan sensitif terhadap kebisingan serta keramaian, mengenakan earbud sensor otak MN8. Tim Prometheus BCI menggunakan earbud ini untuk memantau tingkat stresnya dan memberikan bantuan.
Di Versailles, Pierre Landerretche, yang mengalami kelumpuhan sejak masa mudanya, membuktikan bahwa apa pun mungkin terjadi jika kita memiliki impian dan dukungan dari teman-teman. Pierre mengendalikan lengan eksoskeleton Orthopus pada kursi roda pintar Permobil miliknya menggunakan headset Emotiv X EEG. Pemuda ini menjadi sumber inspirasi dan inklusivitas saat menyelesaikan bagian estafet obor Olimpiadenya, mengangkat lengan eksoskeleton dengan gelombang otaknya, dan meneruskan nyala api tersebut untuk disaksikan seluruh dunia. Pelajari lebih lanjut
Otak Anda saat Mendengarkan Pink Floyd: Brainstorms
Pollen Music x Gala Wright

Di atas: Cloud Gallery adalah salah satu dari empat ruangan Brainstorms di Frameless, sebuah tempat seni imersif di London. (Kredit Foto: Antonio Pagano)
Pada bulan Juni 2024, para tamu yang beruntung menghadiri acara luar biasa bertajuk "Brainstorms: A Great Gig in the Sky" di tempat seni imersif Frameless di London. Acara ini merupakan perpaduan unik antara seni, musik, neurosains, dan teknologi, yang berfokus untuk mengeksplorasi bagaimana pikiran kita merespons musik. Dinamai berdasarkan lagu ikonik Pink Floyd "The Great Gig in the Sky", acara ini memberikan pengalaman unik bagi para pencinta seni dan musik. Tempat pameran seluas 30.000 kaki persegi ini menyuguhkan visual menakjubkan dan mengajak pengunjung untuk menyelami dunia musik Pink Floyd dengan cara yang benar-benar baru.
Gala Wright, putri dari salah satu pendiri Pink Floyd, Richard Wright, mengungkapkan motivasinya di balik perwujudan konsep ini bersama Pollen. Beliau menyoroti bagaimana visualisasi data otak memberikan cara yang mudah diakses dan intuitif untuk memahami pengalaman musik yang sangat personal namun dapat dirasakan bersama secara mendalam. Proyek Brainstorms ini juga bertujuan untuk memperkuat warisan musikal sang ayah.
“Representasi visual dari data otak memberikan cara yang mudah diakses dan intuitif untuk melihat bagaimana sebuah karya musik dapat menjadi pengalaman yang sangat personal namun juga dapat dirasakan bersama secara kuat,” ungkap Gala Wright. “Mempertanyakan bagaimana hal ini berlaku bagi komposisi ayah saya adalah motivasi utama bagi saya untuk mewujudkan konsep ini bersama Pollen. Manfaat tambahan berupa peningkatan kesadaran akan musikalitasnya melalui proyek Brainstorms ini berfungsi untuk memperkuat warisannya.”
Menyusul kesuksesannya di Inggris, "Brainstorms: A Great Gig in the Sky" dijadwalkan akan tayang perdana di Amerika Serikat.
Pertarungan Bos Berbasis Kekuatan Pikiran: Upaya Seorang Gamer Menemukan Kontroler Terbaik
Perrikaryal

Di atas: Perrikaryal menggunakan kontroler EmotivBCI khusus yang diprogram sendiri untuk memainkan game Elden Ring. (Kredit: Perrikaryal)
Berbekal kanal Twitch yang menghibur dan gelar Master di bidang psikologi, Perrikaryal dengan cepat meraih reputasi lewat karyanya dalam menciptakan cara baru yang seru dan menarik untuk memainkan video game, seperti menari dan bersenandung. Namun, kontroler game BCI miliknya yang menggunakan Epoc X dan EmotivBCI-lah yang berhasil membawanya meraih pengakuan global.
Elden Ring dikenal sebagai salah satu video game yang sangat sulit, namun Perrikaryal berhasil menyelesaikannya hanya dengan menggunakan gelombang otak, kemudian melanjutkan pencapaiannya dengan menamatkan DLC-nya pula. Perrikaryal masih terus memainkan berbagai video game menggunakan BCI di kanalnya. Ia berharap dengan menjadi sorotan, ia dapat meningkatkan kesadaran tentang aksesibilitas dalam dunia gaming.
Pikiran Mengatasi Keterbatasan Fisik: Mobil Balap Formula 1 BCI Pertama
GloboTV

Rodrigo Hübner Mendes, pendiri Instituto Rodrigo Mendes, berkomitmen untuk mendatangkan pendidikan berkualitas bagi semua anak penyandang disabilitas. Emotiv berkolaborasi dengan aktivis inspiratif ini untuk menyematkan antarmuka otak-komputer ke dalam mobil balap Formula 1.
Inisiatif unik ini membuktikan bahwa individu penyandang disabilitas pun mampu melakukan hal-hal luar biasa. Hasilnya, Mendes, yang mengidap kelumpuhan pada keempat anggota geraknya (kuadriplegia), mengukir sejarah sebagai orang pertama yang mengemudikan mobil balap hanya dengan memanfaatkan kekutan pikirannya. Tonton aksinya!
Mata (dan Otak) Fokus pada Jalanan: Mobil Berbasis Atensi Pertama di Dunia
Royal Automobile Club (RAC)

Di atas: RAC memodifikasi sebuah Hyundai i40 agar melambat saat gelombang otak menunjukkan adanya gangguan konsentrasi. (Sumber: RAC)
Setiap tahunnya, lebih dari satu juta orang kehilangan nyawa dalam kecelakaan mobil secara global, dengan jalanan di wilayah sabuk gandum ("wheat belt") Australia Barat menjadi wilayah yang sangat berbahaya. Sebagai tanggapan, Royal Automobile Club (RAC) berkolaborasi dengan Emotiv untuk mengembangkan "mobil bertenaga atensi" yang pertama di dunia.
Dengan menghubungkan Hyundai i40 yang telah dimodifikasi ke aktivitas otak pengemudi melalui headset Emotiv Epoc X, kendaraan ini akan melambat secara otomatis jika konsentrasi pengemudi terpecah. RAC memamerkan mobil ini dalam sebuah tur demi menunjukkan bahaya hilangnya konsentrasi saat mengemudi, serta mengampanyekan kesadaran tentang pentingnya keselamatan berkendara. Pelajari Lebih Lanjut
Gelombang Suara Bertemu Gelombang Otak: MindTunes
Smirnoff

