Tantang ingatan Anda! Mainkan permainan N-Back baru di Aplikasi Emotiv

  • Tantang ingatan Anda! Mainkan permainan N-Back baru di Aplikasi Emotiv

  • Tantang ingatan Anda! Mainkan permainan N-Back baru di Aplikasi Emotiv

Cari topik lainnya…

Cari topik lainnya…

Demensia frontotemporal, sering disebut FTD, adalah sekelompok gangguan otak yang mempengaruhi lobus frontal dan temporal. Bagian otak ini menangani kepribadian, perilaku, dan bahasa. Ketika seseorang memiliki FTD, area ini dapat menyusut, yang mengarah pada perubahan yang terlihat.

Ini berbeda dari Alzheimer, sering muncul pada usia yang lebih muda, biasanya antara 40 dan 65. FTD tidak seumum Alzheimer, yang membentuk sekitar 10-20% dari kasus demensia, tetapi memiliki dampak yang signifikan pada mereka yang terkena dampak.

Apa itu Frontotemporal Dementia (FTD)?

Frontotemporal Dementia, atau FTD, adalah sekelompok gangguan otak yang terutama mempengaruhi lobus frontal dan temporal. Bagian-bagian otak ini penting untuk mengelola kepribadian, perilaku, dan bahasa.

Dalam FTD, area-area ini dapat menyusut, sebuah proses yang disebut atrofi. Gejala yang muncul sangat bergantung pada bagian otak mana yang terpengaruh.

FTD sering disalahartikan sebagai masalah kesehatan mental atau penyakit Alzheimer. Namun, biasanya mempengaruhi orang pada usia yang lebih muda, sering antara 40 dan 65 tahun, meskipun bisa terjadi lebih lambat. Ini menyumbang sekitar 10% hingga 20% dari semua kasus demensia.


FTD vs. Penyakit Alzheimer

Meskipun FTD dan penyakit Alzheimer adalah bentuk demensia, keduanya berbeda dalam beberapa cara.

Penyakit Alzheimer umumnya mempengaruhi memori terlebih dahulu, dan biasanya dimulai lebih lambat dalam kehidupan. FTD, di sisi lain, sering dimulai dengan perubahan perilaku atau bahasa dan cenderung muncul lebih awal.

Bagian otak yang paling terpengaruh juga berbeda; Alzheimer biasanya mempengaruhi hippocampus dan area lain yang terlibat dalam memori, sedangkan FTD menargetkan lobus frontal dan temporal.

Berikut adalah sekilas beberapa perbedaan umum:

Fitur

Frontotemporal Dementia (FTD)

Penyakit Alzheimer

Usia Awal

Biasanya 40-65 tahun, bisa lebih awal atau lebih lambat

Biasanya di atas 65 tahun, bisa lebih awal

Gejala Utama

Perubahan perilaku, kesulitan bahasa

Kehilangan memori, penurunan kognitif

Area Otak

Lobus frontal dan temporal

Hippocampus, korteks serebral

Perkembangan

Bisa cepat, terutama dalam subtipe tertentu

Umumnya bertahap

Genetika

Hubungan genetik yang kuat dalam beberapa kasus (hingga 50%)

Faktor genetik berperan, tetapi kurang dominan


Jenis Frontotemporal Dementia


Varian Perilaku FTD (bvFTD)

Ini adalah jenis FTD yang paling umum. Dikenali dengan perubahan signifikan dalam kepribadian dan perilaku.

Orang dengan bvFTD mungkin mulai bertindak dengan cara yang tidak seperti biasanya bagi mereka. Perubahan ini sering muncul secara bertahap tetapi dapat menjadi sangat menonjol seiring waktu.

Perubahan perilaku umum meliputi:

  • Ketidakpantasan sosial: Ini bisa muncul sebagai mengatakan atau melakukan hal-hal yang dianggap tidak dapat diterima secara sosial, sering kali tanpa kesadaran tentang bagaimana hal tersebut memengaruhi orang lain.

  • Kehilangan empati: Kesulitan memahami atau berbagi perasaan orang lain.

  • Impulsif dan disinhibisi: Bertindak berdasarkan dorongan mendadak tanpa mempertimbangkan konsekuensinya, atau kurangnya pengekangan dalam berbicara dan bertindak.

