Tantang ingatan Anda! Mainkan permainan N-Back baru di Aplikasi Emotiv

  • Tantang ingatan Anda! Mainkan permainan N-Back baru di Aplikasi Emotiv

  • Tantang ingatan Anda! Mainkan permainan N-Back baru di Aplikasi Emotiv

Cari topik lainnya…

Cari topik lainnya…

Tinggal dengan Demensia Badan Lewy

Hidup dengan demensia tubuh Lewy, atau LBD, menghadirkan serangkaian tantangan yang unik. Kondisi ini, yang mempengaruhi jutaan orang, melibatkan perubahan dalam pemikiran, gerakan, dan perilaku akibat endapan protein di otak. Memahami apa itu LBD, gejalanya, dan bagaimana perkembangannya adalah langkah pertama bagi siapa pun yang menghadapi diagnosis ini, baik untuk diri mereka sendiri maupun orang yang dicintai.

Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan demensia tubuh Lewy, menawarkan Insight ke dalam kompleksitasnya dan cara untuk mengelola dampaknya.

Apa itu Lewy Body Dementia dan Bagaimana Ini Dimulai?

Apa Penyebab Utama Lewy Body Dementia?

Lewy body dementia (LBD) adalah jenis demensia yang mempengaruhi pemikiran, gerakan, dan suasana hati. Ini adalah bentuk demensia kedua yang paling umum setelah penyakit Alzheimer.

Kondisi ini dimulai ketika penumpukan abnormal protein yang disebut alpha-synuclein terjadi di sel saraf di otak. Penumpukan ini, yang dikenal sebagai Lewy bodies, mengganggu kimia otak dan akhirnya menyebabkan kerusakan dan kematian sel. Proses ini mempengaruhi area otak yang mengontrol pemikiran, ingatan, dan gerakan.

Alasan pasti mengapa protein ini membentuk penumpukan masih belum diketahui. Meskipun genetika mungkin berperan dalam beberapa kasus, tidak ada pola pewarisan yang jelas.

Peneliti Neurosains percaya bahwa mekanisme yang mendasarinya mungkin mirip dengan yang terlihat pada penyakit Parkinson, tetapi penyebab spesifik untuk kedua kondisi tersebut masih menjadi subjek studi yang berkelanjutan.


Bagaimana Lewy Body Dementia Berbeda dari Alzheimer?

Lewy body dementia dan penyakit Alzheimer keduanya adalah bentuk demensia, tetapi memiliki karakteristik yang berbeda.

Perbedaan utama terletak pada deposito protein yang ditemukan di otak. Alzheimer terutama ditandai dengan plak amiloid dan kusut tau, sedangkan LBD melibatkan Lewy bodies yang terbuat dari alpha-synuclein.

Gejala juga cenderung muncul berbeda. Pada LBD, gejala kognitif seperti halusinasi dan fluktuasi kesadaran dapat muncul lebih awal, sering bersamaan atau bahkan sebelum masalah gerakan yang mirip dengan penyakit Parkinson.

Sebaliknya, penyakit Alzheimer biasanya dimulai dengan kehilangan ingatan dan berkembang untuk mempengaruhi fungsi kognitif lainnya. Meskipun kedua kondisi menyebabkan penurunan kemampuan berpikir, pola spesifik gejala dan perubahan otak yang mendasari membantu membedakan antara keduanya.


Apa Tanda dan Gejala Utama LBD?

LBD menampilkan serangkaian gejala yang kompleks yang dapat mempengaruhi pemikiran, gerakan, tidur, dan perilaku. Penting untuk memahami tanda-tanda ini untuk mengenali kondisi ini. Salah satu fitur paling khas dari LBD adalah fluktuasi dalam kondisi seseorang.


Mengapa Orang dengan Lewy Body Dementia Mengalami "Hari Baik dan Buruk"?

Pasien dengan LBD sering mengalami variasi yang signifikan dalam kemampuan kognitif dan kesadaran mereka dari hari ke hari, atau bahkan dalam hari yang sama. Fluktuasi ini berarti seseorang mungkin terlihat relatif jelas dan fungsional pada satu waktu, hanya untuk mengalami penurunan perhatian, kebingungan, atau ingatan kemudian.