Di atas: MindTunes menghadirkan senyuman pada wajah para musisi penyandang disabilitas saat mereka menciptakan musik dengan gelombang otak. (Sumber: Dr. Julien Castet)
Proyek unik Smirnoff Mindtunes menyatukan para penggemar musik penyandang disabilitas untuk menciptakan sebuah lagu hanya dengan menggunakan gelombang otak mereka. Produser musik elektronik asal Inggris, DJ Fresh, dan ahli neurosains, Dr. Julien Castet, membekali Andy Walker, Mark Rowland, dan Jo Portois dengan headset Emotiv EEG serta menghubungkan mereka ke peranti lunak musik menggunakan antarmuka otak-komputer.
Kisah kreativitas menginspirasi di tengah keterbatasan fisik ini menghasilkan sebuah lagu yang murni lahir dari pikiran dan hati para seniman tersebut. Hasil penjualan lagu Mindtunes tersebut disumbangkan ke Queen Elizabeth’s Foundation for Disabled People (QEF). Pelajari lebih lanjut
Anak-anak Bermain: Penelitian & Rehabilitasi BCI

Di atas: Seorang anak perempuan menggunakan BCI untuk mengendalikan mesin pembuat gelembung. (Sumber: Imagination Centre)
Otak anak-anak berkembang seiring tumbuh kembang mereka dan interaksi dengan dunia sekitar. Jika anak-anak memiliki disabilitas yang menghalangi atau menghambat interaksi semacam itu, hal tersebut dapat memengaruhi keterampilan sosial, harga diri, dan kemandirian mereka secara negatif. Rumah sakit anak yang luar biasa ini menggunakan Emotiv Epoc X untuk membantu anak-anak penyandang disabilitas agar dapat berinteraksi dengan dunia di sekitar mereka.
Aktivitasnya meliputi bermain game, melukis, mengendalikan kursor komputer, serta menyalakan dan mematikan perangkat IoT. Upaya penting ini tidak hanya memberikan harapan bagi orang tua dari anak-anak penyandang disabilitas, tetapi juga melatih pasien merasakan bagaimana rasanya menyelesaikan suatu tugas secara mandiri.
Ini merupakan salah satu contoh proyek BCI terfavorit kami.
BCI4Kids, University of Calgary

Holland Bloorview Kids Rehabilitation Hospital

Glenrose Hospital Imagination Centre

Klasik Bertemu Modern: Membuat Musik BCI dengan TONTO
AngieC
Bintang pop AngieC menggunakan headset Emotiv Epoc untuk menjadi orang pertama yang mengendalikan synthesizer TONTO yang ikonik menggunakan gelombang otaknya. Musik yang diciptakan melalui BCI tersebut digunakan untuk trek lagu khusus di albumnya, Star Seeds.
“Saya rasa keuntungan nyata dari menciptakan musik menggunakan perangkat BCI adalah hilangnya kebutuhan untuk memainkan instrumen fisik,” ungkapnya kepada Emotiv. “Otak adalah hal yang sangat menakjubkan, dan ada begitu banyak ruang yang bisa kita jelajahi di dalam pikiran kita. Saya sangat yakin bahwa teknologi BCI akan menjadi kunci untuk membuka batas-batas baru dalam bermusik. Baik produser saya, Trey Mills, maupun saya setuju bahwa sejauh ini kami telah mengalami beberapa momen paling ajaib dalam bermusik dengan menggunakan headset BCI.”

Nikmati Perjalanannya: ‘Mood Roads’ Menjadikan Emosi sebagai Pengendali Kemudi
Acura
Produsen mobil Acura bermitra dengan Emotiv untuk menciptakan pengalaman VR unik yang menghasilkan jalan raya virtual secara real-time untuk mencocokkan dengan kondisi mental pengguna. Dijuluki “Mood Roads,” aktivasi inovatif ini memulai debutnya di Sundance Film Festival 2017 guna meningkatkan kesadaran akan fitur baru Sport Hybrid Super Handling All-Wheel Drive™ miliknya.
Karena tidak ada dua otak yang benar-benar sama, setiap pengalaman yang disajikan menjadi unik bagi setiap orang yang merasakannya. Jalur Mood Roads telah direncanakan sebelumnya, mirip seperti mendesain jalur reli atau tata letak sirkuit Hot Wheels. Setelah direncanakan, bentang jalan ini bersifat fleksibel guna mengakomodasi pergerakan yang berbeda-beda berdasarkan output Emotiv EEG pengguna. Kontur interaktif berbasis pemetaan vektor menyesuaikan bukit, kelokan, dan warna berdasarkan suasana hati serta tingkat partisipasi pengguna saat itu.

Gunakan ‘The Force’: Droid BB-8 Mewujudkan Impian Jedi Kisah Nyata
Paul Barbaste; IBM Bluemix
Sejak pemutaran perdana Star Wars pada tahun 1978, generasi penggemar telah bermimpi untuk menggunakan kekuatan Jedi guna menggerakkan objek dengan pikiran mereka. Pada tahun 2016, mahasiswa yang saat itu merupakan penggemar Star Wars, Paul Barbaste, membuat Project JEDI. Proyek mahasiswa ini memanfaatkan gelombang otak untuk mengendalikan droid BB-8 dengan bantuan headset Emotiv Insight, peranti lunak EmotivBCI, dan IBM Bluemix.
Proyek tersebut meraih perhatian berita nasional, meningkatkan kesadaran akan kemajuan teknologi yang terus berkembang hingga hari ini.

Apakah Anda memiliki proyek BCI luar biasa yang ingin dibagikan? Tandai #emotiv di media sosial atau kirimkan email kepada kami di hello@emotiv.com. Proyek Anda bisa saja dibagikan ke komunitas global kami!