  • Apatia: Kurangnya minat atau motivasi yang jelas, yang terkadang disalahartikan sebagai depresi.

  • Perilaku kompulsif atau repetitif: Melakukan tindakan seperti mengetuk, bertepuk tangan, atau mengulangi frasa berulang kali.

  • Perubahan kebiasaan makan: Ini mungkin melibatkan makan berlebihan, mengembangkan selera kuat terhadap makanan manis, atau bahkan makan benda yang bukan makanan.

  • Penurunan kebersihan pribadi: Mengabaikan perawatan diri dan kebersihan.


Aphasia Progresif Primer (PPA)

Aphasia Progresif Primer adalah sindrom neurologis di mana gejala utama melibatkan kesulitan bahasa. Berbeda dengan bentuk demensia lain di mana masalah bahasa mungkin muncul belakangan, pada PPA, mereka adalah tanda pertama dan paling menonjol. Seiring waktu, masalah kognitif dan perilaku lainnya dapat berkembang.

PPA lebih lanjut dibagi menjadi subtipe berdasarkan kesulitan bahasa spesifik:

  • Varian Semantik PPA (svPPA): Juga dikenal sebagai demensia semantik, tipe ini memengaruhi kemampuan memahami arti kata. Orang dengan svPPA mungkin kesulitan mengingat kata, menggunakan istilah yang lebih umum alih-alih yang spesifik (misalnya, menyebut 'kunci inggris' sebagai 'alat'), dan akhirnya melupakan tujuan dari objek yang dikenal. Ini dapat menyebabkan tantangan komunikasi yang signifikan dan hilangnya kemandirian dalam tugas harian.

  • Varian Non-Fluent/Agramatic PPA (nfvPPA): Subtipe ini terutama memengaruhi produksi bicara. Pasien dengan nfvPPA sering berbicara lambat, dengan jeda dan usaha yang terlihat. Kalimat mereka mungkin tidak benar secara gramatikal atau disederhanakan, terkadang digambarkan sebagai ujaran 'telegrafis'. Menemukan kata yang tepat juga bisa menjadi perjuangan.

  • Varian Logopenik PPA (lvPPA): Meskipun terkadang digabungkan dengan PPA, lvPPA sering dikaitkan dengan patologi penyakit Alzheimer daripada FTD biasa. Ini ditandai dengan kesulitan dalam menemukan kata-kata tertentu dan seringnya jeda dalam berbicara sambil mencari kata.

Penting dicatat, beberapa pasien mungkin tidak cocok sepenuhnya dengan kategori ini dan menerima diagnosis PPA campuran atau atipikal.


Gejala Frontotemporal Dementia

Frontotemporal Dementia mempengaruhi orang yang berbeda dengan cara yang berbeda, tetapi gejalanya umumnya jatuh ke dalam beberapa kategori utama. Gejala-gejala ini cenderung memburuk seiring waktu, biasanya dalam beberapa tahun. Umum bagi individu dengan FTD mengalami kombinasi dari jenis gejala ini.


Perubahan Perilaku

Lanskap perilaku Frontotemporal Dementia (FTD) didefinisikan oleh erosi mendalam dari "otak sosial." Meskipun tahap awal mungkin tampak seperti perubahan kepribadian sederhana, perkembangan sering kali mengungkapkan kerusakan mendasar dalam regulasi eksekutif dan emosional.

Ini terwujud sebagai penyimpangan yang mencolok dari baseline individu, di mana "rem" internal yang mengatur perilaku sosial mulai gagal. Akibatnya, seseorang dapat berinteraksi dengan dunia dengan kurangnya kendali yang terlihat, membuat pilihan atau komentar yang tampak sangat tidak pantas bagi orang-orang di sekitar mereka, seringkali tanpa kesadaran akan gesekan sosial yang mereka sebabkan.

Neurodegenerasi ini meluas ke bidang penilaian dan hubungan interpersonal. Kehilangan empati adalah hasil klinis dari ketidakmampuan otak untuk memproses dan mencerminkan keadaan emosional orang lain, seringkali menyebabkan kesan dingin.

Di luar defisit sosial ini, kondisi ini sering memicu kompulsif dan perubahan fisiologis. Ini dapat berkisar dari perilaku motorik repetitif—seperti mengetuk atau bertepuk tangan secara ritmis—hingga perubahan total preferensi diet.

