Tantang ingatan Anda! Mainkan permainan N-Back baru di Aplikasi Emotiv

  • Tantang ingatan Anda! Mainkan permainan N-Back baru di Aplikasi Emotiv

  • Tantang ingatan Anda! Mainkan permainan N-Back baru di Aplikasi Emotiv

Cari topik lainnya…

Cari topik lainnya…

Delirium vs. Demensia: Apa Perbedaannya?

Memahami perbedaan antara delirium dan demensia bisa jadi sulit, terutama karena mereka berbagi beberapa gejala. Namun mengetahui perbedaannya sangat penting untuk mendapatkan bantuan yang tepat. Delirium seringkali merupakan perubahan mendadak, sementara demensia biasanya berkembang seiring waktu.

Artikel ini menguraikan apa yang membuat mereka berbeda, apa yang harus diwaspadai, dan mengapa itu penting.

Apa Perbedaan Antara Delirium dan Demensia


Kegagalan Kognitif Akut vs Neurodegenerasi Kronis

Orang sering kali salah mengira antara delirium dan demensia, terutama karena keduanya mempengaruhi cara berpikir dan bertindak seseorang. Namun, sebenarnya mereka adalah dua hal yang sangat berbeda.

Pikirkan delirium sebagai badai mendadak dan sementara di otak. Biasanya muncul dengan cepat, dalam hitungan jam atau hari, dan seringkali dipicu oleh sesuatu yang spesifik seperti infeksi, obat baru, atau bahkan hanya karena dehidrasi.

Masalah utama dengan delirium adalah masalah dengan perhatian dan kesadaran. Orang yang mengalami delirium mungkin tampak bingung, gelisah, atau sangat mengantuk, dan kondisi mereka dapat berubah banyak dari satu saat ke saat berikutnya.

Demensia, di sisi lain, lebih seperti erosi lambat dan terus-menerus di otak. Ini adalah kondisi kronis yang berkembang selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun, biasanya akibat perubahan struktur otak yang terus berlangsung, seperti pada penyakit Alzheimer.

Meskipun kehilangan memori adalah bagian besar dari demensia, hal ini juga mempengaruhi keterampilan berpikir lainnya, seperti pemecahan masalah, bahasa, dan penilaian. Berbeda dengan delirium, yang sering kali dapat dibalik jika penyebab yang mendasarinya diobati, demensia umumnya progresif dan tidak dapat diubah.

Berikut adalah rangkuman singkat:

  • Delirium: Timbul mendadak, gejala berfluktuasi, terutama mempengaruhi perhatian, seringkali dapat dibalik.

  • Demensia: Timbul secara bertahap, penurunan progresif, mempengaruhi memori dan beberapa area kognitif, umumnya tidak dapat dipulihkan.


Bisakah Anda Memiliki Delirium dan Demensia pada Waktu yang Sama

Sebetulnya cukup umum bagi seseorang yang sudah memiliki demensia mengalami delirium.

Pikirkan seperti ini: jika otak sudah menghadapi tantangan-tantangan yang sedang berlangsung akibat demensia, itu mungkin lebih rentan terhadap serangan mendadak seperti infeksi atau perubahan obat. Ketika delirium terjadi di atas demensia, ini dapat membuat segalanya menjadi jauh lebih membingungkan dan seringkali mengarah pada masa tinggal di rumah sakit yang lebih lama dan pemulihan yang lebih sulit.


Mengapa Delirium Dianggap Sebagai Keadaan Darurat Medis

Delirium sering kali merupakan tanda bahwa ada sesuatu yang serius terjadi di dalam tubuh. Karena dapat disebabkan oleh infeksi, penyakit parah, atau reaksi obat berbahaya, ini perlu diselidiki segera.