Variabilitas ini bisa sangat mencolok dan merupakan gejala khas yang membantu membedakan LBD dari bentuk demensia lainnya. Alasan pasti untuk pergeseran ini tidak sepenuhnya dipahami, tetapi dianggap terkait dengan perubahan kimia otak yang mendasari yang disebabkan oleh Lewy bodies.


Bagaimana Halusinasi pada Lewy Body Dementia?

Halusinasi umum terjadi pada LBD, dengan halusinasi visual yang sangat umum. Ini bukan sekadar melihat hal-hal yang tidak ada, tetapi sering kali melibatkan pengalaman yang detail dan hidup.

Orang dengan LBD mungkin melihat orang, hewan, atau benda yang tidak hadir secara fisik. Halusinasi ini bisa sangat realistis dan dapat menyebabkan kesusahan atau kebingungan bagi individu.

Meskipun halusinasi visual adalah yang paling umum, beberapa pasien mungkin juga mengalami halusinasi pendengaran, seperti mendengar suara.


Mengapa Pasien Demensia Bertindak saat Mengecap Impian pada Malam Hari?

Sejumlah besar orang dengan LBD mengalami gangguan perilaku tidur REM (RBD).

Selama tahap tidur Rapid Eye Movement (REM), ketika banyak bermimpi terjadi, otot biasanya lumpuh untuk mencegah pelaksanaan mimpi. Dalam RBD, kelumpuhan ini tidak ada atau tidak lengkap.

Akibatnya, orang dengan LBD mungkin bertindak secara fisik dalam mimpi mereka, kadang-kadang dengan gerakan yang kuat seperti menendang, memukul, atau berteriak. Ini dapat menyebabkan cedera bagi diri mereka sendiri atau pasangan tidur mereka.

Gangguan tidur lainnya, seperti insomnia atau kantuk berlebihan di siang hari, juga bisa terjadi.


Bagaimana LBD Memengaruhi Gerakan Fisik dan Tubuh?

Lewy body dementia secara signifikan mempengaruhi fungsi fisik tubuh, sering menyebabkan gejala yang dapat menyerupai penyakit Parkinson. Kesulitan motorik ini dapat muncul pada berbagai tahap penyakit dan memengaruhi kehidupan sehari-hari.


Apakah Lewy Body Dementia Menyebabkan Gemetar atau Masalah Berjalan?

Ya, LBD dapat menyebabkan masalah gerakan. Banyak pasien dengan LBD mengalami gejala yang mirip dengan penyakit Parkinson. Ini dapat termasuk:

  • Kekakuan: Otot dapat menjadi kaku, membuat gerakan sulit.

  • Kelambanan gerak: Tindakan dapat menjadi jelas lebih lambat dari biasanya.

  • Gemetar: Gemetar, sering dimulai di satu anggota tubuh, bisa terjadi.

  • Kesulitan berjalan: Ini dapat dimanifestasikan sebagai gaya berjalan terseret, masalah keseimbangan, atau kecenderungan untuk jatuh.

Penting untuk dicatat bahwa tidak semua orang dengan LBD akan mengembangkan semua gejala motorik ini, dan tingkat keparahannya dapat sangat bervariasi antar individu.


Mengapa Lewy Body Dementia Menyebabkan Pusing dan Pingsan?

Disfungsi otonom adalah fitur umum dari LBD dan sering bertanggung jawab atas pusing dan pingsan. Sistem saraf otonom mengendalikan fungsi tubuh involunter, seperti detak jantung, tekanan darah, dan pengaturan suhu. Pada LBD, sistem ini dapat mengalami malfungsi, yang mengarah ke:

  • Hipotensi ortostatik: Penurunan tiba-tiba dalam tekanan darah saat berdiri dari posisi duduk atau berbaring. Ini adalah penyebab umum dari pusing dan pingsan.

  • Masalah pengaturan suhu: Kesulitan menjaga suhu tubuh yang stabil.

  • Masalah usus dan kandung kemih: Perubahan fungsi juga dapat terjadi.

Gejala otonom ini bisa sangat menantang dan berkontribusi pada keseluruhan ketidaknyamanan dan risiko cedera seseorang.