Masa Depan BCI
Contoh proyek BCI dan kasus penggunaan ini hanyalah bagian kecil dari apa saja yang mungkin dilakukan dengan teknologi ini. Perangkat otak-komputer, layaknya komputer dan ponsel, telah menjadi lebih portabel dan terjangkau dari waktu ke waktu. Seiring dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence) yang semakin canggih, penerjemahan gelombang otak menjadi tindakan nyata akan menjadi lebih mudah diakses.
Masa depan BCI akan terus berfokus pada upaya membantu mereka yang memiliki disabilitas dan penyakit degeneratif dalam berinteraksi dengan dunia mereka. Produk rumah pintar (smart home), anggota tubuh prostetik, eksoskeleton, dan kursi roda bermotor hanyalah beberapa cara BCI mengembalikan rasa mandiri bagi mereka yang membutuhkan. BCI non-invasif akan sangat penting bagi mereka yang tidak mampu melakukan operasi eksperimental.
Antarmuka otak-komputer juga meningkatkan keselamatan dengan mendeteksi kondisi otak secara real-time, seperti fokus dan gangguan konsentrasi. Proyek BCI masa depan akan memungkinkan langkah-langkah keselamatan kustom yang ketat di bidang konstruksi, transportasi, pabrik, bedah medis, serta bidang lainnya yang memerlukan konsentrasi penuh. Gelombang otak juga dapat digunakan sebagai metode keamanan biometrik pribadi, layaknya kata sandi.
Neurofeedback akan berkembang dan menjadi hal yang biasa dalam kehidupan sehari-hari seperti halnya melacak langkah kaki dan detak jantung kita. Kesehatan mental akan lebih dipahami dan solusi diterapkan secara lebih efektif untuk penanganan stres, depresi, PTSD, dan kesulitan belajar, serta memungkinkan orang-orang untuk bertanggung jawab atas kesejahteraan diri mereka sendiri.
Ekspresi artistik adalah kasus penggunaan BCI yang sering kali terabaikan padahal kini menjadi semakin umum. Para musisi, seniman, dan penampil kini memanfaatkan gelombang otak mereka sebagai instrumen tambahan untuk menciptakan karya yang menginspirasi. Aktivitas rekreasi dan gaming akan semakin ditingkatkan menggunakan antarmuka otak-komputer untuk berinteraksi dengan video game, drone, dan perangkat elektronik lainnya.
Yang terpenting, BCI mengajarkan kita bagaimana otak manusia menyelaraskan diri dengan orang-orang di sekitar kita. Pengungkapan ini akan menghadirkan pengalaman yang lebih baik, serta pembelajaran yang lebih efektif, mendorong lingkungan kerja yang lebih sehat, dan bahkan memberikan masukan bagi desain arsitektur.

Masa depan BCI sungguh cerah, dan kini ada di tangan Anda. Ingin memulai proyek antarmuka otak komputer DIY EEG Anda sendiri? Mulailah di sini.
Anda mungkin juga menyukai:
Contoh brain-computer interface (antarmuka otak-komputer) sangatlah mudah ditemukan jika Anda tahu ke mana harus mencari. Meskipun hanya beberapa proyek BCI yang masuk dalam pemberitaan, teknologi luar biasa ini bukanlah hal baru. Brain-computer interface (BCI) telah berada dalam berbagai tahap pengembangan dan penggunaan sejak tahun 1970-an, serta telah berkembang pesat seiring dengan kemajuan mikrocip, komputer, dan kecerdasan buatan (artificial intelligence).
Seperti semua teknologi yang terus berkembang, BCI kini menjadi lebih kecil, lebih terjangkau, dan lebih mudah diakses. Emotiv memperkenalkan unit headset electroencephalography (EEG) nirkabel pertama pada tahun 2009, dan sejak saat itu teknologi ini terus mengalami penyempurnaan.
Sebagai pelopor di bidang BCI, kami di Emotiv merasa terhormat dan bangga dapat menyaksikan perkembangan antarmuka otak-komputer dari masa awalnya hingga kini menjadi proyek-proyek nyata yang membuat fiksi ilmiah menjadi kenyataan.
Mulai dari mobilitas dan kemandirian hingga permainan dan hiburan, berikut adalah beberapa contoh kasus penggunaan inovatif Emotiv BCI terfavorit kami:
Merintis Jalan dengan Kegembiraan Tanpa Batas: Eksoskeleton Estafet Obor Olimpiade
Prometheus BCI

Di atas: Nathalie dan saudara laki-lakinya dengan gembira menyerahkan obor untuk memperingati pembukaan Paralimpiade. (Sumber: Prometheus BCI)
Pada tahun 2024, Nathalie Labrégère dan Pierre Landerretche menggunakan teknologi Prometheus BCI untuk mengendalikan eksoskeleton selama estafet Obor Olimpiade. Mereka membuat dunia kagum lewat demonstrasi mereka yang masing-masing dilakukan di Marseille dan Versailles, Prancis.
Labrégère memiliki disabilitas motorik serebral. Ia berhasil mengatasi rintangan sehari-hari terkait mobilitas dan kognisi demi mewujudkan impiannya menjadi pembawa obor Olimpiade. Pencapaian yang menginspirasi ini mengikutsertakan lengan eksoskeleton Orthopus yang dipasangkan pada kursi roda pintar Permobil miliknya yang dikendalikan melalui Multimodal Cognitive AI Agents™ yang dikembangkan oleh Inclusive Brains. Sistem bertenaga AI ini memungkinkan Nathalie mengendalikan lengan robotik eksoskeleton tersebut menggunakan sinyal sarafnya yang ditangkap oleh headset Epoc X EEG serta ekspresi wajah melalui kamera yang terpasang.
Saudara kembar Nathalie, Denis, turut berbagi momen ajaib ini bersamanya. Ia mengendalikan kursi rodanya selama estafet tersebut. Denis, yang mengidap autisme dan sensitif terhadap kebisingan serta keramaian, mengenakan earbud sensor otak MN8. Tim Prometheus BCI menggunakan earbud ini untuk memantau tingkat stresnya dan memberikan bantuan.
Di Versailles, Pierre Landerretche, yang mengalami kelumpuhan sejak masa mudanya, membuktikan bahwa apa pun mungkin terjadi jika kita memiliki impian dan dukungan dari teman-teman. Pierre mengendalikan lengan eksoskeleton Orthopus pada kursi roda pintar Permobil miliknya menggunakan headset Emotiv X EEG. Pemuda ini menjadi sumber inspirasi dan inklusivitas saat menyelesaikan bagian estafet obor Olimpiadenya, mengangkat lengan eksoskeleton dengan gelombang otaknya, dan meneruskan nyala api tersebut untuk disaksikan seluruh dunia. Pelajari lebih lanjut
Otak Anda saat Mendengarkan Pink Floyd: Brainstorms
Pollen Music x Gala Wright