Menemukan dan mengobati penyebab delirium dengan cepat adalah kunci untuk mencegah masalah kesehatan yang lebih serius dan dapat secara signifikan meningkatkan peluang pemulihan. Jika tidak ditangani, delirium dapat menyebabkan masa tinggal di rumah sakit yang lebih lama, peningkatan risiko jatuh, dan bahkan penurunan kognitif jangka panjang.

Ini adalah sinyal bahwa tubuh sedang mengalami stres yang signifikan dan membutuhkan perawatan medis segera.


Polanya Temporal dan Karakteristik Timbulnya Delirium & Demensia


Jam ke Hari untuk Perkembangan Delirium

Delirium biasanya mulai terlihat dengan tiba-tiba. Pikirkan dalam hitungan jam hingga beberapa hari, bukan minggu atau bulan.

Ini seperti saklar telah dibalik, menyebabkan perubahan cepat dalam cara seseorang berpikir dan bertindak. Timbulnya yang tiba-tiba adalah fitur utama yang membantu membedakannya dari masalah kognitif lainnya. Ini sering kali dipicu oleh masalah medis yang mendasari, seperti infeksi, perubahan obat, atau bahkan sesuatu yang sederhana seperti dehidrasi.

Karena terjadi sangat cepat, sering kali diperhatikan oleh anggota keluarga atau pengasuh yang melihat perbedaan mencolok dari keadaan biasa seseorang.


Tahun ke Dekade untuk Perkembangan Demensia

Demensia, di sisi lain, adalah proses yang jauh lebih lambat. Ini tidak terjadi dalam semalam. Sebaliknya, berkembang secara bertahap selama berbulan-bulan, tahun, atau bahkan dekade.

Proses yang lambat ini berarti perubahan dalam memori, pemikiran, dan perilaku bisa sangat halus pada awalnya. Seringkali, orang mungkin tidak menyadari sesuatu yang salah sampai kondisinya telah jauh berkembang.

Penurunannya stabil, meskipun laju bisa bervariasi antara berbagai jenis demensia dan bahkan antara individu. Ini adalah proses neurodegenerasi kronis, yang berarti struktur dan fungsi otak secara perlahan memburuk selama periode yang panjang.


Apa Itu Sundowning dan Mengapa Ini Semakin Buruk di Malam Hari

Sundowning, juga dikenal sebagai kebingungan akhir hari, adalah fenomena yang sering diasosiasikan dengan demensia, meskipun kadang-kadang juga dapat terjadi pada delirium. Ini menggambarkan keadaan di mana kebingungan, agitasi, dan disorientasi semakin buruk ketika siang hari berkurang dan malam mendekat.

Alasan pastinya tidak sepenuhnya dipahami, tetapi beberapa faktor dianggap berkontribusi. Perubahan dalam jam internal tubuh (ritme sirkadian) berperan, seperti halnya penurunan paparan cahaya selama siang hari dan meningkatnya bayangan pada malam hari, yang dapat membingungkan.

Kelelahan dari aktivitas sepanjang hari dan gangguan dalam pola tidur juga dapat memperburuk gejala. Pemburukan kebingungan di malam hari adalah pola khas yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi pasien dan pengasuh mereka.


Apa Tanda Peringatan Utama yang Harus Dicari


Mengapa Orang Tercinta Saya Tidak Lagi Bisa Memperhatikan?

Kesulitan untuk fokus atau mempertahankan perhatian adalah indikator kunci bahwa mungkin ada sesuatu yang salah. Dalam delirium, ketidakmampuan ini untuk berkonsentrasi bisa sangat nyata.

Seseorang mungkin tampak mudah teralihkan, tidak mampu mengikuti percakapan, atau kesulitan menyelesaikan tugas-tugas sederhana yang memerlukan upaya mental yang berkelanjutan. Ini sering kali merupakan salah satu tanda pertama yang diperhatikan oleh anggota keluarga, karena sangat mempengaruhi interaksi sehari-hari.