Apakah Ini Penyakit Parkinson atau Lewy Body Dementia?

Membedakan antara penyakit Parkinson dan Lewy body dementia bisa kompleks karena mereka berbagi banyak gejala yang tumpang tindih, termasuk kesulitan motorik dan perubahan kognitif. Perbedaan utama sering terletak pada waktu onset gejala:

  • Lewy Body Dementia: Gejala kognitif, seperti masalah dengan berpikir, perhatian, dan halusinasi visual, biasanya muncul sebelum atau bersamaan dengan gejala motorik signifikan.

  • Parkinson's Disease Dementia: Gejala motorik, seperti gemetar dan kekakuan, biasanya muncul terlebih dahulu, dan demensia berkembang kemudian dalam perjalanan penyakit, sering bertahun-tahun setelah gejala motorik dimulai.

Jika gejala motorik muncul dalam satu tahun setelah onset demensia, diagnosis lebih mungkin menjadi LBD. Namun, perbedaan ini tidak selalu jelas, dan beberapa pasien mungkin memiliki fitur dari kedua kondisi. Evaluasi medis yang menyeluruh oleh ahli saraf atau spesialis lainnya diperlukan untuk diagnosis yang akurat tentang gangguan otak.


Bagaimana Lewy Body Dementia Didiagnosis?


Tes Apa yang Digunakan untuk Mendiagnosis Lewy Body Dementia?

Mendiagnosis LBD bisa menjadi proses yang kompleks karena gejalanya sering tumpang tindih dengan kondisi lain. Tidak ada satu tes pun yang bisa secara pasti mengonfirmasi LBD saat seseorang masih hidup. Sebaliknya, dokter mengandalkan kombinasi metode untuk mencapai diagnosis.

  • Riwayat Medis dan Tinjauan Gejala: Tinjauan menyeluruh terhadap gejala individu, perkembangannya, dan riwayat medis merupakan langkah pertama. Ini termasuk membahas perubahan kognitif, masalah gerakan, gangguan tidur, dan halusinasi visual.

  • Pemeriksaan Neurologis: Ini melibatkan penilaian refleks, koordinasi, keseimbangan, kekencangan otot, dan gaya berjalan untuk mengidentifikasi gangguan motorik karakteristik LBD.

  • Pengujian Kognitif: Tes yang distandarisasi digunakan untuk mengevaluasi ingatan, perhatian, kemampuan pemecahan masalah, dan fungsi kognitif lainnya. Tes-tes ini membantu mengidentifikasi pola penurunan kesehatan otak.

  • Tes Darah: Biasanya dilakukan blood work untuk menyingkirkan kemungkinan penyebab penurunan kognitif lainnya, seperti kekurangan vitamin, masalah tiroid, atau infeksi.

  • Pencitraan Otak: Meskipun tidak selalu menentukan untuk LBD, teknik pencitraan seperti MRI atau CT scan dapat membantu mengecualikan kondisi lain seperti stroke atau tumor otak yang mungkin menyebabkan gejala serupa.


Apa itu DaTscan dan Bagaimana Ini Membantu dengan Demensia?

A DaTscan, juga dikenal sebagai pemindaian transporter dopamin, adalah jenis tes pencitraan yang dapat membantu dalam proses diagnostik untuk LBD. Pemindaian ini menggunakan tracer radioaktif yang menempel pada transporter dopamin di otak. Dalam kondisi seperti LBD dan penyakit Parkinson, terjadi kehilangan neuron penghasil dopamin, yang menyebabkan lebih sedikit transporter dopamin.

A DaTscan dapat membantu membedakan LBD dari kondisi seperti penyakit Alzheimer, di mana tingkat transporter dopamin biasanya normal. Jika DaTscan menunjukkan aktivitas transporter dopamin yang berkurang, ini mendukung kemungkinan LBD atau penyakit Parkinson, tetapi tidak membedakan antara keduanya sendiri. Ini adalah alat yang digunakan bersama informasi klinis lainnya.


Mengapa Lewy Body Dementia Sulit Didiagnosis dengan Benar?

Beberapa faktor yang berkontribusi terhadap kesulitan dalam mendiagnosis Lewy Body Dementia secara akurat. Salah satu alasan utama adalah tumpang tindih yang signifikan dalam gejala dengan kondisi neurologis lainnya.