Di atas: Cloud Gallery adalah salah satu dari empat ruangan Brainstorms di Frameless, sebuah tempat seni imersif di London. (Kredit Foto: Antonio Pagano)
Pada bulan Juni 2024, para tamu yang beruntung menghadiri acara luar biasa bertajuk "Brainstorms: A Great Gig in the Sky" di tempat seni imersif Frameless di London. Acara ini merupakan perpaduan unik antara seni, musik, neurosains, dan teknologi, yang berfokus untuk mengeksplorasi bagaimana pikiran kita merespons musik. Dinamai berdasarkan lagu ikonik Pink Floyd "The Great Gig in the Sky", acara ini memberikan pengalaman unik bagi para pencinta seni dan musik. Tempat pameran seluas 30.000 kaki persegi ini menyuguhkan visual menakjubkan dan mengajak pengunjung untuk menyelami dunia musik Pink Floyd dengan cara yang benar-benar baru.
Gala Wright, putri dari salah satu pendiri Pink Floyd, Richard Wright, mengungkapkan motivasinya di balik perwujudan konsep ini bersama Pollen. Beliau menyoroti bagaimana visualisasi data otak memberikan cara yang mudah diakses dan intuitif untuk memahami pengalaman musik yang sangat personal namun dapat dirasakan bersama secara mendalam. Proyek Brainstorms ini juga bertujuan untuk memperkuat warisan musikal sang ayah.
“Representasi visual dari data otak memberikan cara yang mudah diakses dan intuitif untuk melihat bagaimana sebuah karya musik dapat menjadi pengalaman yang sangat personal namun juga dapat dirasakan bersama secara kuat,” ungkap Gala Wright. “Mempertanyakan bagaimana hal ini berlaku bagi komposisi ayah saya adalah motivasi utama bagi saya untuk mewujudkan konsep ini bersama Pollen. Manfaat tambahan berupa peningkatan kesadaran akan musikalitasnya melalui proyek Brainstorms ini berfungsi untuk memperkuat warisannya.”
Menyusul kesuksesannya di Inggris, "Brainstorms: A Great Gig in the Sky" dijadwalkan akan tayang perdana di Amerika Serikat.
Pertarungan Bos Berbasis Kekuatan Pikiran: Upaya Seorang Gamer Menemukan Kontroler Terbaik
Perrikaryal

Di atas: Perrikaryal menggunakan kontroler EmotivBCI khusus yang diprogram sendiri untuk memainkan game Elden Ring. (Kredit: Perrikaryal)
Berbekal kanal Twitch yang menghibur dan gelar Master di bidang psikologi, Perrikaryal dengan cepat meraih reputasi lewat karyanya dalam menciptakan cara baru yang seru dan menarik untuk memainkan video game, seperti menari dan bersenandung. Namun, kontroler game BCI miliknya yang menggunakan Epoc X dan EmotivBCI-lah yang berhasil membawanya meraih pengakuan global.
Elden Ring dikenal sebagai salah satu video game yang sangat sulit, namun Perrikaryal berhasil menyelesaikannya hanya dengan menggunakan gelombang otak, kemudian melanjutkan pencapaiannya dengan menamatkan DLC-nya pula. Perrikaryal masih terus memainkan berbagai video game menggunakan BCI di kanalnya. Ia berharap dengan menjadi sorotan, ia dapat meningkatkan kesadaran tentang aksesibilitas dalam dunia gaming.
Pikiran Mengatasi Keterbatasan Fisik: Mobil Balap Formula 1 BCI Pertama
GloboTV

Rodrigo Hübner Mendes, pendiri Instituto Rodrigo Mendes, berkomitmen untuk mendatangkan pendidikan berkualitas bagi semua anak penyandang disabilitas. Emotiv berkolaborasi dengan aktivis inspiratif ini untuk menyematkan antarmuka otak-komputer ke dalam mobil balap Formula 1.
Inisiatif unik ini membuktikan bahwa individu penyandang disabilitas pun mampu melakukan hal-hal luar biasa. Hasilnya, Mendes, yang mengidap kelumpuhan pada keempat anggota geraknya (kuadriplegia), mengukir sejarah sebagai orang pertama yang mengemudikan mobil balap hanya dengan memanfaatkan kekutan pikirannya. Tonton aksinya!
Mata (dan Otak) Fokus pada Jalanan: Mobil Berbasis Atensi Pertama di Dunia
Royal Automobile Club (RAC)

Di atas: RAC memodifikasi sebuah Hyundai i40 agar melambat saat gelombang otak menunjukkan adanya gangguan konsentrasi. (Sumber: RAC)
Setiap tahunnya, lebih dari satu juta orang kehilangan nyawa dalam kecelakaan mobil secara global, dengan jalanan di wilayah sabuk gandum ("wheat belt") Australia Barat menjadi wilayah yang sangat berbahaya. Sebagai tanggapan, Royal Automobile Club (RAC) berkolaborasi dengan Emotiv untuk mengembangkan "mobil bertenaga atensi" yang pertama di dunia.
Dengan menghubungkan Hyundai i40 yang telah dimodifikasi ke aktivitas otak pengemudi melalui headset Emotiv Epoc X, kendaraan ini akan melambat secara otomatis jika konsentrasi pengemudi terpecah. RAC memamerkan mobil ini dalam sebuah tur demi menunjukkan bahaya hilangnya konsentrasi saat mengemudi, serta mengampanyekan kesadaran tentang pentingnya keselamatan berkendara. Pelajari Lebih Lanjut
Gelombang Suara Bertemu Gelombang Otak: MindTunes
Smirnoff

Di atas: MindTunes menghadirkan senyuman pada wajah para musisi penyandang disabilitas saat mereka menciptakan musik dengan gelombang otak. (Sumber: Dr. Julien Castet)
Proyek unik Smirnoff Mindtunes menyatukan para penggemar musik penyandang disabilitas untuk menciptakan sebuah lagu hanya dengan menggunakan gelombang otak mereka. Produser musik elektronik asal Inggris, DJ Fresh, dan ahli neurosains, Dr. Julien Castet, membekali Andy Walker, Mark Rowland, dan Jo Portois dengan headset Emotiv EEG serta menghubungkan mereka ke peranti lunak musik menggunakan antarmuka otak-komputer.
Kisah kreativitas menginspirasi di tengah keterbatasan fisik ini menghasilkan sebuah lagu yang murni lahir dari pikiran dan hati para seniman tersebut. Hasil penjualan lagu Mindtunes tersebut disumbangkan ke Queen Elizabeth’s Foundation for Disabled People (QEF). Pelajari lebih lanjut
Anak-anak Bermain: Penelitian & Rehabilitasi BCI