Bagaimana Membedakan Antara Kehilangan Memori dan Disorientasi

Meskipun baik delirium maupun demensia dapat mempengaruhi memori dan orientasi, pola perubahan ini seringkali berbeda.

Demensia biasanya melibatkan kehilangan memori yang lambat dan progresif, sering dimulai dengan peristiwa terbaru dan secara bertahap mempengaruhi memori yang lebih lama. Disorientasi pada demensia biasanya berkaitan dengan waktu, tempat, dan akhirnya, orang, serta cenderung konsisten.

Sebaliknya, delirium ditandai dengan timbulnya kebingungan yang tiba-tiba. Seseorang yang mengalami delirium mungkin jernih satu saat dan kemudian menjadi sangat bingung tentang di mana mereka berada, siapa orang-orang di sekitar mereka, atau hari apa ini berikutnya.

Disorientasi ini dapat berfluktuasi dengan signifikan sepanjang hari, terkadang membaik dan kemudian memburuk dengan cepat. Pembeda kunci seringkali adalah cepatnya timbulnya gejala dan sifat gejala yang berfluktuasi dalam delirium.


Klasifikasi Keadaan Hiperaktif dan Hipoaktif

Delirium tidak selalu memanifestasikan diri dengan agitasi yang jelas. Ini sering dikategorikan menjadi keadaan yang berbeda:

  • Delirium Hiperaktif: Ini adalah bentuk yang lebih dikenal, di mana pasien mungkin menunjukkan gelisah, agitasi, berjalan mondar-mandir, atau bahkan agresi. Mereka mungkin waspada tetapi sangat mudah teralihkan, dan kadang-kadang mengalami halusinasi atau delusi.

  • Delirium Hipoaktif: Keadaan ini sering diabaikan karena orang tersebut mungkin tampak mengantuk, menarik diri, atau lesu. Mereka mungkin tidur berlebihan, memiliki aktivitas motorik yang berkurang, dan tampak umumnya tidak responsif. Meskipun kurang agitasi yang terlihat, kebingungan signifikan dan gangguan kognitif ada.

  • Delirium Campuran: Banyak orang mengalami kombinasi dari gejala hiperaktif dan hipoaktif, dengan keadaan mereka berfluktuasi di antara keduanya.

Mengenali presentasi yang berbeda ini sangat penting untuk diagnosis dan intervensi yang tepat waktu, karena kedua keadaan menunjukkan adanya masalah mendasar yang serius.


Apa Penyebab Perubahan Otak Ini

Memahami apa yang memicu perubahan dalam fungsi otak, yang mengarah ke kondisi seperti delirium dan demensia, adalah kunci untuk mengenali dan mengelolanya. Kondisi ini muncul dari proses yang mendasari yang berbeda, meskipun kadang-kadang bisa saling tumpang tindih.


Pengaruh Insult Sistemik Reversibel dan Faktor Infeksi

Delirium, sering digambarkan sebagai keadaan kebingungan akut, seringkali dipicu oleh serangan mendadak pada tubuh atau otak. Anggap itu sebagai otak yang bereaksi tajam terhadap ketidakseimbangan atau stres.

Pelaku umum termasuk infeksi, seperti infeksi saluran kemih (ISK) atau pneumonia, yang dapat membuat tubuh menjadi terlalu aktif dan mempengaruhi fungsi otak. Gangguan metabolik juga signifikan; misalnya, fluktuasi kadar gula darah (baik terlalu tinggi maupun terlalu rendah) dapat dengan cepat mengganggu kejernihan kognitif.

Selain itu, dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit dapat secara serupa mengganggu lingkungan kimiawi otak yang sensitif. Bahkan rasa sakit yang signifikan, jika tidak ditangani, dapat berkontribusi.

Faktor lingkungan di lingkungan rumah sakit, seperti kebisingan berlebih, kurangnya cahaya alami, atau berada di tempat yang tidak dikenal, juga bisa menjadi pemicu delirium, terutama pada pasien yang rentan.


Atrofi Otak Struktural dan Patologi Protein

Demensia, di sisi lain, biasanya merupakan hasil dari perubahan yang lebih bertahap, progresif dalam struktur dan kimia otak.

Penyakit neurodegeneratif, seperti penyakit Alzheimer, ditandai dengan penumpukan protein abnormal, seperti plak amiloid dan tautau, yang mengganggu komunikasi sel saraf dan akhirnya mengarah pada kematian sel. Proses ini mengakibatkan hilangnya jaringan otak, atau atrofi, terutama di area yang penting untuk memori, pemikiran, dan perilaku.

Demensia vaskular berasal dari kerusakan pembuluh darah di otak, sering kali karena stroke atau aliran darah yang buruk secara kronis, yang mengurangi pasokan oksigen dan nutrisi ke sel-sel otak. Bentuk demensia lainnya, seperti Demensia Frontotemporal (FTD) atau Demensia Lewy Body (LBD), melibatkan pola degenerasi sel otak dan akumulasi protein yang berbeda, yang mempengaruhi fungsi kognitif dan perilaku yang berbeda.


Bagaimana Obat dan Dehidrasi Mempengaruhi Kejernihan Kognitif?

Obat-obatan dapat secara signifikan mempengaruhi fungsi kognitif, kadang-kadang mengarah pada delirium. Banyak obat, terutama yang mempengaruhi sistem saraf pusat seperti sedatif, opioid, dan obat psikiatri tertentu, dapat mengganggu sinyal otak.

Bahkan obat bebas yang umum dapat menyebabkan masalah pada orang dewasa yang lebih tua atau mereka yang memiliki kerentanan mendasar. Dosis, interaksi dengan obat lain, dan metabolisme individu semuanya berperan.

Dehidrasi adalah faktor umum lainnya yang dapat mengganggu kejernihan kognitif. Ketika tubuh kekurangan cairan yang cukup, ini mempengaruhi volume darah dan sirkulasi, termasuk ke otak.

Ini dapat menyebabkan penurunan pasokan oksigen dan nutrisi, membuat otak lebih rentan terhadap kebingungan dan delirium. Ini adalah pengingat bahwa menjaga keseimbangan fisiologis dasar adalah dasar untuk fungsi otak yang optimal.


Bagaimana Dokter Menguji Delirium dan Demensia

Menentukan apakah seseorang mengalami delirium atau demensia, atau bahkan keduanya, dimulai dengan pengamatan teliti oleh dokter. Ini tidak selalu merupakan proses yang mudah, terutama ketika seseorang sudah memiliki demensia, karena gejala dapat tumpang tindih.

Dokter sering kali mulai dengan berbicara dengan pasien dan keluarganya atau pengasuh untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang keadaan mental biasanya dan bagaimana hal-hal berubah. Ini membantu menetapkan garis dasar.

Untuk delirium, fokusnya adalah pada perubahan yang tiba-tiba. Dokter mencari:

  • Onset akut: Apakah kebingungan dimulai tiba-tiba, dalam hitungan jam atau hari?

  • Kursus yang berfluktuasi: Apakah tingkat kewaspadaan dan kebingungan seseorang berubah sepanjang hari?

  • Kurangnya perhatian: Apakah sulit bagi mereka untuk fokus atau tetap berpegang pada topik?

  • Pemikiran yang tidak teratur atau kesadaran yang berubah: Apakah pemikiran mereka kacau, atau apakah kesadaran mereka tentang lingkungan berbeda?

Alat seperti Confusion Assessment Method (CAM) sering digunakan untuk membantu mengidentifikasi fitur kunci dari delirium ini. Kadang-kadang, versi yang lebih pendek seperti 3-Minute Diagnostic Assessment (3D-CAM) digunakan untuk skrining yang lebih cepat.

Untuk mendiagnosis demensia, evaluasinya biasanya lebih rinci dan melihat penurunan kognitif yang signifikan yang mempengaruhi kehidupan sehari-hari. Ini sering melibatkan pengujian ilmu saraf yang komprehensif yang menilai berbagai fungsi mental seperti memori, bahasa, pemecahan masalah, dan perhatian dalam jangka waktu yang lebih lama. Tujuannya adalah untuk melihat apakah ada penurunan yang terus-menerus yang bukan disebabkan oleh kondisi sementara seperti delirium.

Selain penilaian kognitif ini, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik dan memesan tes untuk menyingkirkan atau mengidentifikasi penyebab yang mendasarinya. Ini bisa termasuk:

  • Tes darah dan urine: Untuk memeriksa adanya infeksi, ketidakseimbangan elektrolit, masalah ginjal atau hati, atau masalah metabolik lainnya.

  • Tinjauan obat: Untuk melihat apakah ada obat yang diresepkan dapat berkontribusi terhadap perubahan kognitif.

  • Studi pencitraan: Seperti MRI atau CT scan otak, yang dapat membantu mengidentifikasi perubahan struktural, stroke, atau kelainan lainnya. Dalam beberapa kasus, EEG mungkin digunakan untuk memeriksa adanya aktivitas kejang.


Kerangka Manajemen dan Prospek Pemulihan untuk Delirium dan Demensia

Mengelola delirium dan demensia melibatkan strategi yang berbeda, meskipun sering tumpang tindih, terutama ketika delirium terjadi pada seseorang dengan demensia yang sudah ada. Tujuan utama untuk delirium adalah mengidentifikasi dan mengobati penyebab yang mendasarinya, karena ini sering kali merupakan keadaan sementara.

Ini memerlukan upaya yang cepat dan terkoordinasi dari tenaga kesehatan. Perawatan biasanya berfokus pada perawatan pendukung, seperti memastikan hidrasi, nutrisi, dan tidur yang memadai, sambil juga menangani infeksi, ketidakseimbangan metabolik, atau efek samping obat yang mungkin berkontribusi.

Untuk demensia, pendekatannya berbeda. Karena sebagian besar bentuk dari demensia adalah progresif dan tidak dapat diubah, manajemen berpusat pada memperlambat kemajuan di mana mungkin dan mendukung kualitas hidup individu.

Ini dapat mencakup obat-obatan yang disetujui untuk jenis demensia tertentu, seperti penyakit Alzheimer, yang dapat membantu mengelola gejala untuk sementara waktu. Selain obat, terapi seperti rangsangan kognitif, olahraga fisik, dan mempertahankan keterlibatan sosial penting.

Prospek untuk delirium umumnya baik jika penyebab yang mendasarinya ditemukan dan diobati segera; banyak pasien dapat kembali ke baseline kognitif mereka sebelumnya. Demensia, bagaimanapun, adalah kondisi kronis dengan penurunan progresif, yang berarti fokusnya adalah pada perawatan dan dukungan jangka panjang daripada menyembuhkan. Diagnosis dini dan akurat adalah kunci untuk menerapkan rencana manajemen yang paling efektif untuk kedua kondisi tersebut.

Aspek kunci manajemen meliputi:

  • Manajemen Delirium: Berfokus pada mengidentifikasi dan mengobati faktor-faktor penyebab, menyediakan lingkungan yang aman dan mendukung, dan memantau perubahan.

  • Manajemen Demensia: Melibatkan perawatan farmakologis (untuk jenis tertentu), intervensi non-farmakologis seperti terapi kognitif dan fisik, serta perencanaan untuk kebutuhan perawatan masa depan.

  • Kolaborasi Interprofesional: Tim perawatan kesehatan, termasuk dokter, perawat, apoteker, dan terapis, bekerja sama untuk menilai, mengobati, dan mendukung pasien, terutama ketika kedua kondisi ada.


Pikiran Akhir tentang Membedakan Delirium dan Demensia

Sangat penting untuk diingat bahwa delirium dan demensia bukanlah hal yang sama, meskipun kadang-kadang dapat terlihat mirip.

Delirium cenderung muncul dengan cepat, sering karena sesuatu yang lain sedang terjadi seperti infeksi atau masalah obat, dan seringkali dapat membaik. Demensia, di sisi lain, biasanya berkembang perlahan-lahan seiring waktu dan merupakan perubahan jangka panjang pada otak.


Pertanyaan yang Sering Diajukan


Apa perbedaan utama antara delirium dan demensia?

Perbedaan terbesar adalah seberapa cepat masalahnya dimulai. Delirium datang tiba-tiba, seperti dalam beberapa jam atau hari, dan seringkali merupakan tanda masalah sementara. Demensia berkembang dengan lambat selama beberapa bulan atau tahun dan biasanya disebabkan oleh perubahan yang berlangsung lama di otak.


Bisakah seseorang memiliki delirium dan demensia pada waktu yang sama?

Ya, cukup umum bagi seseorang yang sudah memiliki demensia untuk mengalami delirium. Ketika ini terjadi, ini disebut 'delirium superimposed on dementia.' Gejala delirium ditambahkan di atas gejala demensia yang sudah ada.


Mengapa delirium dianggap sebagai keadaan darurat medis?

Delirium dianggap sebagai keadaan darurat karena seringkali menandakan masalah medis mendasar yang serius dan memerlukan perhatian segera. Jika tidak segera ditangani, ini bisa menyebabkan masalah kesehatan yang lebih buruk atau bahkan mengancam jiwa, terutama pada orang dewasa yang lebih tua.


Seberapa cepat delirium berkembang dibandingkan dengan demensia?

Delirium biasanya muncul sangat cepat, sering dalam beberapa jam hingga beberapa hari. Demensia, di sisi lain, berkembang sangat lambat, memerlukan beberapa bulan atau bahkan bertahun-tahun untuk menjadi terlihat.


Apa arti 'sundowning'?

Sundowning mengacu pada peningkatan kebingungan dan agitasi yang sering terjadi pada sore hari atau malam hari. Ini umum pada orang dengan demensia, dan meskipun bisa terjadi dengan delirium, ini bukan fitur utama.


Apa saja tanda-tanda bahwa seseorang tidak lagi dapat memperhatikan?

Jika seseorang kesulitan untuk fokus atau tetap pada topik selama percakapan, mudah teralihkan, atau tampak sering menghilang, mereka mungkin mengalami masalah dengan perhatian. Ini adalah tanda kunci yang sering terlihat pada delirium.


Bagaimana saya bisa membedakan antara kehilangan memori pada demensia dan disorientasi pada delirium?

Kehilangan memori pada demensia biasanya merupakan penurunan yang lambat dari waktu ke waktu, mempengaruhi kejadian terbaru lebih banyak. Disorientasi pada delirium lebih mendadak dan dapat berubah banyak sepanjang hari; seseorang mungkin tahu di mana mereka berada satu menit dan sepenuhnya bingung berikutnya.


Apa saja jenis delirium yang berbeda?

Delirium dapat berupa hiperaktif (gelisah, gelisah, melihat hal-hal yang tidak ada), hipoaktif (pendiam, menarik diri, mengantuk), atau campuran keduanya. Jenis hiperaktif dan campuran lebih umum pada orang dewasa yang lebih tua.


Apa yang bisa menyebabkan delirium?

Delirium sering disebabkan oleh masalah fisik sementara seperti infeksi (seperti ISK), dehidrasi, obat-obatan tertentu, rasa sakit, atau bahkan sembelit. Ini adalah reaksi tubuh terhadap stresor.


Apa yang menyebabkan demensia?

Demensia biasanya disebabkan oleh kerusakan atau perubahan jangka panjang di otak, seperti yang terlihat pada penyakit Alzheimer atau stroke. Perubahan ini biasanya permanen.


Bagaimana dokter menentukan apakah itu delirium atau demensia?

Dokter menggunakan kombinasi metode. Mereka berbicara dengan pasien dan keluarga mereka tentang kapan gejala dimulai dan bagaimana mereka berubah. Mereka juga melakukan pemeriksaan fisik dan kadang-kadang tes kognitif untuk melihat bagaimana seseorang berpikir dan mengingat.


Dapatkah delirium disembuhkan atau dibalik?

Ya, delirium seringkali dapat dibalik. Kuncinya adalah menemukan dan mengobati penyebab yang mendasarinya, seperti infeksi atau efek samping obat. Setelah penyebabnya diperbaiki, kebingungan biasanya hilang. Demensia, bagaimanapun, umumnya tidak dapat dipulihkan.

Emotiv adalah pemimpin neuroteknologi yang membantu memajukan penelitian ilmu saraf melalui alat EEG dan data otak yang dapat diakses.

Emotiv

Terbaru dari kami

Pengobatan ADHD

Menemukan cara terbaik untuk mengelola ADHD bisa terasa berat. Ada berbagai jalur yang bisa Anda ambil, dan apa yang bekerja untuk satu orang mungkin tidak cocok untuk orang lain.

Artikel ini melihat berbagai perawatan ADHD yang tersedia, bagaimana mereka dapat membantu, dan bagaimana menemukan rencana yang sesuai untuk Anda atau anak Anda. Kami akan membahas segala sesuatu mulai dari obat-obatan hingga perubahan gaya hidup, dan bagaimana pendekatan ini dapat digunakan pada berbagai usia.

Baca artikel

ADD vs ADHD: Apa Perbedaannya Hari Ini

Anda mungkin pernah mendengar istilah ADD dan ADHD digunakan secara bergantian, terkadang bahkan dalam percakapan yang sama. Kebingungan itu masuk akal karena bahasa seputar gejala yang terkait dengan perhatian telah berubah seiring waktu, dan ucapan sehari-hari belum sepenuhnya mengikuti terminologi klinis. Apa yang masih banyak orang sebut sebagai ADD kini dipahami sebagai bagian dari diagnosis yang lebih luas.

Artikel ini menjelaskan apa yang biasanya dimaksud orang ketika mereka mengatakan "gejala ADD" hari ini, bagaimana hal itu sesuai dengan presentasi ADHD modern, dan seperti apa sebenarnya proses diagnosis dalam kehidupan nyata. Ini juga mencakup bagaimana ADHD dapat muncul berbeda di berbagai usia dan gender, sehingga diskusi tidak berkurang menjadi stereotip tentang siapa yang "cukup hiperaktif" untuk memenuhi syarat.

Baca artikel

Gangguan Otak

Otak kita adalah organ yang kompleks. Ini bertanggung jawab atas segala yang kita lakukan, pikirkan, dan rasakan. Tetapi kadang-kadang, ada yang salah, dan itulah saat kita berbicara tentang gangguan otak. 

Artikel ini akan melihat apa itu gangguan otak, apa yang menyebabkannya, dan bagaimana dokter mencoba membantu orang menghadapinya. 

Baca artikel

Ilmu Kesehatan Otak

Menjaga otak Anda penting di setiap usia. Otak Anda mengontrol segala sesuatu yang Anda lakukan, mulai dari berpikir dan mengingat hingga bergerak dan merasakan. Membuat pilihan cerdas sekarang dapat membantu melindungi kesehatan otak Anda di masa depan. Tidak pernah terlalu dini atau terlalu terlambat untuk mulai membangun kebiasaan yang mendukung otak yang sehat.

Artikel ini akan menjelajahi apa arti kesehatan otak, bagaimana hal itu dinilai, dan apa yang dapat Anda lakukan untuk menjaga otak Anda dalam kondisi baik.

Baca artikel