Dalam banyak kasus, pasien mengembangkan ketertarikan yang kuat pada karbohidrat dan makanan manis, atau dalam kasus yang lebih parah, kecenderungan berbahaya untuk memasukkan benda bukan makanan, mencerminkan gangguan mendalam pada pusat hadiah dan kenyang otak.


Kesulitan Bahasa

Jenis-jenis FTD tertentu, khususnya Aphasia Progresif Primer, terutama mempengaruhi bahasa. Kesulitan-kesulitan ini dapat terwujud dengan berbagai cara:

  • Kesulitan menemukan kata yang tepat: Kesulitan mengingat kata-kata spesifik selama percakapan.

  • Salah menggunakan kata-kata: Menggantikan kata spesifik dengan istilah yang lebih umum (mis., menyebut pena sebagai "tongkat menulis").

  • Kehilangan arti kata: Melupakan apa arti kata atau bagaimana menggunakannya.

  • Ucapan ragu atau disederhanakan: Berbicara dengan kalimat pendek, sering kali dalam dua kata, terkadang digambarkan sebagai ujaran "telegrafis".

  • Kesalahan tata bahasa: Kesulitan menyusun kalimat yang benar secara tata bahasa.


Gejala Motorik

Meskipun kurang umum dibandingkan dengan perubahan perilaku atau bahasa, beberapa bentuk FTD yang lebih jarang dapat menyebabkan masalah motorik. Gejala-gejala ini kadang-kadang bisa mirip dengan yang terlihat pada penyakit Parkinson atau Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS) dan mungkin termasuk:

  • Kekakuan atau kekerasan otot.

  • Gemetar.

  • Kedutan atau kejang otot.

  • Koordinasi yang buruk.

  • Kesulitan menelan.

  • Kelemahan otot.

  • Tampilan emosional yang tidak biasa, seperti tertawa atau menangis pada waktu yang tidak tepat.

  • Masalah keseimbangan, yang mengakibatkan jatuh atau kesulitan berjalan.


Penyebab dan Faktor Risiko FTD

Alasan pasti mengapa FTD dimulai tidak selalu jelas. Dipahami bahwa FTD melibatkan penyusutan atau atrofi lobus frontal dan temporal otak. Area otak ini penting untuk mengelola kepribadian, perilaku, dan bahasa.

Dalam banyak kasus, perubahan yang menyebabkan FTD terjadi tanpa penyebab yang diketahui, yang disebut FTD sporadis. Ini menyumbang sebagian besar kasus FTD.

Namun, sejumlah kasus FTD bersifat turun-temurun. Ini dikenal sebagai FTD familial. Perubahan genetik spesifik telah diidentifikasi yang dapat menyebabkan FTD. Tautan genetik paling umum melibatkan mutasi dalam dua gen:

  • Gen MAPT: Gen ini memberikan instruksi untuk membuat protein yang disebut tau. Protein tau penting untuk struktur dan fungsi sel saraf. Perubahan dalam gen MAPT dapat menyebabkan penumpukan protein tau abnormal di otak.

  • Gen Progranulin (PGRN): Mutasi dalam gen ini dapat mengakibatkan tingkat protein progranulin yang lebih rendah, yang berperan dalam perbaikan sel dan peradangan. FTD yang dikaitkan dengan mutasi PGRN biasanya tidak melibatkan patologi tau tetapi lebih sering mengakibatkan akumulasi protein lainnya.

Lebih jarang, mutasi dalam gen lain seperti CHMP2B juga telah dikaitkan dengan FTD. Penting untuk dicatat bahwa beberapa perubahan genetik yang ditemukan dalam FTD juga terlihat pada ALS, yang menunjukkan koneksi antara kondisi ini.

Ketika mempertimbangkan faktor risiko, riwayat keluarga demensia, termasuk FTD, adalah risiko paling signifikan yang dikenal. Selain genetik dan riwayat keluarga, tidak ada faktor risiko lain yang diakui secara luas untuk mengembangkan FTD. Penyakit ini sering dimulai pada usia yang lebih muda dibandingkan dengan penyakit Alzheimer, biasanya antara 40 dan 65 tahun, meskipun dapat terjadi lebih awal atau lambat.