Di atas: Seorang anak perempuan menggunakan BCI untuk mengendalikan mesin pembuat gelembung. (Sumber: Imagination Centre)
Otak anak-anak berkembang seiring tumbuh kembang mereka dan interaksi dengan dunia sekitar. Jika anak-anak memiliki disabilitas yang menghalangi atau menghambat interaksi semacam itu, hal tersebut dapat memengaruhi keterampilan sosial, harga diri, dan kemandirian mereka secara negatif. Rumah sakit anak yang luar biasa ini menggunakan Emotiv Epoc X untuk membantu anak-anak penyandang disabilitas agar dapat berinteraksi dengan dunia di sekitar mereka.
Aktivitasnya meliputi bermain game, melukis, mengendalikan kursor komputer, serta menyalakan dan mematikan perangkat IoT. Upaya penting ini tidak hanya memberikan harapan bagi orang tua dari anak-anak penyandang disabilitas, tetapi juga melatih pasien merasakan bagaimana rasanya menyelesaikan suatu tugas secara mandiri.
Ini merupakan salah satu contoh proyek BCI terfavorit kami.
BCI4Kids, University of Calgary

Holland Bloorview Kids Rehabilitation Hospital

Glenrose Hospital Imagination Centre

Klasik Bertemu Modern: Membuat Musik BCI dengan TONTO
AngieC
Bintang pop AngieC menggunakan headset Emotiv Epoc untuk menjadi orang pertama yang mengendalikan synthesizer TONTO yang ikonik menggunakan gelombang otaknya. Musik yang diciptakan melalui BCI tersebut digunakan untuk trek lagu khusus di albumnya, Star Seeds.
“Saya rasa keuntungan nyata dari menciptakan musik menggunakan perangkat BCI adalah hilangnya kebutuhan untuk memainkan instrumen fisik,” ungkapnya kepada Emotiv. “Otak adalah hal yang sangat menakjubkan, dan ada begitu banyak ruang yang bisa kita jelajahi di dalam pikiran kita. Saya sangat yakin bahwa teknologi BCI akan menjadi kunci untuk membuka batas-batas baru dalam bermusik. Baik produser saya, Trey Mills, maupun saya setuju bahwa sejauh ini kami telah mengalami beberapa momen paling ajaib dalam bermusik dengan menggunakan headset BCI.”

Nikmati Perjalanannya: ‘Mood Roads’ Menjadikan Emosi sebagai Pengendali Kemudi
Acura
Produsen mobil Acura bermitra dengan Emotiv untuk menciptakan pengalaman VR unik yang menghasilkan jalan raya virtual secara real-time untuk mencocokkan dengan kondisi mental pengguna. Dijuluki “Mood Roads,” aktivasi inovatif ini memulai debutnya di Sundance Film Festival 2017 guna meningkatkan kesadaran akan fitur baru Sport Hybrid Super Handling All-Wheel Drive™ miliknya.
Karena tidak ada dua otak yang benar-benar sama, setiap pengalaman yang disajikan menjadi unik bagi setiap orang yang merasakannya. Jalur Mood Roads telah direncanakan sebelumnya, mirip seperti mendesain jalur reli atau tata letak sirkuit Hot Wheels. Setelah direncanakan, bentang jalan ini bersifat fleksibel guna mengakomodasi pergerakan yang berbeda-beda berdasarkan output Emotiv EEG pengguna. Kontur interaktif berbasis pemetaan vektor menyesuaikan bukit, kelokan, dan warna berdasarkan suasana hati serta tingkat partisipasi pengguna saat itu.

Gunakan ‘The Force’: Droid BB-8 Mewujudkan Impian Jedi Kisah Nyata
Paul Barbaste; IBM Bluemix
Sejak pemutaran perdana Star Wars pada tahun 1978, generasi penggemar telah bermimpi untuk menggunakan kekuatan Jedi guna menggerakkan objek dengan pikiran mereka. Pada tahun 2016, mahasiswa yang saat itu merupakan penggemar Star Wars, Paul Barbaste, membuat Project JEDI. Proyek mahasiswa ini memanfaatkan gelombang otak untuk mengendalikan droid BB-8 dengan bantuan headset Emotiv Insight, peranti lunak EmotivBCI, dan IBM Bluemix.
Proyek tersebut meraih perhatian berita nasional, meningkatkan kesadaran akan kemajuan teknologi yang terus berkembang hingga hari ini.

Apakah Anda memiliki proyek BCI luar biasa yang ingin dibagikan? Tandai #emotiv di media sosial atau kirimkan email kepada kami di hello@emotiv.com. Proyek Anda bisa saja dibagikan ke komunitas global kami!

Masa Depan BCI
Contoh proyek BCI dan kasus penggunaan ini hanyalah bagian kecil dari apa saja yang mungkin dilakukan dengan teknologi ini. Perangkat otak-komputer, layaknya komputer dan ponsel, telah menjadi lebih portabel dan terjangkau dari waktu ke waktu. Seiring dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence) yang semakin canggih, penerjemahan gelombang otak menjadi tindakan nyata akan menjadi lebih mudah diakses.
Masa depan BCI akan terus berfokus pada upaya membantu mereka yang memiliki disabilitas dan penyakit degeneratif dalam berinteraksi dengan dunia mereka. Produk rumah pintar (smart home), anggota tubuh prostetik, eksoskeleton, dan kursi roda bermotor hanyalah beberapa cara BCI mengembalikan rasa mandiri bagi mereka yang membutuhkan. BCI non-invasif akan sangat penting bagi mereka yang tidak mampu melakukan operasi eksperimental.
Antarmuka otak-komputer juga meningkatkan keselamatan dengan mendeteksi kondisi otak secara real-time, seperti fokus dan gangguan konsentrasi. Proyek BCI masa depan akan memungkinkan langkah-langkah keselamatan kustom yang ketat di bidang konstruksi, transportasi, pabrik, bedah medis, serta bidang lainnya yang memerlukan konsentrasi penuh. Gelombang otak juga dapat digunakan sebagai metode keamanan biometrik pribadi, layaknya kata sandi.
Neurofeedback akan berkembang dan menjadi hal yang biasa dalam kehidupan sehari-hari seperti halnya melacak langkah kaki dan detak jantung kita. Kesehatan mental akan lebih dipahami dan solusi diterapkan secara lebih efektif untuk penanganan stres, depresi, PTSD, dan kesulitan belajar, serta memungkinkan orang-orang untuk bertanggung jawab atas kesejahteraan diri mereka sendiri.
Ekspresi artistik adalah kasus penggunaan BCI yang sering kali terabaikan padahal kini menjadi semakin umum. Para musisi, seniman, dan penampil kini memanfaatkan gelombang otak mereka sebagai instrumen tambahan untuk menciptakan karya yang menginspirasi. Aktivitas rekreasi dan gaming akan semakin ditingkatkan menggunakan antarmuka otak-komputer untuk berinteraksi dengan video game, drone, dan perangkat elektronik lainnya.
Yang terpenting, BCI mengajarkan kita bagaimana otak manusia menyelaraskan diri dengan orang-orang di sekitar kita. Pengungkapan ini akan menghadirkan pengalaman yang lebih baik, serta pembelajaran yang lebih efektif, mendorong lingkungan kerja yang lebih sehat, dan bahkan memberikan masukan bagi desain arsitektur.

