Cari topik lainnya…

Cari topik lainnya…

Amyotrophic Lateral Sclerosis, atau ALS, adalah penyakit yang memengaruhi sel-sel saraf yang mengendalikan otot. Penyakit ini dapat menyebabkan kelemahan dan akhirnya kelumpuhan. Meskipun kita tidak selalu tahu persis mengapa hal ini terjadi, banyak penelitian menunjukkan bahwa gen berperan penting.

Jadi, apakah ALS bersifat genetis? Jawabannya rumit, namun memahami sisi genetis ini membantu kita mempelajari lebih lanjut tentang penyakit ini dan cara melawannya.

Lanskap Genetika ALS yang Terus Berkembang


Apakah ALS Disebabkan oleh Lebih dari Sekadar Beberapa Gen?

Untuk waktu yang lama, gambaran genetik Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS) tampak relatif sederhana. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa hal ini jauh lebih kompleks.

Meskipun sebagian kecil kasus ALS, sekitar 5-10%, secara langsung disebabkan oleh perubahan yang diwariskan pada satu gen, gambaran lengkapnya melibatkan susunan faktor genetik yang lebih luas. Pengaruh genetik ini dapat berkisar dari penyebab langsung hingga faktor risiko halus yang meningkatkan kemungkinan seseorang terkena penyakit tersebut.

Memahami komponen genetik ini menjadi semakin penting, terutama seiring dengan dikembangkannya pengobatan baru yang menargetkan jalur genetik tertentu.


Bagaimana Dokter Membedakan Antara Gen Penyebab dan Faktor Risiko?

Sangat penting untuk membedakan antara gen yang secara langsung menyebabkan ALS dan gen yang hanya meningkatkan risikonya.

Gen seperti SOD1, TARDBP, dan FUS telah diidentifikasi sebagai penyebab langsung dalam beberapa kasus keluarga. Dalam kasus ini, mutasi pada salah satu gen tersebut dapat menyebabkan berkembangnya ALS.

Di sisi lain, gen seperti NEK1 telah dikaitkan dengan peningkatan kerentanan terhadap ALS. Ini berarti bahwa meskipun mutasi pada NEK1 tidak menjamin seseorang akan terkena ALS, hal itu mungkin membuat mereka lebih rentan untuk mengembangkannya, sering kali dikombinasikan dengan faktor genetik atau lingkungan lainnya.

Pembedaan ini adalah kunci untuk konseling genetik dan untuk memahami berbagai cara genetika dapat berperan dalam penyakit ini.


Apa Saja Gen ALS Signifikan Lainnya Selain Empat Gen Utama?

Meskipun gen C9orf72, SOD1, TARDBP, dan FUS sering dibahas terkait dengan ALS, gen-gen tersebut hanya mewakili sebagian dari lanskap genetik.

Penelitian telah mengidentifikasi banyak gen lain di mana mutasi dapat berkontribusi pada penyakit ini, menyoroti kompleksitas etiologi ALS.


Bagaimana Gen NEK1 Mempengaruhi Perbaikan DNA dan Risiko ALS?

Gen NEK1 (NIMA-related kinase 1) telah muncul sebagai pemain penting lainnya dalam genetika ALS. Mutasi pada NEK1 telah dikaitkan dengan ALS bentuk familial dan sporadis.

Gen ini terlibat dalam beberapa proses seluler, termasuk perbaikan DNA dan regulasi fungsi sentrosom. Ketika NEK1 mengalami mutasi, fungsi-fungsi kritis ini dapat terganggu, yang berpotensi menyebabkan disfungsi motor neuron dan degenerasi.


Mengapa Mutasi KIF5A Mengganggu Transpor Aksonal pada ALS?

Mutasi pada gen KIF5A (kinesin family member 5A) juga terlibat dalam ALS. KIF5A mengodekan protein yang merupakan bagian dari keluarga protein motor kinesin, yang penting untuk mengangkut molekul di sepanjang akson sel saraf. Proses ini, yang dikenal sebagai transpor aksonal, sangat penting untuk menjaga kesehatan dan fungsi neuron.

Gangguan pada transpor aksonal yang disebabkan oleh mutasi KIF5A dapat menyebabkan penumpukan limbah seluler dan kekurangan nutrisi penting di dalam neuron, yang pada akhirnya berkontribusi pada kematian motor neuron. Mekanisme tepat di mana cacat transpor ini menyebabkan ALS merupakan area penelitian yang aktif.


Apa Hubungan Antara Gen VCP dan Pemrosesan Protein?

Gen VCP (valosin-containing protein) dikaitkan dengan spektrum gangguan neurodegeneratif, termasuk ALS.

Protein VCP berperan dalam berbagai fungsi seluler, seperti degradasi protein, perbaikan DNA, dan fusi membran. Ketika VCP mengalami mutasi, proses ini dapat mengalami disfungsi, yang menyebabkan penumpukan protein yang salah lipat atau rusak di dalam sel.

Agregasi protein ini adalah ciri khas dari banyak penyakit neurodegeneratif, dan dalam konteks ALS, hal ini diyakini berkontribusi pada stres dan akhirnya kematian motor neuron.


Gen Baru Apa Saja yang Terkait dengan ALS?

Eksplorasi berkelanjutan terhadap genetika ALS terus mengungkap lebih banyak gen yang terkait dengan penyakit ini. Misalnya, ekspansi pengulangan menengah pada gen ATXN2 telah diidentifikasi sebagai faktor risiko ALS.

Meskipun tidak selalu menjadi penyebab langsung, ekspansi ini dapat memodifikasi risiko yang diberikan oleh faktor genetik lain atau paparan lingkungan.

Gen lain, seperti SQSTM1, CHCHD10, dan SETX, juga telah dikaitkan dengan ALS dalam berbagai studi. Penemuan gen tambahan ini memperluas pemahaman kita tentang jalur molekuler yang terlibat dalam ALS dan membuka jalan baru untuk penelitian tentang pengobatan potensial.

Identifikasi gen-gen ini sering kali merupakan hasil dari teknik skrining genetik tingkat lanjut seperti sekuensing eksom lengkap dan sekuensing genom lengkap, yang diterapkan pada kohort pasien dan keluarga besar.


Bagaimana Para Ilmuwan Menemukan Hubungan Genetik Baru dengan ALS?

Ilmuwan saraf menggunakan berbagai alat dan pendekatan canggih untuk mengidentifikasi gen spesifik dan variasi genetik yang mungkin berkontribusi terhadap penyakit ini. Ini adalah proses yang telah berkembang secara signifikan selama bertahun-tahun, menghasilkan gambaran yang jauh lebih jelas tentang lanskap genetik ALS.


Bagaimana GWAS Membantu Mengidentifikasi Varian Risiko ALS?

Genome-Wide Association Studies, atau GWAS, adalah titik awal yang umum untuk memahami risiko genetik. Studi-studi ini mengamati seluruh genom dari banyak orang yang berbeda, membandingkan mereka yang menderita ALS dengan mereka yang tidak. Tujuannya adalah untuk menemukan perbedaan genetik kecil, yang disebut varian, yang lebih sering muncul pada penderita ALS.

Varian ini tidak selalu menyebabkan ALS dengan sendirinya, tetapi dapat meningkatkan kerentanan seseorang untuk terkena penyakit tersebut. Bayangkan seperti menemukan mata rantai yang sedikit lebih lemah pada sebuah rantai – itu tidak merusak rantai tersebut, tetapi membuatnya lebih rentan putus di bawah tekanan.


Apa Kekuatan dari Sekuensing Eksom Lengkap dan Sekuensing Genom Lengkap?

Meskipun GWAS dapat menunjukkan area yang menarik, sekuensing eksom lengkap (WES) dan sekuensing genom lengkap (WGS) menawarkan tampilan yang jauh lebih detail. WES berfokus pada bagian DNA kita yang mengodekan protein (eksom), sedangkan WGS mengamati seluruh urutan DNA.

Metode-metode ini memungkinkan para peneliti untuk menemukan mutasi genetik langka yang mungkin secara langsung bertanggung jawab menyebabkan ALS, terutama pada keluarga dengan riwayat penyakit yang kuat. Dengan mengurutkan DNA dari banyak individu dan keluarga mereka, para ilmuwan dapat menentukan perubahan gen tertentu yang konsisten ada pada mereka yang terkena dampak.


Mengapa Mempelajari Keluarga Besar Sangat Penting untuk Menemukan Mutasi Herediter?

Untuk waktu yang lama, mempelajari keluarga besar multigenerasi yang terkena dampak ALS sangatlah berharga. Ketika suatu penyakit diderita secara kuat dalam satu keluarga, hal itu menunjukkan adanya komponen herediter yang kuat.

Dengan mengumpulkan sampel DNA dari anggota keluarga yang terkena dampak dan yang tidak, peneliti dapat menggunakan analisis genetik untuk melacak varian gen mana yang diturunkan bersama dengan penyakit tersebut. Pendekatan ini telah berperan penting dalam mengidentifikasi banyak gen utama yang terkait dengan ALS familial, memberikan contoh jelas tentang bagaimana mutasi spesifik dapat menyebabkan kondisi tersebut.


Bagaimana Pewarisan Genetik Bekerja pada Kasus ALS?

Ketika kita berbicara tentang ALS dan genetika, ceritanya tidak selalu sederhana. Meskipun beberapa kasus jelas diturunkan dalam keluarga, banyak kasus lainnya tampaknya muncul tanpa riwayat sebelumnya. Di sinilah pemahaman tentang pola pewarisan yang berbeda menjadi sangat penting.


Apa Perbedaan Antara Pewarisan ALS Dominan dan Resesif?

Dalam pewarisan dominan, hanya memiliki satu salinan gen yang berubah sudah cukup untuk berpotensi menyebabkan ALS. Ini berarti jika orang tua memiliki varian gen terkait ALS yang dominan, setiap anak memiliki peluang 50% untuk mewarisinya.

Di sisi lain, pewarisan resesif sedikit berbeda. Di sini, Anda biasanya perlu mewarisi gen yang berubah dari kedua orang tua untuk mengembangkan kondisi tersebut. Jika Anda hanya mendapatkan satu salinan yang berubah, Anda biasanya menjadi pembawa (carrier) tetapi tidak menunjukkan gejala sendiri.

Meskipun pewarisan dominan lebih sering dibahas dalam ALS familial, perbedaan ini adalah kunci untuk memahami bagaimana risiko genetik dapat diturunkan.


Apa Itu Penetransi Tidak Lengkap dalam Tes Genetik ALS?

Penetransi tidak lengkap berarti bahwa meskipun seseorang mewarisi varian gen yang diketahui menyebabkan ALS, mereka mungkin tidak benar-benar mengembangkan penyakit tersebut. Ini seperti memiliki cetak biru untuk suatu masalah, tetapi masalah tersebut tidak selalu muncul.

Variabilitas ini adalah alasan utama mengapa tidak semua orang dengan riwayat keluarga ALS akan mengembangkannya, dan mengapa hasil tes genetik memerlukan interpretasi yang cermat. Banyak faktor, mungkin termasuk gen lain dan pengaruh lingkungan, kemungkinan besar berperan dalam menentukan apakah kecenderungan genetik benar-benar menyebabkan penyakit tersebut.


Dapatkah Risiko Poligenik Menjelaskan Kasus ALS Sporadis?

Untuk sebagian besar kasus ALS, sering disebut ALS sporadis, tidak ada varian gen tunggal yang jelas bertanggung jawab. Sebaliknya, pemikiran saat ini adalah bahwa kasus-kasus ini mungkin timbul dari kombinasi banyak variasi genetik kecil, yang masing-masing memberikan kontribusi kecil terhadap risiko keseluruhan.

Ini dikenal sebagai risiko poligenik. Mengidentifikasi berbagai faktor genetik ini dan bagaimana mereka berinteraksi satu sama lain serta dengan paparan lingkungan merupakan fokus utama dari penelitian ALS yang sedang berlangsung.


Bagaimana Masa Depan Penemuan Genetik dan Terapi Target untuk ALS?

Eksplorasi yang sedang berlangsung ke dalam dasar genetik ALS berkembang pesat, menjanjikan pemahaman yang lebih rinci tentang penyakit kompleks ini. Para peneliti terus mengidentifikasi gen baru dan variasi genetik yang berkontribusi pada risiko dan perkembangan ALS. Pekerjaan ini berdampak langsung pada bagaimana kita mendekati diagnosis dan potensi pengobatan.

Dorongan untuk mengungkap lebih banyak faktor genetik didorong oleh harapan untuk mengembangkan terapi yang lebih terencana. Seiring kita mempelajari lebih lanjut tentang jalur genetik spesifik yang terlibat, kemungkinan obat presisi untuk ALS menjadi lebih nyata. Ini berarti pengobatan dapat disesuaikan dengan profil genetik spesifik seseorang, yang berpotensi menghasilkan hasil yang lebih baik.

Selain itu, integrasi data genetik skala besar dengan informasi klinis menciptakan alat yang kuat untuk penelitian. Dengan menganalisis genom dari ribuan individu penderita ALS, para peneliti dapat mengidentifikasi pola genetik halus yang mungkin terlewatkan sebelumnya. Upaya kolaboratif ini, yang melibatkan para ilmuwan, dokter, dan pasien, adalah kunci untuk mempercepat penemuan.

Ke depannya, fokus kemungkinan akan tetap pada:

  • Memperluas daftar gen dan varian terkait ALS yang diketahui.

  • Memahami bagaimana faktor-faktor genetik ini berinteraksi satu sama lain dan dengan pengaruh lingkungan.

  • Menerjemahkan penemuan genetik ke dalam Insight yang dapat ditindaklanjuti secara klinis untuk diagnosis dan pengobatan.

  • Mengembangkan dan menyempurnakan panel tes genetik untuk mencakup rangkaian kontributor genetik yang lebih luas, baik yang sudah diketahui maupun yang baru ditemukan.

Lanskap penelitian genetik yang terus berkembang ini menaruh harapan besar untuk meningkatkan kehidupan mereka yang terkena dampak ALS.


Dapatkah EEG Menemukan 'Tanda Listrik' dari Gen ALS?

Sebuah biomarker elektrofisiologi adalah indikator aktivitas listrik otak yang objektif dan terukur yang mencerminkan proses biologis mendasar atau keadaan penyakit.

Dalam penelitian ALS, penanda ini sangat dihargai karena memberikan metode non-invasif untuk mengukur fungsi sirkuit otak secara real-time. Dengan menggunakan sensor yang ditempatkan di kulit kepala untuk menangkap penembakan saraf dan sinkronisasi, para peneliti dapat mengidentifikasi perubahan fungsional tertentu—seperti kecepatan pensinyalan yang berubah—yang mungkin berkorelasi dengan perkembangan penyakit.

Data objektif ini memungkinkan para ilmuwan untuk melangkah lebih jauh dari pengamatan klinis subjektif, memberikan gambaran yang lebih jelas tentang bagaimana sistem saraf pusat berperilaku pada tingkat seluler dan jaringan.


Bagaimana Peneliti Menghubungkan Data Genetik dengan Pola Gelombang Otak?

Para peneliti saat ini sedang mengeksplorasi bagaimana varian genetik spesifik yang terkait dengan ALS, seperti ekspansi C9orf72, bermanifestasi dalam aktivitas listrik otak. Dengan membandingkan data EEG dari pembawa gen dengan kelompok kontrol yang sehat, para ilmuwan bertujuan untuk mengidentifikasi "tanda listrik" unik yang spesifik untuk genotipe tertentu.

Penelitian ini sering berfokus pada pengukuran hipereksitabilitas kortikal (suatu keadaan di mana neuron menjadi terlalu sensitif dan menembak secara berlebihan) dan gangguan pada konektivitas fungsional, yang menggambarkan seberapa baik berbagai wilayah otak berkomunikasi.

Mengidentifikasi tanda-tanda ini membantu menjembatani kesenjangan antara kode genetik abstrak dan ekspresi fisiknya di dalam otak. Meskipun pola-pola ini belum digunakan untuk diagnosis klinis individu, pola-pola tersebut sangat vital dalam penelitian untuk melacak mekanisme penyakit dan mengevaluasi apakah terapi genetik baru yang muncul secara efektif menormalkan fungsi otak.


Bagaimana Gambaran Genetik ALS Secara Keseluruhan Berkembang?

Jadi, apakah ALS itu genetik? Jawabannya kompleks, tetapi semakin jelas. Meskipun sebagian besar kasus ALS tampaknya tidak memiliki penyebab langsung yang diwarisi, kita sekarang tahu bahwa genetika berperan dalam sejumlah besar kasus tersebut.