Diagnosis Frontotemporal Dementia

Mendiagnosis FTD bisa rumit karena gejalanya sering tumpang tindih dengan kondisi lain, termasuk penyakit Alzheimer dan gangguan psikiatri. Proses diagnostik yang menyeluruh biasanya melibatkan beberapa langkah untuk mengesampingkan kemungkinan lain dan mengidentifikasi jenis FTD yang spesifik.

Perjalanan diagnostik sering dimulai dengan sejarah medis yang rinci dan pemeriksaan neurologis. Ini membantu dokter memahami perkembangan gejala, menilai fungsi kognitif, dan memeriksa tanda fisik apa pun yang mungkin mengarah ke FTD.

Karena FTD memengaruhi perilaku dan kepribadian sejak dini, masukan dari anggota keluarga atau teman dekat sering diminta untuk memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang perubahan yang mungkin tidak disadari oleh individu itu sendiri.

Beberapa alat dan tes digunakan untuk membantu diagnosis:

  • Pengujian neuropsikologis: Tes-tes ini mengevaluasi berbagai kemampuan kognitif, seperti memori, perhatian, bahasa, dan fungsi eksekutif (seperti perencanaan dan pemecahan masalah). Ini dapat membantu membedakan FTD dari demensia lainnya.

  • Brain imaging: Teknik seperti MRI (Magnetic Resonance Imaging) atau PET (Positron Emission Tomography) dapat mengungkap pola atrofi otak atau perubahan aktivitas otak yang merupakan karakteristik FTD. MRI sangat berguna untuk memvisualisasikan penyusutan lobus frontal dan temporal.

  • Tes darah dan analisis cairan serebrospinal (CSF): Meskipun tidak ada biomarker spesifik untuk FTD, tes ini dapat membantu menyingkirkan kondisi lain yang mungkin menyebabkan gejala serupa, seperti infeksi atau defisiensi vitamin.

  • Pengujian genetik: Dalam kasus di mana ada riwayat keluarga FTD, tes genetik dapat dipertimbangkan untuk mengidentifikasi mutasi gen spesifik yang terkait dengan kondisi ini, seperti yang ada dalam gen MAPT atau PGRN.

Penting untuk dicatat bahwa diagnosis definitif FTD hanya dapat dikonfirmasi melalui pemeriksaan post-mortem jaringan otak. Namun, kombinasi evaluasi klinis, pengujian kognitif, dan neuroimaging memungkinkan diagnosis yang sangat akurat selama hidup seseorang.


Perawatan dan Manajemen FTD

Saat ini, tidak ada obat untuk FTD. Strategi perawatan dan manajemen berfokus pada mengatasi gejala dan meningkatkan kualitas hidup pasien dan pengasuh mereka. Karena FTD adalah kondisi progresif, perawatan yang berkelanjutan dan penyesuaian dukungan biasanya diperlukan.

Obat-obatan dapat dipertimbangkan untuk membantu mengelola gejala perilaku dan psikologis tertentu yang terkait dengan FTD. Misalnya, antidepresan mungkin diresepkan untuk perubahan suasana hati atau perilaku obsesif, sementara obat antipsikotik dapat digunakan dengan hati-hati untuk agitasi atau agresi yang parah, meskipun penggunaannya memerlukan pengawasan yang cermat karena efek samping yang mungkin. Penting untuk dicatat bahwa obat-obatan tidak memperlambat atau menghentikan perkembangan FTD itu sendiri.

Pendekatan non-farmakologis juga merupakan bagian penting dari manajemen FTD. Strategi-strategi ini sering melibatkan penciptaan lingkungan yang mendukung dan terstruktur. Elemen kunci termasuk:

  • Intervensi Perilaku: Mengembangkan rutinitas, menyederhanakan tugas, dan memberikan komunikasi yang jelas dapat membantu mengurangi kebingungan dan ketegangan. Modifikasi lingkungan, seperti menghapus potensi bahaya atau mengurangi overstimulasi, juga dapat bermanfaat.

  • Strategi Komunikasi: Mengadaptasi metode komunikasi sesuai kemampuan individu sangat penting. Ini mungkin melibatkan penggunaan kalimat yang lebih pendek, memberi lebih banyak waktu untuk tanggapan, dan menggunakan alat bantu visual.

  • Dukungan bagi Pengasuh: Anggota keluarga dan pengasuh memainkan peran penting. Mendukung pengasuh tentang FTD, memberikan dukungan emosional, dan menghubungkan mereka dengan sumber daya seperti kelompok dukungan dan perawatan jeda sangat penting untuk kesejahteraan mereka dan kemampuan mereka untuk memberikan perawatan.

Evaluasi medis secara teratur penting untuk memantau perkembangan FTD dan menyesuaikan rencana manajemen sesuai kebutuhan. Sementara penelitian neurosains tentang potensi perawatan yang memodifikasi penyakit sedang berlangsung, fokus saat ini tetap pada perawatan suportif dan manajemen gejala.


Garis Bawah: Apa yang Perlu Anda Tahu tentang FTD

Frontotemporal dementia, atau FTD, adalah kondisi kompleks yang memengaruhi bagian frontal dan temporal otak. Ini tidak umum seperti Alzheimer, tetapi sering muncul lebih awal dalam hidup, biasanya antara 40 dan 65 tahun.

FTD dapat sangat mengubah cara seseorang bertindak dan berkomunikasi, kadang-kadang membuat mereka tampak tidak pantas secara sosial atau kesulitan mencari kata yang tepat. Karena bisa tampak seperti masalah lain, kadang-kadang didiagnosis salah.

Meskipun kami mengetahui beberapa hubungan genetik, bagi banyak orang, penyebab pastinya tidak jelas. Penelitian sedang berlangsung untuk lebih memahami FTD, menemukan cara untuk mendiagnosisnya lebih awal, dan mengembangkan perawatan untuk membantu mereka yang terkena dan keluarga mereka mengelola penyakit yang menantang ini.


Referensi

  1. Ferrari, R., Hernandez, D. G., Nalls, M. A., Rohrer, J. D., Ramasamy, A., Kwok, J. B., ... & Rollin, A. (2014). Frontotemporal dementia and its subtypes: a genome-wide association study. The Lancet Neurology, 13(7), 686-699. https://doi.org/10.1016/S1474-4422(14)70065-1


Pertanyaan yang Sering Diajukan


Apa itu Frontotemporal Dementia (FTD)?

Frontotemporal Dementia, atau FTD, adalah sekelompok gangguan otak yang terutama mempengaruhi bagian depan dan samping otak Anda. Bagian ini mengendalikan kepribadian, perilaku, dan bahasa Anda. Ketika seseorang memiliki FTD, area otak ini dapat menyusut, yang mengarah pada perubahan dalam cara mereka bertindak, berbicara, atau berpikir.


Bagaimana FTD berbeda dari penyakit Alzheimer?

FTD dan penyakit Alzheimer keduanya adalah jenis demensia, tetapi mereka mempengaruhi otak secara berbeda. FTD biasanya dimulai pada usia yang lebih muda, sering antara 40 dan 65 tahun, sedangkan Alzheimer lebih umum pada orang dewasa yang lebih tua. FTD terutama mempengaruhi perilaku dan bahasa terlebih dahulu, sedangkan Alzheimer sering dimulai dengan kehilangan memori.


Apa jenis utama dari FTD?

Ada dua jenis utama FTD. Satu disebut Varian Perilaku FTD (bvFTD), di mana orang mengalami perubahan signifikan dalam kepribadian dan perilaku mereka. Yang lain adalah Aphasia Progresif Primer (PPA), yang terutama mempengaruhi kemampuan seseorang untuk menggunakan dan memahami bahasa.


Perubahan perilaku apa yang terjadi dengan FTD?

Orang dengan FTD mungkin mulai bertindak dengan cara yang tidak biasa atau tidak pantas. Mereka bisa menjadi kurang sensitif terhadap perasaan orang lain, bertindak tanpa berpikir, kehilangan hambatan mereka, atau menjadi tidak tertarik pada hal-hal yang dulu mereka nikmati. Kadang-kadang, mereka mungkin melakukan tindakan berulang atau mengabaikan kebersihan pribadi mereka.


Apa masalah bahasa dalam FTD?

Dalam FTD, terutama dalam Aphasia Progresif Primer (PPA), orang mengalami kesulitan dengan berbicara dan memahami kata-kata. Mereka mungkin kesulitan menemukan kata-kata yang tepat, lupa untuk apa benda-benda umum digunakan, atau berbicara dalam kalimat yang lebih pendek dan lebih sederhana. Ucapan mereka mungkin terdengar ragu atau berantakan.


Bisakah FTD menyebabkan masalah gerakan fisik?

Ya, dalam beberapa jenis FTD yang lebih jarang, orang mungkin mengembangkan masalah gerakan. Ini dapat mencakup hal-hal seperti kekakuan, gerakan lambat, kedutan otot, masalah keseimbangan, atau kesulitan menelan, mirip dengan gejala yang terlihat pada penyakit Parkinson atau ALS.


Apa yang menyebabkan FTD?

Penyebab pasti dari FTD sering tidak diketahui. Namun, ini melibatkan penyusutan lobus frontal dan temporal otak. Dalam beberapa kasus, FTD bisa diturunkan dalam keluarga karena perubahan gen spesifik, tetapi sebagian besar kasus terjadi tanpa riwayat keluarga yang dikenal.


Bagaimana FTD diobati atau dikelola?

Saat ini, tidak ada obat untuk FTD. Perawatan berfokus pada mengelola gejala dan meningkatkan kualitas hidup. Ini dapat melibatkan obat-obatan untuk membantu gejala perilaku, terapi wicara dan bahasa, terapi okupasi untuk membantu tugas sehari-hari, dan dukungan kuat untuk orang dengan FTD dan pengasuh mereka.

Emotiv adalah pemimpin neuroteknologi yang membantu memajukan penelitian ilmu saraf melalui alat EEG dan data otak yang dapat diakses.

Emotiv

Terbaru dari kami

Pengobatan ADHD

Menemukan cara terbaik untuk mengelola ADHD bisa terasa berat. Ada berbagai jalur yang bisa Anda ambil, dan apa yang bekerja untuk satu orang mungkin tidak cocok untuk orang lain.

Artikel ini melihat berbagai perawatan ADHD yang tersedia, bagaimana mereka dapat membantu, dan bagaimana menemukan rencana yang sesuai untuk Anda atau anak Anda. Kami akan membahas segala sesuatu mulai dari obat-obatan hingga perubahan gaya hidup, dan bagaimana pendekatan ini dapat digunakan pada berbagai usia.

Baca artikel

ADD vs ADHD: Apa Perbedaannya Hari Ini

Anda mungkin pernah mendengar istilah ADD dan ADHD digunakan secara bergantian, terkadang bahkan dalam percakapan yang sama. Kebingungan itu masuk akal karena bahasa seputar gejala yang terkait dengan perhatian telah berubah seiring waktu, dan ucapan sehari-hari belum sepenuhnya mengikuti terminologi klinis. Apa yang masih banyak orang sebut sebagai ADD kini dipahami sebagai bagian dari diagnosis yang lebih luas.

Artikel ini menjelaskan apa yang biasanya dimaksud orang ketika mereka mengatakan "gejala ADD" hari ini, bagaimana hal itu sesuai dengan presentasi ADHD modern, dan seperti apa sebenarnya proses diagnosis dalam kehidupan nyata. Ini juga mencakup bagaimana ADHD dapat muncul berbeda di berbagai usia dan gender, sehingga diskusi tidak berkurang menjadi stereotip tentang siapa yang "cukup hiperaktif" untuk memenuhi syarat.

Baca artikel

Gangguan Otak

Otak kita adalah organ yang kompleks. Ini bertanggung jawab atas segala yang kita lakukan, pikirkan, dan rasakan. Tetapi kadang-kadang, ada yang salah, dan itulah saat kita berbicara tentang gangguan otak. 

Artikel ini akan melihat apa itu gangguan otak, apa yang menyebabkannya, dan bagaimana dokter mencoba membantu orang menghadapinya. 

Baca artikel

Kesehatan Otak

Menjaga otak Anda penting di setiap usia. Otak Anda mengontrol segala sesuatu yang Anda lakukan, mulai dari berpikir dan mengingat hingga bergerak dan merasakan. Membuat pilihan cerdas sekarang dapat membantu melindungi kesehatan otak Anda di masa depan. Tidak pernah terlalu dini atau terlalu terlambat untuk mulai membangun kebiasaan yang mendukung otak yang sehat.

Artikel ini akan menjelajahi apa arti kesehatan otak, bagaimana hal itu dinilai, dan apa yang dapat Anda lakukan untuk menjaga otak Anda dalam kondisi baik.

Baca artikel