Masa depan BCI sungguh cerah, dan kini ada di tangan Anda. Ingin memulai proyek antarmuka otak komputer DIY EEG Anda sendiri? Mulailah di sini.
Anda mungkin juga menyukai:
Contoh brain-computer interface (antarmuka otak-komputer) sangatlah mudah ditemukan jika Anda tahu ke mana harus mencari. Meskipun hanya beberapa proyek BCI yang masuk dalam pemberitaan, teknologi luar biasa ini bukanlah hal baru. Brain-computer interface (BCI) telah berada dalam berbagai tahap pengembangan dan penggunaan sejak tahun 1970-an, serta telah berkembang pesat seiring dengan kemajuan mikrocip, komputer, dan kecerdasan buatan (artificial intelligence).
Seperti semua teknologi yang terus berkembang, BCI kini menjadi lebih kecil, lebih terjangkau, dan lebih mudah diakses. Emotiv memperkenalkan unit headset electroencephalography (EEG) nirkabel pertama pada tahun 2009, dan sejak saat itu teknologi ini terus mengalami penyempurnaan.
Sebagai pelopor di bidang BCI, kami di Emotiv merasa terhormat dan bangga dapat menyaksikan perkembangan antarmuka otak-komputer dari masa awalnya hingga kini menjadi proyek-proyek nyata yang membuat fiksi ilmiah menjadi kenyataan.
Mulai dari mobilitas dan kemandirian hingga permainan dan hiburan, berikut adalah beberapa contoh kasus penggunaan inovatif Emotiv BCI terfavorit kami:
Merintis Jalan dengan Kegembiraan Tanpa Batas: Eksoskeleton Estafet Obor Olimpiade
Prometheus BCI

Di atas: Nathalie dan saudara laki-lakinya dengan gembira menyerahkan obor untuk memperingati pembukaan Paralimpiade. (Sumber: Prometheus BCI)
Pada tahun 2024, Nathalie Labrégère dan Pierre Landerretche menggunakan teknologi Prometheus BCI untuk mengendalikan eksoskeleton selama estafet Obor Olimpiade. Mereka membuat dunia kagum lewat demonstrasi mereka yang masing-masing dilakukan di Marseille dan Versailles, Prancis.
Labrégère memiliki disabilitas motorik serebral. Ia berhasil mengatasi rintangan sehari-hari terkait mobilitas dan kognisi demi mewujudkan impiannya menjadi pembawa obor Olimpiade. Pencapaian yang menginspirasi ini mengikutsertakan lengan eksoskeleton Orthopus yang dipasangkan pada kursi roda pintar Permobil miliknya yang dikendalikan melalui Multimodal Cognitive AI Agents™ yang dikembangkan oleh Inclusive Brains. Sistem bertenaga AI ini memungkinkan Nathalie mengendalikan lengan robotik eksoskeleton tersebut menggunakan sinyal sarafnya yang ditangkap oleh headset Epoc X EEG serta ekspresi wajah melalui kamera yang terpasang.
Saudara kembar Nathalie, Denis, turut berbagi momen ajaib ini bersamanya. Ia mengendalikan kursi rodanya selama estafet tersebut. Denis, yang mengidap autisme dan sensitif terhadap kebisingan serta keramaian, mengenakan earbud sensor otak MN8. Tim Prometheus BCI menggunakan earbud ini untuk memantau tingkat stresnya dan memberikan bantuan.
Di Versailles, Pierre Landerretche, yang mengalami kelumpuhan sejak masa mudanya, membuktikan bahwa apa pun mungkin terjadi jika kita memiliki impian dan dukungan dari teman-teman. Pierre mengendalikan lengan eksoskeleton Orthopus pada kursi roda pintar Permobil miliknya menggunakan headset Emotiv X EEG. Pemuda ini menjadi sumber inspirasi dan inklusivitas saat menyelesaikan bagian estafet obor Olimpiadenya, mengangkat lengan eksoskeleton dengan gelombang otaknya, dan meneruskan nyala api tersebut untuk disaksikan seluruh dunia. Pelajari lebih lanjut
Otak Anda saat Mendengarkan Pink Floyd: Brainstorms
Pollen Music x Gala Wright

Di atas: Cloud Gallery adalah salah satu dari empat ruangan Brainstorms di Frameless, sebuah tempat seni imersif di London. (Kredit Foto: Antonio Pagano)
Pada bulan Juni 2024, para tamu yang beruntung menghadiri acara luar biasa bertajuk "Brainstorms: A Great Gig in the Sky" di tempat seni imersif Frameless di London. Acara ini merupakan perpaduan unik antara seni, musik, neurosains, dan teknologi, yang berfokus untuk mengeksplorasi bagaimana pikiran kita merespons musik. Dinamai berdasarkan lagu ikonik Pink Floyd "The Great Gig in the Sky", acara ini memberikan pengalaman unik bagi para pencinta seni dan musik. Tempat pameran seluas 30.000 kaki persegi ini menyuguhkan visual menakjubkan dan mengajak pengunjung untuk menyelami dunia musik Pink Floyd dengan cara yang benar-benar baru.
Gala Wright, putri dari salah satu pendiri Pink Floyd, Richard Wright, mengungkapkan motivasinya di balik perwujudan konsep ini bersama Pollen. Beliau menyoroti bagaimana visualisasi data otak memberikan cara yang mudah diakses dan intuitif untuk memahami pengalaman musik yang sangat personal namun dapat dirasakan bersama secara mendalam. Proyek Brainstorms ini juga bertujuan untuk memperkuat warisan musikal sang ayah.
“Representasi visual dari data otak memberikan cara yang mudah diakses dan intuitif untuk melihat bagaimana sebuah karya musik dapat menjadi pengalaman yang sangat personal namun juga dapat dirasakan bersama secara kuat,” ungkap Gala Wright. “Mempertanyakan bagaimana hal ini berlaku bagi komposisi ayah saya adalah motivasi utama bagi saya untuk mewujudkan konsep ini bersama Pollen. Manfaat tambahan berupa peningkatan kesadaran akan musikalitasnya melalui proyek Brainstorms ini berfungsi untuk memperkuat warisannya.”
Menyusul kesuksesannya di Inggris, "Brainstorms: A Great Gig in the Sky" dijadwalkan akan tayang perdana di Amerika Serikat.
Pertarungan Bos Berbasis Kekuatan Pikiran: Upaya Seorang Gamer Menemukan Kontroler Terbaik
Perrikaryal