Kita telah mengidentifikasi perubahan gen tertentu, seperti pada C9orf72, SOD1, TARDBP, dan FUS, yang dapat langsung menyebabkan penyakit tersebut, terutama pada 5-10% kasus yang dikenal sebagai ALS familial. Bahkan pada ALS sporadis, yang merupakan bagian terbesar dari diagnosis, faktor genetik dapat meningkatkan risiko seseorang.

Penelitian baru, seperti temuan pada ekspansi pengulangan ATXN2, terus menambahkan potongan baru pada teka-teki ini. Memahami hubungan genetik ini sangat penting, tidak hanya untuk mengetahui bagaimana ALS dimulai, tetapi juga untuk mengembangkan pengobatan baru yang meningkatkan kesehatan otak.

Tes genetik adalah bantuan besar di sini, menawarkan Insight yang dapat memandu diagnosis dan penelitian. Ini adalah bidang yang berubah dengan cepat, dan tetap mengikuti perkembangan penemuan genetik ini adalah kunci untuk membuat kemajuan melawan ALS.


Referensi

  1. Mann, J. R., McKenna, E. D., Mawrie, D., Papakis, V., Alessandrini, F., Anderson, E. N., ... & Kiskinis, E. (2023). Loss of function of the ALS-associated NEK1 kinase disrupts microtubule homeostasis and nuclear import. Science advances, 9(33), eadi5548. https://doi.org/10.1126/sciadv.adi5548

  2. Soustelle, L., Aimond, F., López-Andrés, C., Brugioti, V., Raoul, C., & Layalle, S. (2023). ALS-Associated KIF5A Mutation Causes Locomotor Deficits Associated with Cytoplasmic Inclusions, Alterations of Neuromuscular Junctions, and Motor Neuron Loss. The Journal of neuroscience : the official journal of the Society for Neuroscience, 43(47), 8058–8072. https://doi.org/10.1523/JNEUROSCI.0562-23.2023

  3. Feng, S. Y., Lin, H., Che, C. H., Huang, H. P., Liu, C. Y., & Zou, Z. Y. (2022). Phenotype of VCP mutations in Chinese amyotrophic lateral sclerosis patients. Frontiers in Neurology, 13, 790082. https://doi.org/10.3389/fneur.2022.790082

  4. Vieira de Sá, R., Sudria-Lopez, E., Cañizares Luna, M., Harschnitz, O., van den Heuvel, D. M., Kling, S., ... & Pasterkamp, R. J. (2024). ATAXIN-2 intermediate-length polyglutamine expansions elicit ALS-associated metabolic and immune phenotypes. Nature communications, 15(1), 7484. https://doi.org/10.1038/s41467-024-51676-0

  5. Dukic, S., Govaarts, R., Hillebrand, A., de Visser, M., Seeck, M., & McMackin, R. (2025). Novel approaches to EEG and MEG in motor neurone disease. Clinical Neurophysiology Practice. https://doi.org/10.1016/j.cnp.2025.07.001


Pertanyaan yang Sering Diajukan


Apakah ALS selalu disebabkan oleh gen?

Tidak, tidak selalu. Dalam kebanyakan kasus, kami tidak tahu persis mengapa ALS terjadi. Namun, bagi sekitar 5% hingga 10% penderita ALS, penyakit ini disebabkan oleh perubahan pada gen mereka yang diwarisi.


Apa artinya jika ALS diderita dalam keluarga saya?

Jika ALS diderita dalam keluarga Anda, itu berarti beberapa anggota keluarga pernah menderita penyakit tersebut. Ini bisa jadi karena perubahan gen yang diwariskan dari generasi ke generasi. Ini kadang-kadang disebut ALS warisan atau ALS familial.


Dapatkah perubahan gen tunggal menyebabkan ALS?

Ya, terkadang perubahan pada satu gen saja dapat menyebabkan ALS. Para ilmuwan telah menemukan beberapa gen yang, jika berubah, dapat menyebabkan penyakit tersebut. Perubahan ini dapat diturunkan dari orang tua ke anak-anak.


Apa saja 'faktor risiko' untuk ALS?

Faktor risiko adalah hal-hal yang mungkin membuat seseorang lebih cenderung terkena ALS. Beberapa perubahan gen tidak secara langsung menyebabkan ALS tetapi dapat meningkatkan peluang untuk mengembangkannya. Ini seperti memiliki peluang yang sedikit lebih tinggi untuk terjadinya sesuatu.


Bagaimana ilmuwan menemukan gen baru yang terkait dengan ALS?

Para ilmuwan menggunakan studi khusus yang mengamati DNA banyak orang. Mereka membandingkan gen penderita ALS dengan orang tanpa ALS untuk menemukan perbedaan yang mungkin penting. Mereka juga mempelajari keluarga besar di mana ALS sering terjadi.


Apa itu 'risiko poligenik' dalam ALS?

Risiko poligenik berarti bahwa banyak perubahan genetik kecil, bukan satu perubahan besar, mungkin bertambah untuk meningkatkan peluang seseorang terkena ALS. Ini seperti banyak langkah kecil yang mengarah pada risiko yang lebih tinggi.


Bagaimana pemahaman tentang genetika ALS membantu pengobatan?

Mengetahui gen mana yang terlibat membantu para ilmuwan mengembangkan obat baru yang menargetkan masalah spesifik yang disebabkan oleh perubahan gen tersebut. Ini disebut obat presisi, dan ini adalah bidang yang penuh harapan untuk pengobatan ALS.


Jika saya memiliki riwayat keluarga dengan ALS, haruskah saya menjalani tes genetik?

Berbicara dengan dokter atau konselor genetik adalah langkah pertama yang terbaik. Mereka dapat menjelaskan pro dan kontra dari tes genetik untuk ALS berdasarkan riwayat pribadi dan keluarga Anda.

Emotiv adalah pemimpin neuroteknologi yang membantu memajukan penelitian neurosains melalui alat EEG dan data otak yang mudah diakses.

Christian Burgos

Terbaru dari kami

Obat-obatan untuk ALS

Hidup dengan ALS berarti menghadapi banyak ketidakpastian, dan mencari tahu obat-obatan yang tepat dapat terasa sebagai bagian besar dari proses tersebut. Meskipun belum ada obatnya, ada obat-obatan yang disetujui yang dapat membantu mengelola penyakit ini dan gejalanya.

Artikel ini bertujuan untuk menguraikan apa saja yang perlu Anda ketahui tentang obat-obatan untuk ALS ini, bagaimana cara penggunaannya, dan apa yang diharapkan. Kami akan membahas pengobatan utama yang memodifikasi penyakit, cara-cara untuk menangani gejala umum, dan saran praktis untuk mengelola rencana pengobatan Anda.

Baca artikel

Refina-refina ALS: Obat-obatan, Terapi, & Dukungan

Menghadapi ALS berarti memperhatikan beberapa area yang berbeda untuk membantu mengelola gejalanya. Ini bukan hanya tentang penyakit utamanya saja, tetapi juga tentang membuat kehidupan sehari-hari senyaman mungkin. Ini melibatkan pertimbangan tentang obat-obatan yang mungkin memperlambat perkembangannya, tetapi juga banyak sistem pendukung lainnya.

Kami akan merinci apa saja yang tersedia untuk perawatan ALS, mencakup obat-obatan, berbagai jenis terapi, dan cara mendapatkan bantuan untuk Anda dan keluarga Anda.

Baca artikel

Sains di Balik Diagnosis ALS

Mendapatkan diagnosis ALS bisa terasa seperti jalan yang panjang. Hal ini tidak selalu mudah karena kondisi lain bisa terlihat sangat mirip dengannya. Dokter harus melakukan banyak pemeriksaan dan menyingkirkan kemungkinan lain untuk memastikannya. Proses ini melibatkan pemeriksaan gejala Anda, melakukan tes, dan terkadang bahkan pemeriksaan genetik.

Baca artikel

Kisah Penyakit Lou Gehrig

Lou Gehrig, sebuah nama yang identik dengan kehebatan bisbol, menjadi sosok yang tidak terduga bagi sebuah penyakit yang merusak. Dikenal sebagai 'Iron Horse' karena stamina dan dedikasinya yang luar biasa, hidup Gehrig berbalik tragis ketika ia didiagnosis menderita amiotrofik lateral sklerosis (ALS). Kondisi ini, yang sekarang umum disebut penyakit Lou Gehrig, selamanya menghubungkan pahlawan olahraga tersebut dengan perjuangan melawan gangguan saraf yang tanpa ampun.

Artikel ini mengeksplorasi perjalanannya dari ikon bisbol menjadi simbol harapan dan kesadaran bagi mereka yang terkena dampak ALS.

Baca artikel