Tantangan lainnya adalah sifat fluktuatif dari gejala LBD. Pasien mungkin memiliki periode kejernihan relatif diikuti oleh kebingungan yang signifikan atau penurunan kognitif, menyulitkan untuk mendapatkan gambaran yang konsisten selama evaluasi medis.

Lebih lanjut, beberapa gejala, seperti halusinasi visual atau bertindak saat bermimpi, mungkin disalahartikan sebagai kondisi kejiwaan atau delirium, terutama pada tahap awal. Diagnosis definitif LBD hanya dapat dikonfirmasi melalui pemeriksaan post-mortem jaringan otak, itulah sebabnya diagnosis klinis selama masa hidup seseorang sangat bergantung pada pengamatan cermat dan pengecualian kemungkinan lain.


Apa Perawatan Terbaik untuk Lewy Body Dementia?

Meskipun saat ini belum ada obat untuk Lewy Body Dementia, berbagai pendekatan dapat membantu mengelola gejalanya dan meningkatkan kualitas hidup. Rencana perawatan biasanya disesuaikan dengan individu, menangani perubahan kognitif, motorik, dan perilaku.

Obat memainkan peran penting dalam mengelola gejala LBD. Untuk masalah kognitif dan halusinasi, obat yang mirip dengan yang digunakan untuk penyakit Alzheimer, seperti inhibitor kolinesterase, bisa diresepkan.

Obat-obatan ini bekerja dengan meningkatkan kadar neurotransmitter di otak yang penting untuk ingatan dan pemikiran. Penting untuk dicatat bahwa respons terhadap obat-obatan ini dapat bervariasi.

Obat yang digunakan untuk mengobati gejala penyakit Parkinson, seperti kekakuan dan kelambanan gerakan, juga dapat membantu beberapa individu dengan LBD. Namun, obat-obatan ini harus digunakan dengan hati-hati.

Beberapa obat yang biasa digunakan untuk gejala perilaku dalam bentuk demensia lainnya sebenarnya dapat memperburuk masalah gerakan dan menyebabkan efek samping serius pada orang dengan LBD. Oleh karena itu, pengawasan medis yang cermat diperlukan saat memilih dan menyesuaikan obat apa pun.

Di luar obat-obatan, pendekatan multidisiplin sering kali bermanfaat. Ini dapat mencakup:

  • Terapi fisik: Untuk membantu dengan gerakan, keseimbangan, dan mobilitas.

  • Terapi okupasi: Untuk membantu dalam aktivitas kehidupan sehari-hari dan menyesuaikan lingkungan rumah.

  • Terapi bicara: Untuk mengatasi kesulitan komunikasi atau menelan.

  • Konseling psikologis: Untuk mendukung individu dan keluarga yang menghadapi aspek emosional dan perilaku dari penyakit ini.


Bagaimana Saya Dapat Membuat Rumah Lebih Aman bagi Seseorang dengan LBD?

Menciptakan ruang hidup yang aman penting bagi individu yang mengalami LBD. Ini melibatkan penyesuaian lingkungan rumah untuk mengurangi risiko dan mendukung kehidupan sehari-hari. Modifikasi keselamatan harus ditujukan untuk mencegah jatuh dan disorientasi.

Pertimbangkan area ini untuk keselamatan rumah:

  • Pencegahan Jatuh: Hilangkan bahaya tersandung seperti karpet longgar atau kekacauan. Pastikan pencahayaan yang baik di seluruh rumah, terutama di lorong dan tangga. Pasang pegangan di kamar mandi dekat toilet dan di shower. Alas anti-slip di kamar mandi dan dapur juga dapat membantu.

  • Navigasi dan Orientasi: Labeli pintu dan laci dengan jelas. Gunakan warna kontras untuk furnitur dan dinding untuk membantu persepsi visual. Pertimbangkan jam dan kalender yang sederhana untuk membantu orientasi waktu.

  • Keamanan Dapur: Pastikan peralatan mudah dioperasikan dan memiliki fitur mati otomatis jika memungkinkan. Simpan benda tajam dan bahan pembersih dengan aman.

  • Keamanan Kamar Tidur: Rel di samping tempat tidur dapat membantu mencegah jatuh dari tempat tidur. Sistem alarm sederhana pada pintu dapat memberi tahu pengasuh jika orang tersebut berkeliaran di malam hari.

Juga penting untuk menyadari bagaimana obat-obatan tertentu dapat memengaruhi individu dengan LBD. Beberapa obat yang digunakan untuk bentuk demensia lainnya dapat menyebabkan efek samping serius pada orang dengan LBD, termasuk memperburuk gejala gerakan atau kondisi yang disebut sindrom neuroleptik ganas.


Arah Terapi Masa Depan dan Uji Klinis

Penelitian tentang LBD sedang berlangsung, bertujuan untuk meningkatkan diagnosis dan menemukan perawatan yang lebih efektif. Saat ini, belum ada obat untuk LBD, tetapi para ilmuwan mengeksplorasi berbagai jalan.

Fokus yang signifikan adalah pada pengembangan alat diagnostik yang lebih baik. Ini termasuk mencari penanda biologis yang dapat diandalkan dalam darah atau cairan tulang belakang dan menyempurnakan teknik pencitraan saraf yang dapat membantu mengidentifikasi penyakit lebih awal dan membedakannya dari kondisi lain.

Ketika datang ke perawatan, tujuannya adalah untuk mengelola gejala dan meningkatkan kualitas hidup. Meskipun beberapa obat yang digunakan untuk penyakit Alzheimer mungkin dipertimbangkan, obat-obatan tersebut kadang-kadang dapat memperburuk gejala motorik atau menyebabkan efek samping serius pada orang dengan LBD.

Oleh karena itu, rencana pengobatan sangat dipersonalisasi dan sering kali melibatkan kombinasi pendekatan. Ini dapat mencakup obat untuk mengelola gejala tertentu seperti perubahan kognitif atau masalah gerakan, bersama dengan strategi non-farmakologis.

Uji klinis adalah bagian penting dari kemajuan perawatan. Studi ini menguji obat dan terapi baru yang sedang dikembangkan. Partisipasi dalam uji klinis menawarkan akses ke perawatan baru yang potensial sebelum tersedia secara luas.

Area penelitian utama meliputi:

  • Memahami Mekanisme Penyakit: Meneliti proses biologis yang mendasari LBD untuk mengidentifikasi target untuk terapi baru.

  • Perawatan Simptomatik: Mengembangkan obat yang dapat lebih efektif mengelola gejala kognitif, motorik, dan perilaku dengan efek samping yang lebih sedikit.

  • Terapi Mengubah Penyakit: Mengeksplorasi perawatan yang dapat berpotensi memperlambat atau menghentikan perkembangan penyakit itu sendiri.

Keluarga dan pasien yang terkena LBD didorong untuk tetap mendapatkan informasi tentang penelitian yang sedang berlangsung dan peluang uji klinis. Organisasi yang didedikasikan untuk LBD sering menyediakan sumber daya dan informasi tentang bagaimana terlibat.


Melihat Ke Depan

Hidup dengan Lewy Body Dementia menghadirkan serangkaian tantangan yang kompleks baik bagi individu yang didiagnosis maupun pengasuh mereka. Meskipun saat ini belum ada obatnya, memahami sifat multifaset dari LBD—dari fluktuasi dan halusinasinya yang khas hingga gejala motorik Parkinson—sangat penting.

Diagnosis dini dan akurat, meskipun sulit, memungkinkan strategi manajemen yang lebih terarah. Obat dapat membantu mengurangi gejala, tetapi pertimbangan yang cermat diperlukan karena kepekaan yang mungkin terjadi. Sistem dukungan, baik melalui keluarga, teman, atau organisasi khusus, memainkan peran penting dalam menavigasi perkembangan penyakit.

Penelitian berkelanjutan tentang LBD menawarkan harapan untuk perawatan yang lebih baik dan pemahaman yang lebih dalam tentang kondisi ini, menekankan pentingnya kesadaran dan dukungan yang berkelanjutan bagi semua pihak yang terkena dampak.


Pertanyaan Umum


Apa itu sebenarnya Lewy body dementia?

Lewy body dementia, atau LBD, adalah penyakit otak yang mempengaruhi bagaimana Anda berpikir, bergerak, dan berperilaku. Ini terjadi ketika gumpalan protein kecil, disebut Lewy bodies, menumpuk di bagian otak. Gumpalan ini dapat mengganggu sinyal otak, mengarah ke berbagai gejala.


Bagaimana Lewy body dementia berbeda dari penyakit Alzheimer?

Meskipun keduanya adalah jenis demensia, LBD sering menunjukkan masalah gerakan yang mirip dengan penyakit Parkinson. Juga, orang dengan LBD mungkin melihat hal-hal yang tidak ada (halusinasi) dan memiliki fluktuasi besar dalam kewaspadaan dari hari ke hari. Alzheimer biasanya mempengaruhi ingatan terlebih dahulu dan tidak biasanya menyebabkan masalah gerakan atau halusinasi khusus ini di tahap awal.


Apa tanda-tanda utama Lewy body dementia?

Tanda-tanda umum termasuk perubahan dalam pemikiran dan perhatian, halusinasi visual (melihat hal-hal yang tidak nyata), dan masalah gerakan seperti kekakuan atau berjalan lambat. Orang dengan LBD juga dapat mengalami masalah dengan tidur, seperti bertindak saat bermimpi mereka, dan fungsi tubuh mereka, seperti tekanan darah, mungkin tidak berfungsi dengan benar.


Mengapa orang dengan LBD memiliki hari baik dan buruk?

Ini disebut fluktuasi kognitif. Ini berarti pemikiran dan kewaspadaan seseorang dapat berubah banyak, bahkan dalam hari yang sama. Mereka mungkin tampak cukup jelas dan mampu satu saat, dan kemudian menjadi sangat bingung atau mengantuk berikutnya. Ini adalah salah satu tanda kunci yang dapat menunjuk ke LBD.


Bagaimana halusinasi terlihat bagi seseorang dengan LBD?

Halusinasi dalam LBD biasanya bersifat visual, artinya orang melihat hal-hal yang sebenarnya tidak ada. Mereka mungkin melihat hewan, orang, atau benda. Penglihatan ini bisa sangat hidup dan terperinci. Terkadang, orang juga mungkin mendengar hal-hal atau mengalami pengalaman sensorik lain yang tidak nyata.


Mengapa orang dengan LBD bertindak pada mimpi mereka di malam hari?

Ini adalah masalah tidur yang disebut gangguan perilaku tidur REM. Selama tahap tidur mimpi (tidur REM), otot biasanya rileks. Dalam LBD, relaksasi ini tidak terjadi, jadi orang dapat bergerak secara fisik, meninju, menendang, atau berteriak saat mereka bertindak dalam mimpi mereka.


Apakah LBD menyebabkan gemetar atau masalah berjalan?

Ya, LBD dapat menyebabkan gejala yang mirip dengan penyakit Parkinson. Ini dapat mencakup otot yang menjadi kaku, gerakan menjadi lebih lambat, dan masalah dengan keseimbangan atau berjalan, yang mungkin tampak seperti jalan terseret. Masalah-masalah ini dapat meningkatkan risiko jatuh.


Mengapa orang dengan LBD merasa pusing atau pingsan?

LBD dapat mempengaruhi sistem saraf otonom, yang mengontrol fungsi tubuh otomatis seperti tekanan darah. Ini dapat menyebabkan penurunan tekanan darah tiba-tiba ketika berdiri, menyebabkan perasaan pusing, ringan kepala, atau bahkan pingsan.


Bagaimana Lewy body dementia didiagnosis?

Mendiagnosis LBD bisa jadi rumit karena gejalanya tumpang tindih dengan kondisi lain. Dokter melihat gejala seseorang, riwayat medis, dan mungkin menggunakan pemindaian otak atau tes seperti DaTscan, yang melihat kadar dopamin di otak. Terkadang, diagnosis hanya dapat dikonfirmasi setelah kematian.


Apa itu DaTscan dan bagaimana itu membantu?

A DaTscan adalah sejenis tes pencitraan otak. Ini membantu dokter melihat seberapa baik sel-sel otak tertentu yang menggunakan dopamin bekerja. Dalam LBD, sel-sel ini sering terpengaruh, dan DaTscan dapat membantu dokter membedakan LBD dari kondisi lain seperti penyakit Alzheimer.


Apa perawatan untuk Lewy body dementia?

Saat ini, belum ada obat untuk LBD. Namun, perawatan berfokus pada pengelolaan gejala. Obat yang digunakan untuk penyakit Alzheimer mungkin membantu dengan pemikiran dan halusinasi, sementara beberapa obat Parkinson dapat membantu dengan masalah gerakan. Adalah penting untuk menggunakan obat-obatan ini dengan hati-hati, karena kadang-kadang dapat memperburuk gejala LBD lainnya.


Dapatkah saya membuat rumah lebih aman bagi seseorang dengan LBD?

Ya, membuat rumah lebih aman adalah penting. Ini termasuk mengurangi risiko jatuh dengan menghilangkan kekacauan, memastikan pencahayaan yang baik, dan memasang pegangan di kamar mandi. Menjaga lingkungan tetap tenang dan dapat diprediksi juga dapat membantu mengelola kebingungan dan agitasi.

Emotiv adalah pemimpin neuroteknologi yang membantu memajukan penelitian ilmu saraf melalui alat EEG dan data otak yang dapat diakses.

Emotiv

Terbaru dari kami

Pengobatan ADHD

Menemukan cara terbaik untuk mengelola ADHD bisa terasa berat. Ada berbagai jalur yang bisa Anda ambil, dan apa yang bekerja untuk satu orang mungkin tidak cocok untuk orang lain.

Artikel ini melihat berbagai perawatan ADHD yang tersedia, bagaimana mereka dapat membantu, dan bagaimana menemukan rencana yang sesuai untuk Anda atau anak Anda. Kami akan membahas segala sesuatu mulai dari obat-obatan hingga perubahan gaya hidup, dan bagaimana pendekatan ini dapat digunakan pada berbagai usia.

Baca artikel

ADD vs ADHD: Apa Perbedaannya Hari Ini

Anda mungkin pernah mendengar istilah ADD dan ADHD digunakan secara bergantian, terkadang bahkan dalam percakapan yang sama. Kebingungan itu masuk akal karena bahasa seputar gejala yang terkait dengan perhatian telah berubah seiring waktu, dan ucapan sehari-hari belum sepenuhnya mengikuti terminologi klinis. Apa yang masih banyak orang sebut sebagai ADD kini dipahami sebagai bagian dari diagnosis yang lebih luas.

Artikel ini menjelaskan apa yang biasanya dimaksud orang ketika mereka mengatakan "gejala ADD" hari ini, bagaimana hal itu sesuai dengan presentasi ADHD modern, dan seperti apa sebenarnya proses diagnosis dalam kehidupan nyata. Ini juga mencakup bagaimana ADHD dapat muncul berbeda di berbagai usia dan gender, sehingga diskusi tidak berkurang menjadi stereotip tentang siapa yang "cukup hiperaktif" untuk memenuhi syarat.

Baca artikel

Gangguan Otak

Otak kita adalah organ yang kompleks. Ini bertanggung jawab atas segala yang kita lakukan, pikirkan, dan rasakan. Tetapi kadang-kadang, ada yang salah, dan itulah saat kita berbicara tentang gangguan otak. 

Artikel ini akan melihat apa itu gangguan otak, apa yang menyebabkannya, dan bagaimana dokter mencoba membantu orang menghadapinya. 

Baca artikel

Kesehatan Otak

Menjaga otak Anda penting di setiap usia. Otak Anda mengontrol segala sesuatu yang Anda lakukan, mulai dari berpikir dan mengingat hingga bergerak dan merasakan. Membuat pilihan cerdas sekarang dapat membantu melindungi kesehatan otak Anda di masa depan. Tidak pernah terlalu dini atau terlalu terlambat untuk mulai membangun kebiasaan yang mendukung otak yang sehat.

Artikel ini akan menjelajahi apa arti kesehatan otak, bagaimana hal itu dinilai, dan apa yang dapat Anda lakukan untuk menjaga otak Anda dalam kondisi baik.

Baca artikel