Di atas: Perrikaryal menggunakan kontroler EmotivBCI khusus yang diprogram sendiri untuk memainkan game Elden Ring. (Kredit: Perrikaryal)
Berbekal kanal Twitch yang menghibur dan gelar Master di bidang psikologi, Perrikaryal dengan cepat meraih reputasi lewat karyanya dalam menciptakan cara baru yang seru dan menarik untuk memainkan video game, seperti menari dan bersenandung. Namun, kontroler game BCI miliknya yang menggunakan Epoc X dan EmotivBCI-lah yang berhasil membawanya meraih pengakuan global.
Elden Ring dikenal sebagai salah satu video game yang sangat sulit, namun Perrikaryal berhasil menyelesaikannya hanya dengan menggunakan gelombang otak, kemudian melanjutkan pencapaiannya dengan menamatkan DLC-nya pula. Perrikaryal masih terus memainkan berbagai video game menggunakan BCI di kanalnya. Ia berharap dengan menjadi sorotan, ia dapat meningkatkan kesadaran tentang aksesibilitas dalam dunia gaming.
Pikiran Mengatasi Keterbatasan Fisik: Mobil Balap Formula 1 BCI Pertama
GloboTV

Rodrigo Hübner Mendes, pendiri Instituto Rodrigo Mendes, berkomitmen untuk mendatangkan pendidikan berkualitas bagi semua anak penyandang disabilitas. Emotiv berkolaborasi dengan aktivis inspiratif ini untuk menyematkan antarmuka otak-komputer ke dalam mobil balap Formula 1.
Inisiatif unik ini membuktikan bahwa individu penyandang disabilitas pun mampu melakukan hal-hal luar biasa. Hasilnya, Mendes, yang mengidap kelumpuhan pada keempat anggota geraknya (kuadriplegia), mengukir sejarah sebagai orang pertama yang mengemudikan mobil balap hanya dengan memanfaatkan kekutan pikirannya. Tonton aksinya!
Mata (dan Otak) Fokus pada Jalanan: Mobil Berbasis Atensi Pertama di Dunia
Royal Automobile Club (RAC)

Di atas: RAC memodifikasi sebuah Hyundai i40 agar melambat saat gelombang otak menunjukkan adanya gangguan konsentrasi. (Sumber: RAC)
Setiap tahunnya, lebih dari satu juta orang kehilangan nyawa dalam kecelakaan mobil secara global, dengan jalanan di wilayah sabuk gandum ("wheat belt") Australia Barat menjadi wilayah yang sangat berbahaya. Sebagai tanggapan, Royal Automobile Club (RAC) berkolaborasi dengan Emotiv untuk mengembangkan "mobil bertenaga atensi" yang pertama di dunia.
Dengan menghubungkan Hyundai i40 yang telah dimodifikasi ke aktivitas otak pengemudi melalui headset Emotiv Epoc X, kendaraan ini akan melambat secara otomatis jika konsentrasi pengemudi terpecah. RAC memamerkan mobil ini dalam sebuah tur demi menunjukkan bahaya hilangnya konsentrasi saat mengemudi, serta mengampanyekan kesadaran tentang pentingnya keselamatan berkendara. Pelajari Lebih Lanjut
Gelombang Suara Bertemu Gelombang Otak: MindTunes
Smirnoff

Di atas: MindTunes menghadirkan senyuman pada wajah para musisi penyandang disabilitas saat mereka menciptakan musik dengan gelombang otak. (Sumber: Dr. Julien Castet)
Proyek unik Smirnoff Mindtunes menyatukan para penggemar musik penyandang disabilitas untuk menciptakan sebuah lagu hanya dengan menggunakan gelombang otak mereka. Produser musik elektronik asal Inggris, DJ Fresh, dan ahli neurosains, Dr. Julien Castet, membekali Andy Walker, Mark Rowland, dan Jo Portois dengan headset Emotiv EEG serta menghubungkan mereka ke peranti lunak musik menggunakan antarmuka otak-komputer.
Kisah kreativitas menginspirasi di tengah keterbatasan fisik ini menghasilkan sebuah lagu yang murni lahir dari pikiran dan hati para seniman tersebut. Hasil penjualan lagu Mindtunes tersebut disumbangkan ke Queen Elizabeth’s Foundation for Disabled People (QEF). Pelajari lebih lanjut
Anak-anak Bermain: Penelitian & Rehabilitasi BCI

Di atas: Seorang anak perempuan menggunakan BCI untuk mengendalikan mesin pembuat gelembung. (Sumber: Imagination Centre)
Otak anak-anak berkembang seiring tumbuh kembang mereka dan interaksi dengan dunia sekitar. Jika anak-anak memiliki disabilitas yang menghalangi atau menghambat interaksi semacam itu, hal tersebut dapat memengaruhi keterampilan sosial, harga diri, dan kemandirian mereka secara negatif. Rumah sakit anak yang luar biasa ini menggunakan Emotiv Epoc X untuk membantu anak-anak penyandang disabilitas agar dapat berinteraksi dengan dunia di sekitar mereka.
Aktivitasnya meliputi bermain game, melukis, mengendalikan kursor komputer, serta menyalakan dan mematikan perangkat IoT. Upaya penting ini tidak hanya memberikan harapan bagi orang tua dari anak-anak penyandang disabilitas, tetapi juga melatih pasien merasakan bagaimana rasanya menyelesaikan suatu tugas secara mandiri.
Ini merupakan salah satu contoh proyek BCI terfavorit kami.
BCI4Kids, University of Calgary

Holland Bloorview Kids Rehabilitation Hospital

Glenrose Hospital Imagination Centre

Klasik Bertemu Modern: Membuat Musik BCI dengan TONTO
AngieC
Bintang pop AngieC menggunakan headset Emotiv Epoc untuk menjadi orang pertama yang mengendalikan synthesizer TONTO yang ikonik menggunakan gelombang otaknya. Musik yang diciptakan melalui BCI tersebut digunakan untuk trek lagu khusus di albumnya, Star Seeds.
“Saya rasa keuntungan nyata dari menciptakan musik menggunakan perangkat BCI adalah hilangnya kebutuhan untuk memainkan instrumen fisik,” ungkapnya kepada Emotiv. “Otak adalah hal yang sangat menakjubkan, dan ada begitu banyak ruang yang bisa kita jelajahi di dalam pikiran kita. Saya sangat yakin bahwa teknologi BCI akan menjadi kunci untuk membuka batas-batas baru dalam bermusik. Baik produser saya, Trey Mills, maupun saya setuju bahwa sejauh ini kami telah mengalami beberapa momen paling ajaib dalam bermusik dengan menggunakan headset BCI.”

Nikmati Perjalanannya: ‘Mood Roads’ Menjadikan Emosi sebagai Pengendali Kemudi
Acura
Produsen mobil Acura bermitra dengan Emotiv untuk menciptakan pengalaman VR unik yang menghasilkan jalan raya virtual secara real-time untuk mencocokkan dengan kondisi mental pengguna. Dijuluki “Mood Roads,” aktivasi inovatif ini memulai debutnya di Sundance Film Festival 2017 guna meningkatkan kesadaran akan fitur baru Sport Hybrid Super Handling All-Wheel Drive™ miliknya.
Karena tidak ada dua otak yang benar-benar sama, setiap pengalaman yang disajikan menjadi unik bagi setiap orang yang merasakannya. Jalur Mood Roads telah direncanakan sebelumnya, mirip seperti mendesain jalur reli atau tata letak sirkuit Hot Wheels. Setelah direncanakan, bentang jalan ini bersifat fleksibel guna mengakomodasi pergerakan yang berbeda-beda berdasarkan output Emotiv EEG pengguna. Kontur interaktif berbasis pemetaan vektor menyesuaikan bukit, kelokan, dan warna berdasarkan suasana hati serta tingkat partisipasi pengguna saat itu.

Gunakan ‘The Force’: Droid BB-8 Mewujudkan Impian Jedi Kisah Nyata
Paul Barbaste; IBM Bluemix
Sejak pemutaran perdana Star Wars pada tahun 1978, generasi penggemar telah bermimpi untuk menggunakan kekuatan Jedi guna menggerakkan objek dengan pikiran mereka. Pada tahun 2016, mahasiswa yang saat itu merupakan penggemar Star Wars, Paul Barbaste, membuat Project JEDI. Proyek mahasiswa ini memanfaatkan gelombang otak untuk mengendalikan droid BB-8 dengan bantuan headset Emotiv Insight, peranti lunak EmotivBCI, dan IBM Bluemix.
Proyek tersebut meraih perhatian berita nasional, meningkatkan kesadaran akan kemajuan teknologi yang terus berkembang hingga hari ini.

Apakah Anda memiliki proyek BCI luar biasa yang ingin dibagikan? Tandai #emotiv di media sosial atau kirimkan email kepada kami di hello@emotiv.com. Proyek Anda bisa saja dibagikan ke komunitas global kami!

Masa Depan BCI
Contoh proyek BCI dan kasus penggunaan ini hanyalah bagian kecil dari apa saja yang mungkin dilakukan dengan teknologi ini. Perangkat otak-komputer, layaknya komputer dan ponsel, telah menjadi lebih portabel dan terjangkau dari waktu ke waktu. Seiring dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence) yang semakin canggih, penerjemahan gelombang otak menjadi tindakan nyata akan menjadi lebih mudah diakses.
Masa depan BCI akan terus berfokus pada upaya membantu mereka yang memiliki disabilitas dan penyakit degeneratif dalam berinteraksi dengan dunia mereka. Produk rumah pintar (smart home), anggota tubuh prostetik, eksoskeleton, dan kursi roda bermotor hanyalah beberapa cara BCI mengembalikan rasa mandiri bagi mereka yang membutuhkan. BCI non-invasif akan sangat penting bagi mereka yang tidak mampu melakukan operasi eksperimental.
Antarmuka otak-komputer juga meningkatkan keselamatan dengan mendeteksi kondisi otak secara real-time, seperti fokus dan gangguan konsentrasi. Proyek BCI masa depan akan memungkinkan langkah-langkah keselamatan kustom yang ketat di bidang konstruksi, transportasi, pabrik, bedah medis, serta bidang lainnya yang memerlukan konsentrasi penuh. Gelombang otak juga dapat digunakan sebagai metode keamanan biometrik pribadi, layaknya kata sandi.
Neurofeedback akan berkembang dan menjadi hal yang biasa dalam kehidupan sehari-hari seperti halnya melacak langkah kaki dan detak jantung kita. Kesehatan mental akan lebih dipahami dan solusi diterapkan secara lebih efektif untuk penanganan stres, depresi, PTSD, dan kesulitan belajar, serta memungkinkan orang-orang untuk bertanggung jawab atas kesejahteraan diri mereka sendiri.
Ekspresi artistik adalah kasus penggunaan BCI yang sering kali terabaikan padahal kini menjadi semakin umum. Para musisi, seniman, dan penampil kini memanfaatkan gelombang otak mereka sebagai instrumen tambahan untuk menciptakan karya yang menginspirasi. Aktivitas rekreasi dan gaming akan semakin ditingkatkan menggunakan antarmuka otak-komputer untuk berinteraksi dengan video game, drone, dan perangkat elektronik lainnya.
Yang terpenting, BCI mengajarkan kita bagaimana otak manusia menyelaraskan diri dengan orang-orang di sekitar kita. Pengungkapan ini akan menghadirkan pengalaman yang lebih baik, serta pembelajaran yang lebih efektif, mendorong lingkungan kerja yang lebih sehat, dan bahkan memberikan masukan bagi desain arsitektur.

Masa depan BCI sungguh cerah, dan kini ada di tangan Anda. Ingin memulai proyek antarmuka otak komputer DIY EEG Anda sendiri? Mulailah di sini.
Anda mungkin juga menyukai:
