Mengapa Penting untuk Mengetahui Otak Anda? - Emotiv

Mengapa Penting untuk Mengenal Otak Anda?

Mehul Nayak

Diperbarui pada

31 Mar 2022

Mengapa Penting untuk Mengetahui Otak Anda? - Emotiv

Mengapa Penting untuk Mengenal Otak Anda?

Mehul Nayak

Diperbarui pada

31 Mar 2022

Mengapa Penting untuk Mengetahui Otak Anda? - Emotiv

Mengapa Penting untuk Mengenal Otak Anda?

Mehul Nayak

Diperbarui pada

31 Mar 2022

Otak kita adalah bagian tubuh kita yang paling kompleks, yang mengendalikan segalanya mulai dari kecerdasan dan kognisi hingga manajemen perilaku. Meskipun beratnya hanya tiga pon, otak adalah menara kendali bagi bagian tubuh lainnya.

Otak sangat penting bagi berfungsinya tubuh sehingga ia mulai matang sebelum lahir. Menariknya, otak tidak matang pada tingkat kecepatan yang sama pada setiap orang. Namun, hal itu tidak terlalu mengejutkan.

Tubuh kita tumbuh secara berbeda. Dari kematangan emosional hingga pubertas, kita mencapai tahap yang berbeda dengan tingkat kecepatan yang berbeda pula. Jadi, sangat masuk akal jika otak kita juga berbeda. Hal itu pasti membuat Anda penasaran tentang cara kerja otak Anda dan bagaimana perbedaannya dengan otak orang lain.

Berikut adalah gambaran umum tentang mengapa penting untuk mengenal otak Anda dan bagaimana pengetahuan ini dapat memberdayakan Anda.

Mengapa Harus Mempelajari Otak Anda

Sistem saraf kita terdiri dari sejumlah sel, yang disebut neuron, yang membentuk unit fungsional utama otak. Semua ingatan, perasaan, sensasi, dan gerakan dalam tubuh dihasilkan dari aliran sinyal melalui neuron dengan fungsi, bentuk, dan ukuran yang berbeda.

Rata-rata, otak manusia terdiri dari 80 hingga 90 miliar neuron. Selain neuron, otak juga mengandung glia - sel khusus yang melindungi neuron.

Semua ingatan, perasaan, sensasi, dan gerakan dalam tubuh dihasilkan dari aliran sinyal melalui neuron dengan fungsi, bentuk, dan ukuran yang berbeda.

Para ilmuwan telah mempelajari banyak hal tentang otak dalam beberapa abad terakhir, termasuk sebagian besar struktur dan fungsinya. Penemuan-penemuan ini menunjukkan bahwa anatomi dasar otak serupa pada setiap orang.

Namun, pola koneksi dan interaksi neuronal bervariasi dari satu orang ke orang lain. Dari situlah variasi dalam perilaku manusia berasal. Sirkuit otak kita merombak dirinya sendiri seiring setiap pengalaman baru, menjadikan kita pribadi seperti sekarang ini.

Bagaimana kita masih bisa mengingat suatu peristiwa dari dua puluh tahun yang lalu? Bagaimana orang belajar menari balet atau memainkan selusin bola sekaligus? Semua pengalaman luar biasa ini dapat dikaitkan dengan otak.

Namun, otak begitu kompleks sehingga sulit untuk dipahami sepenuhnya. Para peneliti masih mencoba memahami berbagai bagian otak dan bagaimana bagian-bagian tersebut berperan dalam emosi, ingatan, kecerdasan, dan persepsi lainnya.

Untuk benar-benar memahami otak, kita perlu mengidentifikasi sel-sel komponennya dan mencirikan mereka berdasarkan konektivitas dan fungsinya. Faktanya, banyak pengobatan baru yang berasal dari pemahaman mendasar tentang cara neuron berinteraksi di dalam tubuh.

Salah satu metode paling awal untuk mempelajari otak adalah Elektroensefalogram (EEG). Pada tahun 1929, Hans Berger menempatkan sensor pada kulit kepala untuk merekam potensi listrik yang dihasilkan oleh neuron. Ini memberikan Insight pertama tentang aktivitas otak. Meskipun EEG awal ini merupakan rekaman analog yang belum sempurna, teknologi ini telah berkembang untuk memungkinkan digitalisasi data gelombang otak dan masih umum digunakan dalam berbagai skenario. Saat ini, psikologi kognitif dan sains otak lebih berbasis konteks. Kita sekarang memiliki alat yang memungkinkan kita untuk mempelajari kumpulan data guna memahami fungsi otak sehubungan dengan kondisi, lingkungan, pemicu, dan aktivitas tertentu - sesuatu yang sebelumnya tidak mungkin dilakukan.

Kontekstualisasi studi otak memungkinkan kita untuk memahami diri sendiri dan mempelajari bagaimana otak kita mengambil peran dalam interaksi kita dengan lingkungan sekitar.

Mengingat hal ini, ada banyak alasan bagi Anda untuk mempelajari otak Anda.

Meningkatkan Kemampuan Belajar

Selama bertahun-tahun, penelitian seputar kemampuan "belajar" otak telah membantu para pendidik merancang lingkungan belajar yang tidak hanya cocok untuk siswa tetapi juga memfasilitasi pembelajaran yang efektif.

Namun, pengetahuan ini tidak hanya berguna bagi para guru. Anda juga dapat menggunakannya secara individu untuk meningkatkan kesejahteraan kognitif Anda dan pada akhirnya meningkatkan kualitas hidup Anda.

Mari kita ambil contoh mempelajari hal-hal baru untuk menjelaskan hal ini secara mendetail.

Ketika Anda mempelajari sesuatu yang baru, banyak perubahan terjadi di otak Anda. Di antaranya, yang paling menonjol adalah pembentukan koneksi baru antar neuron - sebuah fenomena yang disebut neuroplastisitas.

Jika Anda terus melatih hal yang sama berulang-ulang, hubungan ini akan menjadi lebih kuat. Akibatnya, pesan antar neuron ditransmisikan dengan cepat. Bagaimana hal itu membantu Anda? Ini memungkinkan Anda untuk mengingat apa yang telah Anda pelajari dengan cara yang jauh lebih cepat dan lebih efisien.

Bagaimana Cara Meningkatkan Kognisi Anda?

Misalkan Anda sedang belajar menjahit. Ketika Anda masih pemula, Anda akan membutuhkan waktu berjam-jam, bahkan berhari-hari, untuk mempelajari jenis jahitan tertentu dan menyempurnakannya. Dengan latihan, itu akan menjadi kebiasaan alami bagi Anda.

Menariknya, hal sebaliknya juga berlaku. Ketika Anda berhenti berlatih, koneksi tersebut akan menjadi lebih lemah, dan Anda tidak akan efisien lagi dalam melakukan tugas tersebut.

Sebuah artikel Frontiers menjelaskan hal ini dengan menggunakan contoh jalan setapak di hutan yang dipenuhi tumbuhan. Pertama kali Anda berjalan melaluinya, Anda akan merasa kesulitan untuk mendorong dahan dan tumbuhan keluar dari jalan Anda.

Namun semakin sering Anda melewatinya, jalan tersebut akan menjadi semakin praktis karena Anda menyingkirkan dahan-dahan dari jalan Anda setiap kali Anda lewat. Setelah beberapa lama, akan tiba saatnya Anda tidak perlu menyingkirkan apa pun karena jalannya sudah bersih, sehingga Anda dapat berjalan melaluinya dengan mudah.

Anda dapat memberdayakan diri sendiri untuk meningkatkan kemampuan belajar Anda.

Namun, jika Anda berhenti melewati jalan setapak tersebut selama beberapa bulan atau tahun, tumbuhan akan tumbuh kembali. Jika Anda kembali ke jalan setapak itu, Anda harus memulainya dari awal lagi.

Namun, penting untuk dicatat bahwa beberapa koneksi saraf di otak menjadi sangat kuat sehingga tidak pernah hilang sepenuhnya, bahkan ketika tidak sering digunakan.

Dengan mengetahui informasi ini tentang otak Anda, Anda dapat memberdayakan diri sendiri untuk meningkatkan kemampuan belajar Anda. Anda sekarang tahu bahwa Anda perlu mempraktikkan suatu keterampilan atau hal baru untuk menyempurnakannya.

Bahkan lebih baik lagi, jika Anda menguji diri sendiri, Anda cenderung mengingat informasi yang telah Anda pelajari. Sebuah studi menunjukkan bahwa ketika Anda melakukan ujian atau tes, Anda mengingat informasi lebih banyak dibandingkan jika Anda hanya belajar. Artinya, mencoba memanggil kembali informasi membantu Anda mengingatnya lebih baik daripada sekadar melatihnya.

Misalkan Anda sedang mempelajari bahasa pemrograman baru. Tentu saja, mempraktikkannya akan membantu Anda belajar lebih cepat dan lebih baik. Namun jika Anda juga melakukan latihan coding online atau mengerjakan proyek di mana Anda secara aktif memanggil kembali informasi tersebut, maka Anda lebih mungkin untuk mempertahankan informasi yang telah Anda pelajari.

Membangun Resiliensi

Memahami cara kerja otak Anda juga akan membantu Anda membangun resiliensi. Menarik untuk dicatat bahwa resiliensi bukanlah sifat bawaan sejak lahir. Ini adalah proses berpikir dan serangkaian perilaku yang dapat Anda pelajari dan kembangkan seiring waktu.

Resiliensi itu penting karena memberi Anda kekuatan untuk mengatasi dan memproses kesulitan dalam hidup. Orang yang kurang memiliki resiliensi lebih rentan merasa kewalahan dan mengadopsi mekanisme koping yang tidak sehat.

Sementara itu, orang dengan resiliensi yang lebih tinggi dapat memanfaatkan sistem pendukung dan kekuatan mereka untuk menemukan jalan keluar dari masalah mereka dan mengatasi tragedi atau tantangan dalam hidup.

Tidak, mantra Instagram yang ditulis di latar belakang unik tidak akan membantu Anda di sini. Sebaliknya, Anda dapat menggunakan neuroplastisitas otak Anda untuk membangun pikiran yang resilien. Dengan melakukan itu, Anda meningkatkan seberapa baik Anda menangani stres.

Pertama-tama, mari kita pahami apa arti resiliensi sebenarnya. Resiliensi tidak berarti ketidakpedulian terhadap tragedi atau rasa sakit yang menghampiri Anda. Ini sebenarnya adalah proses beradaptasi di masa trauma, tragedi, atau kesulitan.

Sederhananya, ini adalah tindakan "bangkit kembali" setelah kejadian besar dalam hidup Anda, seperti kematian orang yang dicintai atau tantangan kesehatan. Namun resiliensi tidak sebanding dengan jumlah pembicara motivasi yang Anda dengarkan atau seberapa banyak Anda berdoa - meskipun hal-hal tersebut dapat membantu.

Resiliensi sangat berkaitan dengan aktivasi korteks prefrontal kiri otak Anda.

Penelitian Tentang Resiliensi dan Otak

Menurut Richard Davidson, seorang Profesor Psikologi dan Psikiatri di University of Wisconsin–Madison, jumlah aktivasi di wilayah otak ini pada orang yang resilien bisa tiga puluh kali lebih banyak daripada orang yang tidak resilien.

Dalam penelitian awalnya, Davidson menemukan bahwa jumlah sinyal dari korteks prefrontal ke amigdala menentukan kecepatan pemulihan otak seseorang dari rasa kesal.

Amigdala adalah wilayah di otak yang mendeteksi ancaman dan mengaktifkan respons lawan-atau-lari (fight-or-flight). Ketika ada peningkatan aktivitas di korteks prefrontal, ini memperpendek waktu yang dibutuhkan amigdala untuk diaktifkan.

Sementara itu, jika aktivitas di sisi kiri korteks prefrontal lebih sedikit, amigdala membutuhkan waktu lebih lama untuk merespons. Belakangan, Davidson melakukan penelitian yang lebih ekstensif menggunakan pemindaian MRI dan menemukan bahwa jumlah materi putih - akson yang menghubungkan neuron - antara amigdala dan korteks prefrontal berbanding lurus dengan resiliensi.

Secara sederhana, ini berarti jika Anda memiliki lebih banyak materi putih atau konektivitas yang lebih baik antara kedua wilayah tersebut, Anda lebih resilien. Hal sebaliknya juga berlaku.

Bagaimana Cara Membangun Otak yang Resilien?

Penelitian Profesor Davidson adalah contoh bagus tentang bagaimana kita dapat menggunakan pengetahuan tentang otak kita untuk meningkatkan diri kita sendiri. Sekarang, Anda tahu bahwa menciptakan koneksi yang lebih kuat antara amigdala dan korteks prefrontal akan membantu membuat Anda lebih resilien.

Anda dapat bekerja secara aktif untuk mencapai hal ini dengan mengadopsi kebiasaan dan perilaku yang akan membantu membangun otak yang resilien.

Jadi, Anda dapat bekerja secara aktif untuk mencapai hal ini dengan mengadopsi kebiasaan dan perilaku yang akan membantu membangun otak yang resilien. Berikut beberapa contohnya:

  • Latih Welas Asih: Welas asih terhadap diri sendiri tidak boleh disalahartikan dengan keangkuhan, kepuasan diri, atau mengasihani diri sendiri. Faktanya, ini adalah pengakuan positif atas kesalahan dan penderitaan Anda, yang pada akhirnya membantu Anda meresponsnya dengan pemahaman dan perhatian. Penelitian menemukan bahwa welas asih pada diri sendiri merupakan faktor penting dalam menentukan apakah peristiwa hidup yang tragis menjadi hambatan atau batu loncatan untuk melangkah maju dalam hidup.

  • Latih Kesadaran Penuh (Mindfulness): Sadar penuh berarti Anda menyadari kejadian-kejadian pada saat hal itu sedang terjadi. Dalam kesadaran penuh, Anda harus memfokuskan kesadaran Anda pada masa kini. Penelitian menunjukkan bahwa kesadaran penuh dapat menginduksi neuroplastisitas di otak. Akibatnya, ini dapat mengurangi degenerasi otak terkait usia, meningkatkan rentang perhatian, meningkatkan memori kerja Anda, dan meningkatkan fungsi kognitif.

  • Gunakan Rasa Syukur: Sebagai manusia, kita memiliki kecenderungan bawaan untuk memperhatikan dan fokus pada hal-hal negatif - sebuah fenomena yang disebut bias negatif. Sayangnya, karakteristik inheren ini sering kali membuat kita sulit untuk menjadi resilien dalam menghadapi tragedi. Namun rasa syukur adalah cara yang didukung secara ilmiah untuk mengatasi bias negatif ini dan menginternalisasi kebaikan dalam hidup Anda. Penelitian menunjukkan bahwa rasa syukur tidak hanya meningkatkan kesehatan Anda secara keseluruhan tetapi juga meningkatkan kualitas dan kuantitas tidur.

Meskipun ini bukan satu-satunya cara untuk membangun otak yang resilien, praktik-praktik ini membantu Anda meningkatkan konektivitas di otak Anda seiring waktu. Anda juga dapat mempraktikkan hal-hal lain, seperti kemurahan hati, motivasi, dan pembelajaran untuk meningkatkan resiliensi Anda.

Meningkatkan Fungsi Otak

Begitu Anda mulai memahami cara kerja otak Anda, Anda sebenarnya dapat meningkatkan fungsinya secara keseluruhan. Melalui latihan, Anda dapat mengembangkan keterampilan perencanaan, pengorganisasian, memori, dan perhatian.

Memori Kerja (Working Memory)

Memori kerja Anda adalah kemampuan otak untuk menyimpan informasi saat ia sedang memecahkan masalah. Misalnya, Anda membaca nomor dari buku telepon dan dapat menyimpannya cukup lama untuk memutarnya di ponsel Anda.

Namun, Anda akan melupakannya dalam satu jam.

Penelitian seputar otak menunjukkan bahwa memori kerja memiliki mekanisme dasar yang dapat dijelaskan melalui tiga tahap: penyimpanan, perhatian, dan kontrol.

Berbagai metodologi studi otak mengungkapkan bahwa ketiga mekanisme ini penting dalam menjelaskan bagaimana kapasitas memori kerja berbeda pada setiap individu. Tingkat memori kerja seseorang juga dikaitkan dengan pematangan otak.

Misalnya, anak-anak sekolah dasar hanya dapat mengikuti satu atau dua petunjuk sekaligus. Sementara itu, guru dapat memberikan daftar hal-hal yang harus dilakukan kepada siswa sekolah menengah, dan otak mereka akan mengingatnya.

Berikut adalah beberapa contoh yang menunjukkan bahwa Anda mungkin memiliki memori kerja yang lemah:

  • Anda ingin menjadi bagian dari percakapan, tetapi pada saat orang lain selesai berbicara, Anda lupa apa yang ingin Anda katakan.

  • Terus-menerus kehilangan dompet, kunci, dan ponsel Anda.

  • Anda berencana untuk melakukan suatu aktivitas tetapi lupa membawa perlengkapannya padahal Anda baru saja diingatkan beberapa menit yang lalu.

  • Anda harus membaca sebuah paragraf berkali-kali untuk mengingat informasinya.

Jika Anda mengalami salah satu dari hal-hal ini, kemungkinan besar Anda memiliki memori kerja yang lemah. Bagaimana cara meningkatkannya? Dengan mempelajari lebih lanjut tentang otak Anda dan memahami bagaimana otak pribadi Anda bekerja.

Melalui latihan, Anda dapat mengembangkan keterampilan perencanaan, pengorganisasian, memori, dan perhatian.

Begitu Anda mendapatkan informasi itu, Anda dapat menggunakannya untuk melatih diri Anda sendiri secara sesuai. Misalnya, Anda dapat menggunakan fenomena yang disebut chunking (pengelompokan) untuk meningkatkan memori kerja Anda.

Chunking mengacu pada perekaman bagian-bagian informasi yang lebih kecil menjadi unit-unit yang lebih besar. Diasumsikan bahwa chunking dapat melewati keterbatasan kapasitas memori kerja seseorang.

Chunking mengurangi beban pada memori kerja. Ini tidak hanya memungkinkan pengingatan yang lebih baik dari informasi yang dikelompokkan tetapi juga informasi yang tidak dikelompokkan dalam memori kerja. Namun, penting untuk dicatat bahwa manfaat dari chunking tergantung pada ukuran kelompok dalam kasus di mana kelompok terdiri dari set elemen yang tumpang tindih.

Berikut cara menggunakan chunking. Misalkan Anda harus pergi berbelanja bahan makanan, dan daftar Anda berisi 20 barang. Alih-alih mencoba mengingat 20 barang secara mandiri, kelompokkan menjadi unit-unit yang lebih besar, yaitu kategori.

Misalnya, Anda dapat membuat kategori terpisah untuk barang-barang yang mudah rusak, anggur, pembersih, produk susu, biji-bijian, dll.

Mungkin juga membantu jika Anda menautkan barang-barang dalam ingatan Anda. Misalnya, Anda lebih mungkin mengingat telur, keripik cokelat, dan baking powder jika Anda menautkan daftar tersebut ke pikiran bahwa Anda akan membuat kue nanti malam.

Fungsi Eksekutif

Fungsi eksekutif dapat digambarkan sebagai sistem manajemen otak. Itu karena mereka membantu kita merencanakan sesuatu, mengeksekusinya, memperhatikan, dan mengatur emosi kita. Meskipun para ahli yang berbeda memiliki pemikiran yang bervariasi tentang jumlah fungsi eksekutif yang diperlukan, berikut adalah beberapa fungsi yang penting:

  • Manajemen waktu

  • Memori kerja

  • Kontrol diri

  • Pemantauan diri

  • Perencanaan

  • Berpikir adaptif

  • Pengorganisasian

Fungsi-fungsi ini memungkinkan Anda menyesuaikan perilaku Anda dengan situasi yang berbeda. Misalnya, Anda perlu merencanakan apa yang akan dikenakan untuk makan malam nanti malam. Tetapi Anda juga harus merencanakan jalur pendidikan atau karier profesional Anda.

Demikian pula, Anda harus menjaga kamar atau rumah Anda tetap teratur. Tetapi pada saat yang sama, Anda juga perlu mengatur hidup Anda secara keseluruhan, seperti hubungan romantis dan ikatan keluarga.

Ketika Anda memahami otak Anda, Anda dapat meningkatkan keterampilan fungsi eksekutif Anda. Keterampilan ini sangat penting untuk kesuksesan sehari-hari dan jangka panjang Anda. Anda sekarang tahu bahwa neuroplastisitas adalah kekuatan pendorong dalam mempelajari hal-hal baru, termasuk kebiasaan dan pola.

Anda dapat menerapkan pengetahuan ini dan meningkatkan fungsi eksekutif Anda dengan melakukan hal-balik berikut:

  • Belajar Mengelola Waktu Anda: Tanda utama dari fungsi eksekutif yang lemah adalah manajemen waktu yang buruk. Bagaimana cara mengatasinya? Uraikan tugas-tugas Anda menjadi "tidak mendesak," "penting," dan "mendesak" untuk memprioritaskannya sesuai dengan tingkat urgensinya. Dalam jangka panjang, Anda akan dapat menerapkan ini pada segala hal dalam hidup, bahkan di luar kehidupan profesional.

  • Gunakan Pengingat: Kita beruntung hidup di zaman di mana kita selalu membawa smartphone kita. Atur pengingat di ponsel Anda untuk mengingatkan Anda tentang hal-hal yang perlu Anda lakukan.

  • Jaga Hal-hal Tetap Sederhana: Mengurangi jumlah tugas yang perlu Anda lakukan akan membantu Anda tetap teratur dan mengelola waktu dengan baik. Pada saat yang sama, Anda akan dapat merencanakan dengan lebih baik dan menggunakan pemikiran adaptif untuk menentukan bagaimana Anda dapat menyelesaikan tugas-tugas "mendesak" pada waktunya.

Membantah Mitos Terkait Otak

Mengenal otak Anda juga membantu dalam membantah mitos seputar fungsi otak. Sering kali, kita akhirnya menjadi mangsa informasi yang salah di internet. Namun, jika Anda mendapatkan informasi dari sumber bereputasi baik, seperti jurnal ilmiah, Anda akan memahami cara kerja otak Anda yang sebenarnya.

Mari bantai dua mitos yang pasti pernah Anda dengar di beberapa titik dalam hidup Anda.

Mitos 1: Anda Dapat Meningkatkan Beberapa Bagian Otak Anda

Jika Anda pernah mendengar "guru internet", Anda pasti pernah menemukan seseorang yang mengatakan bahwa sangat mungkin untuk melatih bagian-bagian tertentu dari otak Anda guna meningkatkan fungsinya.

Izinkan kami memecahkan gelembung Anda dengan mengatakan bahwa ini tidak benar. Otak memiliki koneksi yang kompleks, dan setiap wilayah saling terhubung untuk memastikan fungsi otak yang optimal. Dengan demikian, Anda tidak dapat secara khusus melatih satu bagian otak Anda saja agar berfungsi lebih baik.

Ya, Anda dapat mengembangkan keterampilan tertentu melalui latihan dan pembelajaran. Namun Anda tidak bisa begitu saja fokus pada satu wilayah dan meningkatkannya secara individual. Saat ini, belum ada informasi yang cukup untuk memahami di mana otak menyimpan informasi ini atau bagaimana tepatnya pembelajaran terjadi.

Faktanya, penelitian pada korban cedera kepala menunjukkan bahwa cedera pada wilayah yang sama di otak individu yang berbeda menghasilkan kerugian yang berbeda pula. Dalam hal ini, kita dapat menganggap otak seperti sidik jari.

Kita semua memilikinya, tetapi sidik jari setiap orang berbeda.

Mitos 2: Anda Lahir dengan Beberapa Kemampuan yang Tidak Berubah Selama Hidup Anda

Sering kali, orang-orang salah menerapkan pepatah "Anda tidak bisa mengajari anjing tua trik baru" pada otak manusia. Meskipun mungkin menjadi sedikit sulit untuk mempelajari sesuatu yang baru di usia yang lebih tua, otak Anda masih memiliki kemampuan luar biasa untuk belajar dan mempelajari keterampilan baru.

Penelitian modern telah menunjukkan plastisitas otak, yang berarti perkembangan dan pengalaman mengubah otak.

Sebelumnya, diyakini bahwa perkembangan otak berhenti pada masa kanak-kanak. Namun sekarang kita tahu bahwa pematangan wilayah tertentu di otak dapat terjadi hingga usia 25 tahun.

Misalnya, pada beberapa orang, lobus frontal berkembang pada usia 18 atau 19 tahun. Pada orang lain, ia mungkin berkembang lebih cepat. Itulah mengapa beberapa remaja membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan kehidupan kuliah sementara yang lain secara kognitif sudah siap untuk itu di tahap awal.

Hasil ini menunjukkan bahwa ada kebutuhan yang lebih besar untuk memahami otak pada tingkat individu daripada menetapkan bahwa temuannya seragam untuk semua orang. Kecepatan pematangan otak Anda mungkin berbeda dari teman atau saudara perempuan Anda.

Mengingat hal ini, wajar jika Anda penasaran untuk mengetahui fungsi sebenarnya dari otak individu ANDA sendiri, bukan hanya otak secara umum.

Bagaimana Cara Mempelajari Otak Anda?

Sekarang setelah Anda mengetahui pentingnya mempelajari otak Anda, pertanyaan bernilai jutaan dolar adalah: bagaimana Anda melakukannya? Bagaimana Anda bisa mengenal otak Anda?

Teknologi Emotiv mengukur data elektroensefalografi (EEG) dari otak dan menganalisisnya untuk menghasilkan Insight tentang fungsi otak.

Untungnya, teknologi telah berkembang ke titik di mana kita sekarang memiliki akses ke teknologi yang dapat membantu kita memahami otak kita dengan lebih baik. Emotiv adalah perusahaan bioinformatika yang memberdayakan individu untuk memahami otak mereka dengan mendapatkan "pandangan dari dalam."

Teknologi Emotiv mengukur data elektroensefalografi (EEG) dari otak dan menganalisisnya untuk menghasilkan Insight tentang fungsi otak. Karena Insight ini berbasis konteks, mereka memberikan informasi yang sangat penting untuk memahami arti dari peristiwa dan kondisi tertentu.

Pada dasarnya, Anda mengenakan headset Emotiv, dan alat tersebut mengukur sinyal dari otak Anda. Kemudian, ia mengubah sinyal-sinyal ini menjadi Insight dan analitik otak yang bermakna.

Sangat mungkin untuk memanfaatkan kekuatan otak Anda dengan menggunakan platform neuroteknologi seperti Emotiv. Dengan memahami otak Anda secara individual, Anda dapat menggunakan keterampilan dan kemampuan khusus Anda untuk digunakan di dunia nyata.

Bagaimana Cara Menggunakan Informasi Ini?

Setelah Anda mempelajari tentang otak Anda, kini saatnya menggunakan informasi ini dengan baik. Jika Anda memiliki pemahaman yang jelas tentang cara Anda belajar, mempertahankan informasi, memproses ingatan, dan menghadapi masalah, Anda akan dapat menjaga otak Anda tetap tajam dengan mengikuti praktik yang cocok untuk Anda.

Berikut adalah beberapa cara sederhana untuk menjaga otak Anda tetap tajam:

Bermain Jigsaw Puzzle (Teka-teki Gambar)

Teka-teki bukan hanya untuk anak-anak. Mengerjakan teka-teki gambar bangunan berisi 1000 keping atau menyatukan 500 keping untuk membentuk poster film Disney akan membantu Anda memperkuat otak Anda.

Penelitian menemukan bahwa Anda melindungi otak Anda dari penuaan kognitif visuospatial saat Anda bermain jigsaw puzzle. Memori kerja visuospatial Anda menentukan waktu yang Anda butuhkan untuk mengoordinasikan respons mata dan sentuhan.

Beberapa contoh umum dari hal ini adalah mengancingkan kemeja Anda, menggambar, atau merakit furnitur yang belum dirakit. Bahkan merapikan tempat tidur Anda adalah contoh memori kerja visuospatial.

Saat Anda mengerjakan teka-teki, Anda harus mencari tahu ke mana setiap kepingan harus diletakkan. Meskipun ini hal sepele terkait dengan aktivitas yang Anda lakukan, manfaatnya bisa sangat besar dalam gambaran yang lebih luas.

Tingkatkan Kosakata Anda

Menguasai banyak bahasa bukan sekadar cara untuk mengesankan orang atau berkomunikasi secara lebih efektif dengan semua orang. Ini juga membantu merangsang otak Anda. Penelitian menunjukkan bahwa banyak bagian otak yang biasanya terlibat dalam pemrosesan auditori dan visual juga berperan dalam tugas-tugas kosakata.

Ketika Anda mempelajari kata-kata baru dalam bahasa Anda atau bahasa baru, pada akhirnya Anda memperkuat konektivitas di semua wilayah otak ini.

Anda tidak perlu mempelajari bahasa baru dari awal untuk mempraktikkan aktivitas peningkatan kognitif ini. Jika Anda sedang membaca buku atau bahkan menelusuri media sosial dan melihat kata yang tidak Anda kenal, carilah artinya di Google.

Tuliskan, atau cukup ulangi di pikiran Anda beberapa kali sehari. Anda juga dapat mencoba menggunakan kata tersebut dalam percakapan. Pada akhirnya, Anda akan dapat mempelajari kata-kata baru dengan lebih cepat.

Menari

Sesuatu yang sederhana dan menyenangkan seperti menari dapat membantu meningkatkan memori otak Anda dan kecepatan pemrosesan informasi. Kemungkinan besar ini disebabkan oleh tingkat koordinasi yang diperlukan dalam menari. Jika Anda mengikuti kelas salsa atau Zumba, Anda harus menghafal langkah-langkah untuk setiap ketukan.

Seiring waktu, ini akan membantu meningkatkan kemampuan belajar Anda. Ditambah lagi, Anda akan dapat mengesankan teman-teman Anda di pertemuan berikutnya.

Ajarkan Suatu Keterampilan kepada Seseorang

Sebelumnya dalam artikel ini, kami menjelaskan bagaimana mempelajari suatu keterampilan memperkuat koneksi di otak Anda. Hal yang sama juga berlaku ketika Anda mengajarkan keterampilan tersebut kepada orang lain.

Misalnya, jika Anda tahu cara bermain piano, Anda bisa mengajarkannya kepada teman Anda. Dalam melakukan ini, Anda akan mempraktikkan apa yang sudah Anda ketahui, membuat koneksi neuron di otak Anda menjadi kuat. Pada saat yang sama, Anda juga akan melihat kesalahan yang dilakukan teman Anda.

Anda kemudian akan dapat memperbaiki kesalahan mereka, yang pada akhirnya akan memperkokoh pengetahuan Anda tentang keterampilan khusus tersebut.

Bermeditasi

Jika Anda terus-menerus stres, dan otak Anda tampak terus berjalan maraton setiap saat, meditasi adalah sekutu Anda. Meditasi membantu menenangkan tubuh dan meredakan stres. Ini juga memperlambat pernapasan Anda, yang selanjutnya membantu menjaga tingkat stres Anda tetap rendah.

Ingin mendengar bagian terbaiknya? Meditasi juga diketahui meningkatkan kemampuan pemrosesan informasi otak Anda. Selain itu, ia menyempurnakan memori Anda dan membuat Anda mengingat berbagai hal dengan benar dan cepat.

Jika Anda ingin mendapatkan manfaat dari meditasi, ikuti tips berikut ini dengan cermat:

  • Saat Anda mulai bermeditasi, jangan berharap itu akan mengubah hidup Anda sepenuhnya. Lakukan langkah demi langkah. Katakan pada diri sendiri bahwa Anda bermeditasi untuk memperlambat pernapasan Anda. Minggu depan, lakukan meditasi dengan tujuan meredakan stres Anda.

  • Patuhi rutinitas meditasi Anda. Menentukan waktu khusus untuk bermeditasi akan sangat membantu.

  • Ciptakan ruang untuk bermeditasi. Pilih tempat yang tenang di rumah Anda atau di mana pun di luar dan bermeditasi di sana setiap hari. Jika Anda berpindah tempat setiap hari, tubuh Anda mungkin akan kesulitan untuk menyesuaikan diri.

  • Tarik napas dalam-dalam beberapa kali dan tenangkan tubuh Anda.

Kenali Pusat Kendali Anda

Anda dapat melatih diri untuk mempertahankan informasi, bersikap resilien, meningkatkan daya ingat, dan memperkaya hidup Anda secara keseluruhan.

Otak Anda tidak diragukan lagi adalah organ paling penting dalam tubuh. Terlepas dari ukurannya yang kecil, ia mengoordinasikan dan mengendalikan segalanya mulai dari memori dan persepsi hingga kognisi dan emosi.

Oleh karena itu, mempelajari tentang otak Anda adalah cara yang luar biasa untuk memberdayakan diri Anda sendiri. Jika Anda tahu bagaimana Anda dapat mempelajari keterampilan baru atau mengatur emosi Anda, Anda akan lebih siap untuk mengambil kursus baru atau menghadapi pengalaman traumatis dalam hidup Anda.

Sama halnya, jika Anda memahami konsep-konsep seperti neuroplastisitas dan memori kerja, Anda akan dapat melatih diri untuk mempertahankan informasi, bersikap resilien, meningkatkan daya ingat, dan memperkaya hidup Anda secara keseluruhan.

Dr. John N. Morris, Direktur Penelitian Kebijakan Sosial dan Kesehatan di Institute for Aging Research, mengatakan bahwa keterampilan kognitif dan memori Anda akan memudar seiring waktu. Jadi, Anda harus mulai membangun cadangan Anda dari sekarang.

Mengenal otak Anda akan membantu Anda melakukan hal itu, memberdayakan Anda untuk membuat keputusan yang pada akhirnya akan menguntungkan Anda di usia tua dan menunda penuaan neurodegeneratif di tubuh Anda.

Otak kita adalah bagian tubuh kita yang paling kompleks, yang mengendalikan segalanya mulai dari kecerdasan dan kognisi hingga manajemen perilaku. Meskipun beratnya hanya tiga pon, otak adalah menara kendali bagi bagian tubuh lainnya.

Otak sangat penting bagi berfungsinya tubuh sehingga ia mulai matang sebelum lahir. Menariknya, otak tidak matang pada tingkat kecepatan yang sama pada setiap orang. Namun, hal itu tidak terlalu mengejutkan.

Tubuh kita tumbuh secara berbeda. Dari kematangan emosional hingga pubertas, kita mencapai tahap yang berbeda dengan tingkat kecepatan yang berbeda pula. Jadi, sangat masuk akal jika otak kita juga berbeda. Hal itu pasti membuat Anda penasaran tentang cara kerja otak Anda dan bagaimana perbedaannya dengan otak orang lain.

Berikut adalah gambaran umum tentang mengapa penting untuk mengenal otak Anda dan bagaimana pengetahuan ini dapat memberdayakan Anda.

Mengapa Harus Mempelajari Otak Anda

Sistem saraf kita terdiri dari sejumlah sel, yang disebut neuron, yang membentuk unit fungsional utama otak. Semua ingatan, perasaan, sensasi, dan gerakan dalam tubuh dihasilkan dari aliran sinyal melalui neuron dengan fungsi, bentuk, dan ukuran yang berbeda.

Rata-rata, otak manusia terdiri dari 80 hingga 90 miliar neuron. Selain neuron, otak juga mengandung glia - sel khusus yang melindungi neuron.

Semua ingatan, perasaan, sensasi, dan gerakan dalam tubuh dihasilkan dari aliran sinyal melalui neuron dengan fungsi, bentuk, dan ukuran yang berbeda.

Para ilmuwan telah mempelajari banyak hal tentang otak dalam beberapa abad terakhir, termasuk sebagian besar struktur dan fungsinya. Penemuan-penemuan ini menunjukkan bahwa anatomi dasar otak serupa pada setiap orang.

Namun, pola koneksi dan interaksi neuronal bervariasi dari satu orang ke orang lain. Dari situlah variasi dalam perilaku manusia berasal. Sirkuit otak kita merombak dirinya sendiri seiring setiap pengalaman baru, menjadikan kita pribadi seperti sekarang ini.

Bagaimana kita masih bisa mengingat suatu peristiwa dari dua puluh tahun yang lalu? Bagaimana orang belajar menari balet atau memainkan selusin bola sekaligus? Semua pengalaman luar biasa ini dapat dikaitkan dengan otak.

Namun, otak begitu kompleks sehingga sulit untuk dipahami sepenuhnya. Para peneliti masih mencoba memahami berbagai bagian otak dan bagaimana bagian-bagian tersebut berperan dalam emosi, ingatan, kecerdasan, dan persepsi lainnya.

Untuk benar-benar memahami otak, kita perlu mengidentifikasi sel-sel komponennya dan mencirikan mereka berdasarkan konektivitas dan fungsinya. Faktanya, banyak pengobatan baru yang berasal dari pemahaman mendasar tentang cara neuron berinteraksi di dalam tubuh.

Salah satu metode paling awal untuk mempelajari otak adalah Elektroensefalogram (EEG). Pada tahun 1929, Hans Berger menempatkan sensor pada kulit kepala untuk merekam potensi listrik yang dihasilkan oleh neuron. Ini memberikan Insight pertama tentang aktivitas otak. Meskipun EEG awal ini merupakan rekaman analog yang belum sempurna, teknologi ini telah berkembang untuk memungkinkan digitalisasi data gelombang otak dan masih umum digunakan dalam berbagai skenario. Saat ini, psikologi kognitif dan sains otak lebih berbasis konteks. Kita sekarang memiliki alat yang memungkinkan kita untuk mempelajari kumpulan data guna memahami fungsi otak sehubungan dengan kondisi, lingkungan, pemicu, dan aktivitas tertentu - sesuatu yang sebelumnya tidak mungkin dilakukan.

Kontekstualisasi studi otak memungkinkan kita untuk memahami diri sendiri dan mempelajari bagaimana otak kita mengambil peran dalam interaksi kita dengan lingkungan sekitar.

Mengingat hal ini, ada banyak alasan bagi Anda untuk mempelajari otak Anda.

Meningkatkan Kemampuan Belajar

Selama bertahun-tahun, penelitian seputar kemampuan "belajar" otak telah membantu para pendidik merancang lingkungan belajar yang tidak hanya cocok untuk siswa tetapi juga memfasilitasi pembelajaran yang efektif.

Namun, pengetahuan ini tidak hanya berguna bagi para guru. Anda juga dapat menggunakannya secara individu untuk meningkatkan kesejahteraan kognitif Anda dan pada akhirnya meningkatkan kualitas hidup Anda.

Mari kita ambil contoh mempelajari hal-hal baru untuk menjelaskan hal ini secara mendetail.

Ketika Anda mempelajari sesuatu yang baru, banyak perubahan terjadi di otak Anda. Di antaranya, yang paling menonjol adalah pembentukan koneksi baru antar neuron - sebuah fenomena yang disebut neuroplastisitas.

Jika Anda terus melatih hal yang sama berulang-ulang, hubungan ini akan menjadi lebih kuat. Akibatnya, pesan antar neuron ditransmisikan dengan cepat. Bagaimana hal itu membantu Anda? Ini memungkinkan Anda untuk mengingat apa yang telah Anda pelajari dengan cara yang jauh lebih cepat dan lebih efisien.

Bagaimana Cara Meningkatkan Kognisi Anda?

Misalkan Anda sedang belajar menjahit. Ketika Anda masih pemula, Anda akan membutuhkan waktu berjam-jam, bahkan berhari-hari, untuk mempelajari jenis jahitan tertentu dan menyempurnakannya. Dengan latihan, itu akan menjadi kebiasaan alami bagi Anda.

Menariknya, hal sebaliknya juga berlaku. Ketika Anda berhenti berlatih, koneksi tersebut akan menjadi lebih lemah, dan Anda tidak akan efisien lagi dalam melakukan tugas tersebut.

Sebuah artikel Frontiers menjelaskan hal ini dengan menggunakan contoh jalan setapak di hutan yang dipenuhi tumbuhan. Pertama kali Anda berjalan melaluinya, Anda akan merasa kesulitan untuk mendorong dahan dan tumbuhan keluar dari jalan Anda.

Namun semakin sering Anda melewatinya, jalan tersebut akan menjadi semakin praktis karena Anda menyingkirkan dahan-dahan dari jalan Anda setiap kali Anda lewat. Setelah beberapa lama, akan tiba saatnya Anda tidak perlu menyingkirkan apa pun karena jalannya sudah bersih, sehingga Anda dapat berjalan melaluinya dengan mudah.

Anda dapat memberdayakan diri sendiri untuk meningkatkan kemampuan belajar Anda.

Namun, jika Anda berhenti melewati jalan setapak tersebut selama beberapa bulan atau tahun, tumbuhan akan tumbuh kembali. Jika Anda kembali ke jalan setapak itu, Anda harus memulainya dari awal lagi.

Namun, penting untuk dicatat bahwa beberapa koneksi saraf di otak menjadi sangat kuat sehingga tidak pernah hilang sepenuhnya, bahkan ketika tidak sering digunakan.

Dengan mengetahui informasi ini tentang otak Anda, Anda dapat memberdayakan diri sendiri untuk meningkatkan kemampuan belajar Anda. Anda sekarang tahu bahwa Anda perlu mempraktikkan suatu keterampilan atau hal baru untuk menyempurnakannya.

Bahkan lebih baik lagi, jika Anda menguji diri sendiri, Anda cenderung mengingat informasi yang telah Anda pelajari. Sebuah studi menunjukkan bahwa ketika Anda melakukan ujian atau tes, Anda mengingat informasi lebih banyak dibandingkan jika Anda hanya belajar. Artinya, mencoba memanggil kembali informasi membantu Anda mengingatnya lebih baik daripada sekadar melatihnya.

Misalkan Anda sedang mempelajari bahasa pemrograman baru. Tentu saja, mempraktikkannya akan membantu Anda belajar lebih cepat dan lebih baik. Namun jika Anda juga melakukan latihan coding online atau mengerjakan proyek di mana Anda secara aktif memanggil kembali informasi tersebut, maka Anda lebih mungkin untuk mempertahankan informasi yang telah Anda pelajari.

Membangun Resiliensi

Memahami cara kerja otak Anda juga akan membantu Anda membangun resiliensi. Menarik untuk dicatat bahwa resiliensi bukanlah sifat bawaan sejak lahir. Ini adalah proses berpikir dan serangkaian perilaku yang dapat Anda pelajari dan kembangkan seiring waktu.

Resiliensi itu penting karena memberi Anda kekuatan untuk mengatasi dan memproses kesulitan dalam hidup. Orang yang kurang memiliki resiliensi lebih rentan merasa kewalahan dan mengadopsi mekanisme koping yang tidak sehat.

Sementara itu, orang dengan resiliensi yang lebih tinggi dapat memanfaatkan sistem pendukung dan kekuatan mereka untuk menemukan jalan keluar dari masalah mereka dan mengatasi tragedi atau tantangan dalam hidup.

Tidak, mantra Instagram yang ditulis di latar belakang unik tidak akan membantu Anda di sini. Sebaliknya, Anda dapat menggunakan neuroplastisitas otak Anda untuk membangun pikiran yang resilien. Dengan melakukan itu, Anda meningkatkan seberapa baik Anda menangani stres.

Pertama-tama, mari kita pahami apa arti resiliensi sebenarnya. Resiliensi tidak berarti ketidakpedulian terhadap tragedi atau rasa sakit yang menghampiri Anda. Ini sebenarnya adalah proses beradaptasi di masa trauma, tragedi, atau kesulitan.

Sederhananya, ini adalah tindakan "bangkit kembali" setelah kejadian besar dalam hidup Anda, seperti kematian orang yang dicintai atau tantangan kesehatan. Namun resiliensi tidak sebanding dengan jumlah pembicara motivasi yang Anda dengarkan atau seberapa banyak Anda berdoa - meskipun hal-hal tersebut dapat membantu.

Resiliensi sangat berkaitan dengan aktivasi korteks prefrontal kiri otak Anda.

Penelitian Tentang Resiliensi dan Otak

Menurut Richard Davidson, seorang Profesor Psikologi dan Psikiatri di University of Wisconsin–Madison, jumlah aktivasi di wilayah otak ini pada orang yang resilien bisa tiga puluh kali lebih banyak daripada orang yang tidak resilien.

Dalam penelitian awalnya, Davidson menemukan bahwa jumlah sinyal dari korteks prefrontal ke amigdala menentukan kecepatan pemulihan otak seseorang dari rasa kesal.

Amigdala adalah wilayah di otak yang mendeteksi ancaman dan mengaktifkan respons lawan-atau-lari (fight-or-flight). Ketika ada peningkatan aktivitas di korteks prefrontal, ini memperpendek waktu yang dibutuhkan amigdala untuk diaktifkan.

Sementara itu, jika aktivitas di sisi kiri korteks prefrontal lebih sedikit, amigdala membutuhkan waktu lebih lama untuk merespons. Belakangan, Davidson melakukan penelitian yang lebih ekstensif menggunakan pemindaian MRI dan menemukan bahwa jumlah materi putih - akson yang menghubungkan neuron - antara amigdala dan korteks prefrontal berbanding lurus dengan resiliensi.

Secara sederhana, ini berarti jika Anda memiliki lebih banyak materi putih atau konektivitas yang lebih baik antara kedua wilayah tersebut, Anda lebih resilien. Hal sebaliknya juga berlaku.

Bagaimana Cara Membangun Otak yang Resilien?

Penelitian Profesor Davidson adalah contoh bagus tentang bagaimana kita dapat menggunakan pengetahuan tentang otak kita untuk meningkatkan diri kita sendiri. Sekarang, Anda tahu bahwa menciptakan koneksi yang lebih kuat antara amigdala dan korteks prefrontal akan membantu membuat Anda lebih resilien.

Anda dapat bekerja secara aktif untuk mencapai hal ini dengan mengadopsi kebiasaan dan perilaku yang akan membantu membangun otak yang resilien.

Jadi, Anda dapat bekerja secara aktif untuk mencapai hal ini dengan mengadopsi kebiasaan dan perilaku yang akan membantu membangun otak yang resilien. Berikut beberapa contohnya:

  • Latih Welas Asih: Welas asih terhadap diri sendiri tidak boleh disalahartikan dengan keangkuhan, kepuasan diri, atau mengasihani diri sendiri. Faktanya, ini adalah pengakuan positif atas kesalahan dan penderitaan Anda, yang pada akhirnya membantu Anda meresponsnya dengan pemahaman dan perhatian. Penelitian menemukan bahwa welas asih pada diri sendiri merupakan faktor penting dalam menentukan apakah peristiwa hidup yang tragis menjadi hambatan atau batu loncatan untuk melangkah maju dalam hidup.

  • Latih Kesadaran Penuh (Mindfulness): Sadar penuh berarti Anda menyadari kejadian-kejadian pada saat hal itu sedang terjadi. Dalam kesadaran penuh, Anda harus memfokuskan kesadaran Anda pada masa kini. Penelitian menunjukkan bahwa kesadaran penuh dapat menginduksi neuroplastisitas di otak. Akibatnya, ini dapat mengurangi degenerasi otak terkait usia, meningkatkan rentang perhatian, meningkatkan memori kerja Anda, dan meningkatkan fungsi kognitif.

  • Gunakan Rasa Syukur: Sebagai manusia, kita memiliki kecenderungan bawaan untuk memperhatikan dan fokus pada hal-hal negatif - sebuah fenomena yang disebut bias negatif. Sayangnya, karakteristik inheren ini sering kali membuat kita sulit untuk menjadi resilien dalam menghadapi tragedi. Namun rasa syukur adalah cara yang didukung secara ilmiah untuk mengatasi bias negatif ini dan menginternalisasi kebaikan dalam hidup Anda. Penelitian menunjukkan bahwa rasa syukur tidak hanya meningkatkan kesehatan Anda secara keseluruhan tetapi juga meningkatkan kualitas dan kuantitas tidur.

Meskipun ini bukan satu-satunya cara untuk membangun otak yang resilien, praktik-praktik ini membantu Anda meningkatkan konektivitas di otak Anda seiring waktu. Anda juga dapat mempraktikkan hal-hal lain, seperti kemurahan hati, motivasi, dan pembelajaran untuk meningkatkan resiliensi Anda.

Meningkatkan Fungsi Otak

Begitu Anda mulai memahami cara kerja otak Anda, Anda sebenarnya dapat meningkatkan fungsinya secara keseluruhan. Melalui latihan, Anda dapat mengembangkan keterampilan perencanaan, pengorganisasian, memori, dan perhatian.

Memori Kerja (Working Memory)

Memori kerja Anda adalah kemampuan otak untuk menyimpan informasi saat ia sedang memecahkan masalah. Misalnya, Anda membaca nomor dari buku telepon dan dapat menyimpannya cukup lama untuk memutarnya di ponsel Anda.

Namun, Anda akan melupakannya dalam satu jam.

Penelitian seputar otak menunjukkan bahwa memori kerja memiliki mekanisme dasar yang dapat dijelaskan melalui tiga tahap: penyimpanan, perhatian, dan kontrol.

Berbagai metodologi studi otak mengungkapkan bahwa ketiga mekanisme ini penting dalam menjelaskan bagaimana kapasitas memori kerja berbeda pada setiap individu. Tingkat memori kerja seseorang juga dikaitkan dengan pematangan otak.

Misalnya, anak-anak sekolah dasar hanya dapat mengikuti satu atau dua petunjuk sekaligus. Sementara itu, guru dapat memberikan daftar hal-hal yang harus dilakukan kepada siswa sekolah menengah, dan otak mereka akan mengingatnya.

Berikut adalah beberapa contoh yang menunjukkan bahwa Anda mungkin memiliki memori kerja yang lemah:

  • Anda ingin menjadi bagian dari percakapan, tetapi pada saat orang lain selesai berbicara, Anda lupa apa yang ingin Anda katakan.

  • Terus-menerus kehilangan dompet, kunci, dan ponsel Anda.

  • Anda berencana untuk melakukan suatu aktivitas tetapi lupa membawa perlengkapannya padahal Anda baru saja diingatkan beberapa menit yang lalu.

  • Anda harus membaca sebuah paragraf berkali-kali untuk mengingat informasinya.

Jika Anda mengalami salah satu dari hal-hal ini, kemungkinan besar Anda memiliki memori kerja yang lemah. Bagaimana cara meningkatkannya? Dengan mempelajari lebih lanjut tentang otak Anda dan memahami bagaimana otak pribadi Anda bekerja.

Melalui latihan, Anda dapat mengembangkan keterampilan perencanaan, pengorganisasian, memori, dan perhatian.

Begitu Anda mendapatkan informasi itu, Anda dapat menggunakannya untuk melatih diri Anda sendiri secara sesuai. Misalnya, Anda dapat menggunakan fenomena yang disebut chunking (pengelompokan) untuk meningkatkan memori kerja Anda.

Chunking mengacu pada perekaman bagian-bagian informasi yang lebih kecil menjadi unit-unit yang lebih besar. Diasumsikan bahwa chunking dapat melewati keterbatasan kapasitas memori kerja seseorang.

Chunking mengurangi beban pada memori kerja. Ini tidak hanya memungkinkan pengingatan yang lebih baik dari informasi yang dikelompokkan tetapi juga informasi yang tidak dikelompokkan dalam memori kerja. Namun, penting untuk dicatat bahwa manfaat dari chunking tergantung pada ukuran kelompok dalam kasus di mana kelompok terdiri dari set elemen yang tumpang tindih.

Berikut cara menggunakan chunking. Misalkan Anda harus pergi berbelanja bahan makanan, dan daftar Anda berisi 20 barang. Alih-alih mencoba mengingat 20 barang secara mandiri, kelompokkan menjadi unit-unit yang lebih besar, yaitu kategori.

Misalnya, Anda dapat membuat kategori terpisah untuk barang-barang yang mudah rusak, anggur, pembersih, produk susu, biji-bijian, dll.

Mungkin juga membantu jika Anda menautkan barang-barang dalam ingatan Anda. Misalnya, Anda lebih mungkin mengingat telur, keripik cokelat, dan baking powder jika Anda menautkan daftar tersebut ke pikiran bahwa Anda akan membuat kue nanti malam.

Fungsi Eksekutif

Fungsi eksekutif dapat digambarkan sebagai sistem manajemen otak. Itu karena mereka membantu kita merencanakan sesuatu, mengeksekusinya, memperhatikan, dan mengatur emosi kita. Meskipun para ahli yang berbeda memiliki pemikiran yang bervariasi tentang jumlah fungsi eksekutif yang diperlukan, berikut adalah beberapa fungsi yang penting:

  • Manajemen waktu

  • Memori kerja

  • Kontrol diri

  • Pemantauan diri

  • Perencanaan

  • Berpikir adaptif

  • Pengorganisasian

Fungsi-fungsi ini memungkinkan Anda menyesuaikan perilaku Anda dengan situasi yang berbeda. Misalnya, Anda perlu merencanakan apa yang akan dikenakan untuk makan malam nanti malam. Tetapi Anda juga harus merencanakan jalur pendidikan atau karier profesional Anda.

Demikian pula, Anda harus menjaga kamar atau rumah Anda tetap teratur. Tetapi pada saat yang sama, Anda juga perlu mengatur hidup Anda secara keseluruhan, seperti hubungan romantis dan ikatan keluarga.

Ketika Anda memahami otak Anda, Anda dapat meningkatkan keterampilan fungsi eksekutif Anda. Keterampilan ini sangat penting untuk kesuksesan sehari-hari dan jangka panjang Anda. Anda sekarang tahu bahwa neuroplastisitas adalah kekuatan pendorong dalam mempelajari hal-hal baru, termasuk kebiasaan dan pola.

Anda dapat menerapkan pengetahuan ini dan meningkatkan fungsi eksekutif Anda dengan melakukan hal-balik berikut:

  • Belajar Mengelola Waktu Anda: Tanda utama dari fungsi eksekutif yang lemah adalah manajemen waktu yang buruk. Bagaimana cara mengatasinya? Uraikan tugas-tugas Anda menjadi "tidak mendesak," "penting," dan "mendesak" untuk memprioritaskannya sesuai dengan tingkat urgensinya. Dalam jangka panjang, Anda akan dapat menerapkan ini pada segala hal dalam hidup, bahkan di luar kehidupan profesional.

  • Gunakan Pengingat: Kita beruntung hidup di zaman di mana kita selalu membawa smartphone kita. Atur pengingat di ponsel Anda untuk mengingatkan Anda tentang hal-hal yang perlu Anda lakukan.

  • Jaga Hal-hal Tetap Sederhana: Mengurangi jumlah tugas yang perlu Anda lakukan akan membantu Anda tetap teratur dan mengelola waktu dengan baik. Pada saat yang sama, Anda akan dapat merencanakan dengan lebih baik dan menggunakan pemikiran adaptif untuk menentukan bagaimana Anda dapat menyelesaikan tugas-tugas "mendesak" pada waktunya.

Membantah Mitos Terkait Otak

Mengenal otak Anda juga membantu dalam membantah mitos seputar fungsi otak. Sering kali, kita akhirnya menjadi mangsa informasi yang salah di internet. Namun, jika Anda mendapatkan informasi dari sumber bereputasi baik, seperti jurnal ilmiah, Anda akan memahami cara kerja otak Anda yang sebenarnya.

Mari bantai dua mitos yang pasti pernah Anda dengar di beberapa titik dalam hidup Anda.

Mitos 1: Anda Dapat Meningkatkan Beberapa Bagian Otak Anda

Jika Anda pernah mendengar "guru internet", Anda pasti pernah menemukan seseorang yang mengatakan bahwa sangat mungkin untuk melatih bagian-bagian tertentu dari otak Anda guna meningkatkan fungsinya.

Izinkan kami memecahkan gelembung Anda dengan mengatakan bahwa ini tidak benar. Otak memiliki koneksi yang kompleks, dan setiap wilayah saling terhubung untuk memastikan fungsi otak yang optimal. Dengan demikian, Anda tidak dapat secara khusus melatih satu bagian otak Anda saja agar berfungsi lebih baik.

Ya, Anda dapat mengembangkan keterampilan tertentu melalui latihan dan pembelajaran. Namun Anda tidak bisa begitu saja fokus pada satu wilayah dan meningkatkannya secara individual. Saat ini, belum ada informasi yang cukup untuk memahami di mana otak menyimpan informasi ini atau bagaimana tepatnya pembelajaran terjadi.

Faktanya, penelitian pada korban cedera kepala menunjukkan bahwa cedera pada wilayah yang sama di otak individu yang berbeda menghasilkan kerugian yang berbeda pula. Dalam hal ini, kita dapat menganggap otak seperti sidik jari.

Kita semua memilikinya, tetapi sidik jari setiap orang berbeda.

Mitos 2: Anda Lahir dengan Beberapa Kemampuan yang Tidak Berubah Selama Hidup Anda

Sering kali, orang-orang salah menerapkan pepatah "Anda tidak bisa mengajari anjing tua trik baru" pada otak manusia. Meskipun mungkin menjadi sedikit sulit untuk mempelajari sesuatu yang baru di usia yang lebih tua, otak Anda masih memiliki kemampuan luar biasa untuk belajar dan mempelajari keterampilan baru.

Penelitian modern telah menunjukkan plastisitas otak, yang berarti perkembangan dan pengalaman mengubah otak.

Sebelumnya, diyakini bahwa perkembangan otak berhenti pada masa kanak-kanak. Namun sekarang kita tahu bahwa pematangan wilayah tertentu di otak dapat terjadi hingga usia 25 tahun.

Misalnya, pada beberapa orang, lobus frontal berkembang pada usia 18 atau 19 tahun. Pada orang lain, ia mungkin berkembang lebih cepat. Itulah mengapa beberapa remaja membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan kehidupan kuliah sementara yang lain secara kognitif sudah siap untuk itu di tahap awal.

Hasil ini menunjukkan bahwa ada kebutuhan yang lebih besar untuk memahami otak pada tingkat individu daripada menetapkan bahwa temuannya seragam untuk semua orang. Kecepatan pematangan otak Anda mungkin berbeda dari teman atau saudara perempuan Anda.

Mengingat hal ini, wajar jika Anda penasaran untuk mengetahui fungsi sebenarnya dari otak individu ANDA sendiri, bukan hanya otak secara umum.

Bagaimana Cara Mempelajari Otak Anda?

Sekarang setelah Anda mengetahui pentingnya mempelajari otak Anda, pertanyaan bernilai jutaan dolar adalah: bagaimana Anda melakukannya? Bagaimana Anda bisa mengenal otak Anda?

Teknologi Emotiv mengukur data elektroensefalografi (EEG) dari otak dan menganalisisnya untuk menghasilkan Insight tentang fungsi otak.

Untungnya, teknologi telah berkembang ke titik di mana kita sekarang memiliki akses ke teknologi yang dapat membantu kita memahami otak kita dengan lebih baik. Emotiv adalah perusahaan bioinformatika yang memberdayakan individu untuk memahami otak mereka dengan mendapatkan "pandangan dari dalam."

Teknologi Emotiv mengukur data elektroensefalografi (EEG) dari otak dan menganalisisnya untuk menghasilkan Insight tentang fungsi otak. Karena Insight ini berbasis konteks, mereka memberikan informasi yang sangat penting untuk memahami arti dari peristiwa dan kondisi tertentu.

Pada dasarnya, Anda mengenakan headset Emotiv, dan alat tersebut mengukur sinyal dari otak Anda. Kemudian, ia mengubah sinyal-sinyal ini menjadi Insight dan analitik otak yang bermakna.

Sangat mungkin untuk memanfaatkan kekuatan otak Anda dengan menggunakan platform neuroteknologi seperti Emotiv. Dengan memahami otak Anda secara individual, Anda dapat menggunakan keterampilan dan kemampuan khusus Anda untuk digunakan di dunia nyata.

Bagaimana Cara Menggunakan Informasi Ini?

Setelah Anda mempelajari tentang otak Anda, kini saatnya menggunakan informasi ini dengan baik. Jika Anda memiliki pemahaman yang jelas tentang cara Anda belajar, mempertahankan informasi, memproses ingatan, dan menghadapi masalah, Anda akan dapat menjaga otak Anda tetap tajam dengan mengikuti praktik yang cocok untuk Anda.

Berikut adalah beberapa cara sederhana untuk menjaga otak Anda tetap tajam:

Bermain Jigsaw Puzzle (Teka-teki Gambar)

Teka-teki bukan hanya untuk anak-anak. Mengerjakan teka-teki gambar bangunan berisi 1000 keping atau menyatukan 500 keping untuk membentuk poster film Disney akan membantu Anda memperkuat otak Anda.

Penelitian menemukan bahwa Anda melindungi otak Anda dari penuaan kognitif visuospatial saat Anda bermain jigsaw puzzle. Memori kerja visuospatial Anda menentukan waktu yang Anda butuhkan untuk mengoordinasikan respons mata dan sentuhan.

Beberapa contoh umum dari hal ini adalah mengancingkan kemeja Anda, menggambar, atau merakit furnitur yang belum dirakit. Bahkan merapikan tempat tidur Anda adalah contoh memori kerja visuospatial.

Saat Anda mengerjakan teka-teki, Anda harus mencari tahu ke mana setiap kepingan harus diletakkan. Meskipun ini hal sepele terkait dengan aktivitas yang Anda lakukan, manfaatnya bisa sangat besar dalam gambaran yang lebih luas.

Tingkatkan Kosakata Anda

Menguasai banyak bahasa bukan sekadar cara untuk mengesankan orang atau berkomunikasi secara lebih efektif dengan semua orang. Ini juga membantu merangsang otak Anda. Penelitian menunjukkan bahwa banyak bagian otak yang biasanya terlibat dalam pemrosesan auditori dan visual juga berperan dalam tugas-tugas kosakata.

Ketika Anda mempelajari kata-kata baru dalam bahasa Anda atau bahasa baru, pada akhirnya Anda memperkuat konektivitas di semua wilayah otak ini.

Anda tidak perlu mempelajari bahasa baru dari awal untuk mempraktikkan aktivitas peningkatan kognitif ini. Jika Anda sedang membaca buku atau bahkan menelusuri media sosial dan melihat kata yang tidak Anda kenal, carilah artinya di Google.

Tuliskan, atau cukup ulangi di pikiran Anda beberapa kali sehari. Anda juga dapat mencoba menggunakan kata tersebut dalam percakapan. Pada akhirnya, Anda akan dapat mempelajari kata-kata baru dengan lebih cepat.

Menari

Sesuatu yang sederhana dan menyenangkan seperti menari dapat membantu meningkatkan memori otak Anda dan kecepatan pemrosesan informasi. Kemungkinan besar ini disebabkan oleh tingkat koordinasi yang diperlukan dalam menari. Jika Anda mengikuti kelas salsa atau Zumba, Anda harus menghafal langkah-langkah untuk setiap ketukan.

Seiring waktu, ini akan membantu meningkatkan kemampuan belajar Anda. Ditambah lagi, Anda akan dapat mengesankan teman-teman Anda di pertemuan berikutnya.

Ajarkan Suatu Keterampilan kepada Seseorang

Sebelumnya dalam artikel ini, kami menjelaskan bagaimana mempelajari suatu keterampilan memperkuat koneksi di otak Anda. Hal yang sama juga berlaku ketika Anda mengajarkan keterampilan tersebut kepada orang lain.

Misalnya, jika Anda tahu cara bermain piano, Anda bisa mengajarkannya kepada teman Anda. Dalam melakukan ini, Anda akan mempraktikkan apa yang sudah Anda ketahui, membuat koneksi neuron di otak Anda menjadi kuat. Pada saat yang sama, Anda juga akan melihat kesalahan yang dilakukan teman Anda.

Anda kemudian akan dapat memperbaiki kesalahan mereka, yang pada akhirnya akan memperkokoh pengetahuan Anda tentang keterampilan khusus tersebut.

Bermeditasi

Jika Anda terus-menerus stres, dan otak Anda tampak terus berjalan maraton setiap saat, meditasi adalah sekutu Anda. Meditasi membantu menenangkan tubuh dan meredakan stres. Ini juga memperlambat pernapasan Anda, yang selanjutnya membantu menjaga tingkat stres Anda tetap rendah.

Ingin mendengar bagian terbaiknya? Meditasi juga diketahui meningkatkan kemampuan pemrosesan informasi otak Anda. Selain itu, ia menyempurnakan memori Anda dan membuat Anda mengingat berbagai hal dengan benar dan cepat.

Jika Anda ingin mendapatkan manfaat dari meditasi, ikuti tips berikut ini dengan cermat:

  • Saat Anda mulai bermeditasi, jangan berharap itu akan mengubah hidup Anda sepenuhnya. Lakukan langkah demi langkah. Katakan pada diri sendiri bahwa Anda bermeditasi untuk memperlambat pernapasan Anda. Minggu depan, lakukan meditasi dengan tujuan meredakan stres Anda.

  • Patuhi rutinitas meditasi Anda. Menentukan waktu khusus untuk bermeditasi akan sangat membantu.

  • Ciptakan ruang untuk bermeditasi. Pilih tempat yang tenang di rumah Anda atau di mana pun di luar dan bermeditasi di sana setiap hari. Jika Anda berpindah tempat setiap hari, tubuh Anda mungkin akan kesulitan untuk menyesuaikan diri.

  • Tarik napas dalam-dalam beberapa kali dan tenangkan tubuh Anda.

Kenali Pusat Kendali Anda

Anda dapat melatih diri untuk mempertahankan informasi, bersikap resilien, meningkatkan daya ingat, dan memperkaya hidup Anda secara keseluruhan.

Otak Anda tidak diragukan lagi adalah organ paling penting dalam tubuh. Terlepas dari ukurannya yang kecil, ia mengoordinasikan dan mengendalikan segalanya mulai dari memori dan persepsi hingga kognisi dan emosi.

Oleh karena itu, mempelajari tentang otak Anda adalah cara yang luar biasa untuk memberdayakan diri Anda sendiri. Jika Anda tahu bagaimana Anda dapat mempelajari keterampilan baru atau mengatur emosi Anda, Anda akan lebih siap untuk mengambil kursus baru atau menghadapi pengalaman traumatis dalam hidup Anda.

Sama halnya, jika Anda memahami konsep-konsep seperti neuroplastisitas dan memori kerja, Anda akan dapat melatih diri untuk mempertahankan informasi, bersikap resilien, meningkatkan daya ingat, dan memperkaya hidup Anda secara keseluruhan.

Dr. John N. Morris, Direktur Penelitian Kebijakan Sosial dan Kesehatan di Institute for Aging Research, mengatakan bahwa keterampilan kognitif dan memori Anda akan memudar seiring waktu. Jadi, Anda harus mulai membangun cadangan Anda dari sekarang.

Mengenal otak Anda akan membantu Anda melakukan hal itu, memberdayakan Anda untuk membuat keputusan yang pada akhirnya akan menguntungkan Anda di usia tua dan menunda penuaan neurodegeneratif di tubuh Anda.

Otak kita adalah bagian tubuh kita yang paling kompleks, yang mengendalikan segalanya mulai dari kecerdasan dan kognisi hingga manajemen perilaku. Meskipun beratnya hanya tiga pon, otak adalah menara kendali bagi bagian tubuh lainnya.

Otak sangat penting bagi berfungsinya tubuh sehingga ia mulai matang sebelum lahir. Menariknya, otak tidak matang pada tingkat kecepatan yang sama pada setiap orang. Namun, hal itu tidak terlalu mengejutkan.

Tubuh kita tumbuh secara berbeda. Dari kematangan emosional hingga pubertas, kita mencapai tahap yang berbeda dengan tingkat kecepatan yang berbeda pula. Jadi, sangat masuk akal jika otak kita juga berbeda. Hal itu pasti membuat Anda penasaran tentang cara kerja otak Anda dan bagaimana perbedaannya dengan otak orang lain.

Berikut adalah gambaran umum tentang mengapa penting untuk mengenal otak Anda dan bagaimana pengetahuan ini dapat memberdayakan Anda.

Mengapa Harus Mempelajari Otak Anda

Sistem saraf kita terdiri dari sejumlah sel, yang disebut neuron, yang membentuk unit fungsional utama otak. Semua ingatan, perasaan, sensasi, dan gerakan dalam tubuh dihasilkan dari aliran sinyal melalui neuron dengan fungsi, bentuk, dan ukuran yang berbeda.

Rata-rata, otak manusia terdiri dari 80 hingga 90 miliar neuron. Selain neuron, otak juga mengandung glia - sel khusus yang melindungi neuron.

Semua ingatan, perasaan, sensasi, dan gerakan dalam tubuh dihasilkan dari aliran sinyal melalui neuron dengan fungsi, bentuk, dan ukuran yang berbeda.

Para ilmuwan telah mempelajari banyak hal tentang otak dalam beberapa abad terakhir, termasuk sebagian besar struktur dan fungsinya. Penemuan-penemuan ini menunjukkan bahwa anatomi dasar otak serupa pada setiap orang.

Namun, pola koneksi dan interaksi neuronal bervariasi dari satu orang ke orang lain. Dari situlah variasi dalam perilaku manusia berasal. Sirkuit otak kita merombak dirinya sendiri seiring setiap pengalaman baru, menjadikan kita pribadi seperti sekarang ini.

Bagaimana kita masih bisa mengingat suatu peristiwa dari dua puluh tahun yang lalu? Bagaimana orang belajar menari balet atau memainkan selusin bola sekaligus? Semua pengalaman luar biasa ini dapat dikaitkan dengan otak.

Namun, otak begitu kompleks sehingga sulit untuk dipahami sepenuhnya. Para peneliti masih mencoba memahami berbagai bagian otak dan bagaimana bagian-bagian tersebut berperan dalam emosi, ingatan, kecerdasan, dan persepsi lainnya.

Untuk benar-benar memahami otak, kita perlu mengidentifikasi sel-sel komponennya dan mencirikan mereka berdasarkan konektivitas dan fungsinya. Faktanya, banyak pengobatan baru yang berasal dari pemahaman mendasar tentang cara neuron berinteraksi di dalam tubuh.

Salah satu metode paling awal untuk mempelajari otak adalah Elektroensefalogram (EEG). Pada tahun 1929, Hans Berger menempatkan sensor pada kulit kepala untuk merekam potensi listrik yang dihasilkan oleh neuron. Ini memberikan Insight pertama tentang aktivitas otak. Meskipun EEG awal ini merupakan rekaman analog yang belum sempurna, teknologi ini telah berkembang untuk memungkinkan digitalisasi data gelombang otak dan masih umum digunakan dalam berbagai skenario. Saat ini, psikologi kognitif dan sains otak lebih berbasis konteks. Kita sekarang memiliki alat yang memungkinkan kita untuk mempelajari kumpulan data guna memahami fungsi otak sehubungan dengan kondisi, lingkungan, pemicu, dan aktivitas tertentu - sesuatu yang sebelumnya tidak mungkin dilakukan.

Kontekstualisasi studi otak memungkinkan kita untuk memahami diri sendiri dan mempelajari bagaimana otak kita mengambil peran dalam interaksi kita dengan lingkungan sekitar.

Mengingat hal ini, ada banyak alasan bagi Anda untuk mempelajari otak Anda.

Meningkatkan Kemampuan Belajar

Selama bertahun-tahun, penelitian seputar kemampuan "belajar" otak telah membantu para pendidik merancang lingkungan belajar yang tidak hanya cocok untuk siswa tetapi juga memfasilitasi pembelajaran yang efektif.

Namun, pengetahuan ini tidak hanya berguna bagi para guru. Anda juga dapat menggunakannya secara individu untuk meningkatkan kesejahteraan kognitif Anda dan pada akhirnya meningkatkan kualitas hidup Anda.

Mari kita ambil contoh mempelajari hal-hal baru untuk menjelaskan hal ini secara mendetail.

Ketika Anda mempelajari sesuatu yang baru, banyak perubahan terjadi di otak Anda. Di antaranya, yang paling menonjol adalah pembentukan koneksi baru antar neuron - sebuah fenomena yang disebut neuroplastisitas.

Jika Anda terus melatih hal yang sama berulang-ulang, hubungan ini akan menjadi lebih kuat. Akibatnya, pesan antar neuron ditransmisikan dengan cepat. Bagaimana hal itu membantu Anda? Ini memungkinkan Anda untuk mengingat apa yang telah Anda pelajari dengan cara yang jauh lebih cepat dan lebih efisien.

Bagaimana Cara Meningkatkan Kognisi Anda?

Misalkan Anda sedang belajar menjahit. Ketika Anda masih pemula, Anda akan membutuhkan waktu berjam-jam, bahkan berhari-hari, untuk mempelajari jenis jahitan tertentu dan menyempurnakannya. Dengan latihan, itu akan menjadi kebiasaan alami bagi Anda.

Menariknya, hal sebaliknya juga berlaku. Ketika Anda berhenti berlatih, koneksi tersebut akan menjadi lebih lemah, dan Anda tidak akan efisien lagi dalam melakukan tugas tersebut.

Sebuah artikel Frontiers menjelaskan hal ini dengan menggunakan contoh jalan setapak di hutan yang dipenuhi tumbuhan. Pertama kali Anda berjalan melaluinya, Anda akan merasa kesulitan untuk mendorong dahan dan tumbuhan keluar dari jalan Anda.

Namun semakin sering Anda melewatinya, jalan tersebut akan menjadi semakin praktis karena Anda menyingkirkan dahan-dahan dari jalan Anda setiap kali Anda lewat. Setelah beberapa lama, akan tiba saatnya Anda tidak perlu menyingkirkan apa pun karena jalannya sudah bersih, sehingga Anda dapat berjalan melaluinya dengan mudah.

Anda dapat memberdayakan diri sendiri untuk meningkatkan kemampuan belajar Anda.

Namun, jika Anda berhenti melewati jalan setapak tersebut selama beberapa bulan atau tahun, tumbuhan akan tumbuh kembali. Jika Anda kembali ke jalan setapak itu, Anda harus memulainya dari awal lagi.

Namun, penting untuk dicatat bahwa beberapa koneksi saraf di otak menjadi sangat kuat sehingga tidak pernah hilang sepenuhnya, bahkan ketika tidak sering digunakan.

Dengan mengetahui informasi ini tentang otak Anda, Anda dapat memberdayakan diri sendiri untuk meningkatkan kemampuan belajar Anda. Anda sekarang tahu bahwa Anda perlu mempraktikkan suatu keterampilan atau hal baru untuk menyempurnakannya.

Bahkan lebih baik lagi, jika Anda menguji diri sendiri, Anda cenderung mengingat informasi yang telah Anda pelajari. Sebuah studi menunjukkan bahwa ketika Anda melakukan ujian atau tes, Anda mengingat informasi lebih banyak dibandingkan jika Anda hanya belajar. Artinya, mencoba memanggil kembali informasi membantu Anda mengingatnya lebih baik daripada sekadar melatihnya.

Misalkan Anda sedang mempelajari bahasa pemrograman baru. Tentu saja, mempraktikkannya akan membantu Anda belajar lebih cepat dan lebih baik. Namun jika Anda juga melakukan latihan coding online atau mengerjakan proyek di mana Anda secara aktif memanggil kembali informasi tersebut, maka Anda lebih mungkin untuk mempertahankan informasi yang telah Anda pelajari.

Membangun Resiliensi

Memahami cara kerja otak Anda juga akan membantu Anda membangun resiliensi. Menarik untuk dicatat bahwa resiliensi bukanlah sifat bawaan sejak lahir. Ini adalah proses berpikir dan serangkaian perilaku yang dapat Anda pelajari dan kembangkan seiring waktu.

Resiliensi itu penting karena memberi Anda kekuatan untuk mengatasi dan memproses kesulitan dalam hidup. Orang yang kurang memiliki resiliensi lebih rentan merasa kewalahan dan mengadopsi mekanisme koping yang tidak sehat.

Sementara itu, orang dengan resiliensi yang lebih tinggi dapat memanfaatkan sistem pendukung dan kekuatan mereka untuk menemukan jalan keluar dari masalah mereka dan mengatasi tragedi atau tantangan dalam hidup.

Tidak, mantra Instagram yang ditulis di latar belakang unik tidak akan membantu Anda di sini. Sebaliknya, Anda dapat menggunakan neuroplastisitas otak Anda untuk membangun pikiran yang resilien. Dengan melakukan itu, Anda meningkatkan seberapa baik Anda menangani stres.

Pertama-tama, mari kita pahami apa arti resiliensi sebenarnya. Resiliensi tidak berarti ketidakpedulian terhadap tragedi atau rasa sakit yang menghampiri Anda. Ini sebenarnya adalah proses beradaptasi di masa trauma, tragedi, atau kesulitan.

Sederhananya, ini adalah tindakan "bangkit kembali" setelah kejadian besar dalam hidup Anda, seperti kematian orang yang dicintai atau tantangan kesehatan. Namun resiliensi tidak sebanding dengan jumlah pembicara motivasi yang Anda dengarkan atau seberapa banyak Anda berdoa - meskipun hal-hal tersebut dapat membantu.

Resiliensi sangat berkaitan dengan aktivasi korteks prefrontal kiri otak Anda.

Penelitian Tentang Resiliensi dan Otak

Menurut Richard Davidson, seorang Profesor Psikologi dan Psikiatri di University of Wisconsin–Madison, jumlah aktivasi di wilayah otak ini pada orang yang resilien bisa tiga puluh kali lebih banyak daripada orang yang tidak resilien.

Dalam penelitian awalnya, Davidson menemukan bahwa jumlah sinyal dari korteks prefrontal ke amigdala menentukan kecepatan pemulihan otak seseorang dari rasa kesal.

Amigdala adalah wilayah di otak yang mendeteksi ancaman dan mengaktifkan respons lawan-atau-lari (fight-or-flight). Ketika ada peningkatan aktivitas di korteks prefrontal, ini memperpendek waktu yang dibutuhkan amigdala untuk diaktifkan.

Sementara itu, jika aktivitas di sisi kiri korteks prefrontal lebih sedikit, amigdala membutuhkan waktu lebih lama untuk merespons. Belakangan, Davidson melakukan penelitian yang lebih ekstensif menggunakan pemindaian MRI dan menemukan bahwa jumlah materi putih - akson yang menghubungkan neuron - antara amigdala dan korteks prefrontal berbanding lurus dengan resiliensi.

Secara sederhana, ini berarti jika Anda memiliki lebih banyak materi putih atau konektivitas yang lebih baik antara kedua wilayah tersebut, Anda lebih resilien. Hal sebaliknya juga berlaku.

Bagaimana Cara Membangun Otak yang Resilien?

Penelitian Profesor Davidson adalah contoh bagus tentang bagaimana kita dapat menggunakan pengetahuan tentang otak kita untuk meningkatkan diri kita sendiri. Sekarang, Anda tahu bahwa menciptakan koneksi yang lebih kuat antara amigdala dan korteks prefrontal akan membantu membuat Anda lebih resilien.

Anda dapat bekerja secara aktif untuk mencapai hal ini dengan mengadopsi kebiasaan dan perilaku yang akan membantu membangun otak yang resilien.

Jadi, Anda dapat bekerja secara aktif untuk mencapai hal ini dengan mengadopsi kebiasaan dan perilaku yang akan membantu membangun otak yang resilien. Berikut beberapa contohnya:

  • Latih Welas Asih: Welas asih terhadap diri sendiri tidak boleh disalahartikan dengan keangkuhan, kepuasan diri, atau mengasihani diri sendiri. Faktanya, ini adalah pengakuan positif atas kesalahan dan penderitaan Anda, yang pada akhirnya membantu Anda meresponsnya dengan pemahaman dan perhatian. Penelitian menemukan bahwa welas asih pada diri sendiri merupakan faktor penting dalam menentukan apakah peristiwa hidup yang tragis menjadi hambatan atau batu loncatan untuk melangkah maju dalam hidup.

  • Latih Kesadaran Penuh (Mindfulness): Sadar penuh berarti Anda menyadari kejadian-kejadian pada saat hal itu sedang terjadi. Dalam kesadaran penuh, Anda harus memfokuskan kesadaran Anda pada masa kini. Penelitian menunjukkan bahwa kesadaran penuh dapat menginduksi neuroplastisitas di otak. Akibatnya, ini dapat mengurangi degenerasi otak terkait usia, meningkatkan rentang perhatian, meningkatkan memori kerja Anda, dan meningkatkan fungsi kognitif.

  • Gunakan Rasa Syukur: Sebagai manusia, kita memiliki kecenderungan bawaan untuk memperhatikan dan fokus pada hal-hal negatif - sebuah fenomena yang disebut bias negatif. Sayangnya, karakteristik inheren ini sering kali membuat kita sulit untuk menjadi resilien dalam menghadapi tragedi. Namun rasa syukur adalah cara yang didukung secara ilmiah untuk mengatasi bias negatif ini dan menginternalisasi kebaikan dalam hidup Anda. Penelitian menunjukkan bahwa rasa syukur tidak hanya meningkatkan kesehatan Anda secara keseluruhan tetapi juga meningkatkan kualitas dan kuantitas tidur.

Meskipun ini bukan satu-satunya cara untuk membangun otak yang resilien, praktik-praktik ini membantu Anda meningkatkan konektivitas di otak Anda seiring waktu. Anda juga dapat mempraktikkan hal-hal lain, seperti kemurahan hati, motivasi, dan pembelajaran untuk meningkatkan resiliensi Anda.

Meningkatkan Fungsi Otak

Begitu Anda mulai memahami cara kerja otak Anda, Anda sebenarnya dapat meningkatkan fungsinya secara keseluruhan. Melalui latihan, Anda dapat mengembangkan keterampilan perencanaan, pengorganisasian, memori, dan perhatian.

Memori Kerja (Working Memory)

Memori kerja Anda adalah kemampuan otak untuk menyimpan informasi saat ia sedang memecahkan masalah. Misalnya, Anda membaca nomor dari buku telepon dan dapat menyimpannya cukup lama untuk memutarnya di ponsel Anda.

Namun, Anda akan melupakannya dalam satu jam.

Penelitian seputar otak menunjukkan bahwa memori kerja memiliki mekanisme dasar yang dapat dijelaskan melalui tiga tahap: penyimpanan, perhatian, dan kontrol.

Berbagai metodologi studi otak mengungkapkan bahwa ketiga mekanisme ini penting dalam menjelaskan bagaimana kapasitas memori kerja berbeda pada setiap individu. Tingkat memori kerja seseorang juga dikaitkan dengan pematangan otak.

Misalnya, anak-anak sekolah dasar hanya dapat mengikuti satu atau dua petunjuk sekaligus. Sementara itu, guru dapat memberikan daftar hal-hal yang harus dilakukan kepada siswa sekolah menengah, dan otak mereka akan mengingatnya.

Berikut adalah beberapa contoh yang menunjukkan bahwa Anda mungkin memiliki memori kerja yang lemah:

  • Anda ingin menjadi bagian dari percakapan, tetapi pada saat orang lain selesai berbicara, Anda lupa apa yang ingin Anda katakan.

  • Terus-menerus kehilangan dompet, kunci, dan ponsel Anda.

  • Anda berencana untuk melakukan suatu aktivitas tetapi lupa membawa perlengkapannya padahal Anda baru saja diingatkan beberapa menit yang lalu.

  • Anda harus membaca sebuah paragraf berkali-kali untuk mengingat informasinya.

Jika Anda mengalami salah satu dari hal-hal ini, kemungkinan besar Anda memiliki memori kerja yang lemah. Bagaimana cara meningkatkannya? Dengan mempelajari lebih lanjut tentang otak Anda dan memahami bagaimana otak pribadi Anda bekerja.

Melalui latihan, Anda dapat mengembangkan keterampilan perencanaan, pengorganisasian, memori, dan perhatian.

Begitu Anda mendapatkan informasi itu, Anda dapat menggunakannya untuk melatih diri Anda sendiri secara sesuai. Misalnya, Anda dapat menggunakan fenomena yang disebut chunking (pengelompokan) untuk meningkatkan memori kerja Anda.

Chunking mengacu pada perekaman bagian-bagian informasi yang lebih kecil menjadi unit-unit yang lebih besar. Diasumsikan bahwa chunking dapat melewati keterbatasan kapasitas memori kerja seseorang.

Chunking mengurangi beban pada memori kerja. Ini tidak hanya memungkinkan pengingatan yang lebih baik dari informasi yang dikelompokkan tetapi juga informasi yang tidak dikelompokkan dalam memori kerja. Namun, penting untuk dicatat bahwa manfaat dari chunking tergantung pada ukuran kelompok dalam kasus di mana kelompok terdiri dari set elemen yang tumpang tindih.

Berikut cara menggunakan chunking. Misalkan Anda harus pergi berbelanja bahan makanan, dan daftar Anda berisi 20 barang. Alih-alih mencoba mengingat 20 barang secara mandiri, kelompokkan menjadi unit-unit yang lebih besar, yaitu kategori.

Misalnya, Anda dapat membuat kategori terpisah untuk barang-barang yang mudah rusak, anggur, pembersih, produk susu, biji-bijian, dll.

Mungkin juga membantu jika Anda menautkan barang-barang dalam ingatan Anda. Misalnya, Anda lebih mungkin mengingat telur, keripik cokelat, dan baking powder jika Anda menautkan daftar tersebut ke pikiran bahwa Anda akan membuat kue nanti malam.

Fungsi Eksekutif

Fungsi eksekutif dapat digambarkan sebagai sistem manajemen otak. Itu karena mereka membantu kita merencanakan sesuatu, mengeksekusinya, memperhatikan, dan mengatur emosi kita. Meskipun para ahli yang berbeda memiliki pemikiran yang bervariasi tentang jumlah fungsi eksekutif yang diperlukan, berikut adalah beberapa fungsi yang penting:

  • Manajemen waktu

  • Memori kerja

  • Kontrol diri

  • Pemantauan diri

  • Perencanaan

  • Berpikir adaptif

  • Pengorganisasian

Fungsi-fungsi ini memungkinkan Anda menyesuaikan perilaku Anda dengan situasi yang berbeda. Misalnya, Anda perlu merencanakan apa yang akan dikenakan untuk makan malam nanti malam. Tetapi Anda juga harus merencanakan jalur pendidikan atau karier profesional Anda.

Demikian pula, Anda harus menjaga kamar atau rumah Anda tetap teratur. Tetapi pada saat yang sama, Anda juga perlu mengatur hidup Anda secara keseluruhan, seperti hubungan romantis dan ikatan keluarga.

Ketika Anda memahami otak Anda, Anda dapat meningkatkan keterampilan fungsi eksekutif Anda. Keterampilan ini sangat penting untuk kesuksesan sehari-hari dan jangka panjang Anda. Anda sekarang tahu bahwa neuroplastisitas adalah kekuatan pendorong dalam mempelajari hal-hal baru, termasuk kebiasaan dan pola.

Anda dapat menerapkan pengetahuan ini dan meningkatkan fungsi eksekutif Anda dengan melakukan hal-balik berikut:

  • Belajar Mengelola Waktu Anda: Tanda utama dari fungsi eksekutif yang lemah adalah manajemen waktu yang buruk. Bagaimana cara mengatasinya? Uraikan tugas-tugas Anda menjadi "tidak mendesak," "penting," dan "mendesak" untuk memprioritaskannya sesuai dengan tingkat urgensinya. Dalam jangka panjang, Anda akan dapat menerapkan ini pada segala hal dalam hidup, bahkan di luar kehidupan profesional.

  • Gunakan Pengingat: Kita beruntung hidup di zaman di mana kita selalu membawa smartphone kita. Atur pengingat di ponsel Anda untuk mengingatkan Anda tentang hal-hal yang perlu Anda lakukan.

  • Jaga Hal-hal Tetap Sederhana: Mengurangi jumlah tugas yang perlu Anda lakukan akan membantu Anda tetap teratur dan mengelola waktu dengan baik. Pada saat yang sama, Anda akan dapat merencanakan dengan lebih baik dan menggunakan pemikiran adaptif untuk menentukan bagaimana Anda dapat menyelesaikan tugas-tugas "mendesak" pada waktunya.

Membantah Mitos Terkait Otak

Mengenal otak Anda juga membantu dalam membantah mitos seputar fungsi otak. Sering kali, kita akhirnya menjadi mangsa informasi yang salah di internet. Namun, jika Anda mendapatkan informasi dari sumber bereputasi baik, seperti jurnal ilmiah, Anda akan memahami cara kerja otak Anda yang sebenarnya.

Mari bantai dua mitos yang pasti pernah Anda dengar di beberapa titik dalam hidup Anda.

Mitos 1: Anda Dapat Meningkatkan Beberapa Bagian Otak Anda

Jika Anda pernah mendengar "guru internet", Anda pasti pernah menemukan seseorang yang mengatakan bahwa sangat mungkin untuk melatih bagian-bagian tertentu dari otak Anda guna meningkatkan fungsinya.

Izinkan kami memecahkan gelembung Anda dengan mengatakan bahwa ini tidak benar. Otak memiliki koneksi yang kompleks, dan setiap wilayah saling terhubung untuk memastikan fungsi otak yang optimal. Dengan demikian, Anda tidak dapat secara khusus melatih satu bagian otak Anda saja agar berfungsi lebih baik.

Ya, Anda dapat mengembangkan keterampilan tertentu melalui latihan dan pembelajaran. Namun Anda tidak bisa begitu saja fokus pada satu wilayah dan meningkatkannya secara individual. Saat ini, belum ada informasi yang cukup untuk memahami di mana otak menyimpan informasi ini atau bagaimana tepatnya pembelajaran terjadi.

Faktanya, penelitian pada korban cedera kepala menunjukkan bahwa cedera pada wilayah yang sama di otak individu yang berbeda menghasilkan kerugian yang berbeda pula. Dalam hal ini, kita dapat menganggap otak seperti sidik jari.

Kita semua memilikinya, tetapi sidik jari setiap orang berbeda.

Mitos 2: Anda Lahir dengan Beberapa Kemampuan yang Tidak Berubah Selama Hidup Anda

Sering kali, orang-orang salah menerapkan pepatah "Anda tidak bisa mengajari anjing tua trik baru" pada otak manusia. Meskipun mungkin menjadi sedikit sulit untuk mempelajari sesuatu yang baru di usia yang lebih tua, otak Anda masih memiliki kemampuan luar biasa untuk belajar dan mempelajari keterampilan baru.

Penelitian modern telah menunjukkan plastisitas otak, yang berarti perkembangan dan pengalaman mengubah otak.

Sebelumnya, diyakini bahwa perkembangan otak berhenti pada masa kanak-kanak. Namun sekarang kita tahu bahwa pematangan wilayah tertentu di otak dapat terjadi hingga usia 25 tahun.

Misalnya, pada beberapa orang, lobus frontal berkembang pada usia 18 atau 19 tahun. Pada orang lain, ia mungkin berkembang lebih cepat. Itulah mengapa beberapa remaja membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan kehidupan kuliah sementara yang lain secara kognitif sudah siap untuk itu di tahap awal.

Hasil ini menunjukkan bahwa ada kebutuhan yang lebih besar untuk memahami otak pada tingkat individu daripada menetapkan bahwa temuannya seragam untuk semua orang. Kecepatan pematangan otak Anda mungkin berbeda dari teman atau saudara perempuan Anda.

Mengingat hal ini, wajar jika Anda penasaran untuk mengetahui fungsi sebenarnya dari otak individu ANDA sendiri, bukan hanya otak secara umum.

Bagaimana Cara Mempelajari Otak Anda?

Sekarang setelah Anda mengetahui pentingnya mempelajari otak Anda, pertanyaan bernilai jutaan dolar adalah: bagaimana Anda melakukannya? Bagaimana Anda bisa mengenal otak Anda?

Teknologi Emotiv mengukur data elektroensefalografi (EEG) dari otak dan menganalisisnya untuk menghasilkan Insight tentang fungsi otak.

Untungnya, teknologi telah berkembang ke titik di mana kita sekarang memiliki akses ke teknologi yang dapat membantu kita memahami otak kita dengan lebih baik. Emotiv adalah perusahaan bioinformatika yang memberdayakan individu untuk memahami otak mereka dengan mendapatkan "pandangan dari dalam."

Teknologi Emotiv mengukur data elektroensefalografi (EEG) dari otak dan menganalisisnya untuk menghasilkan Insight tentang fungsi otak. Karena Insight ini berbasis konteks, mereka memberikan informasi yang sangat penting untuk memahami arti dari peristiwa dan kondisi tertentu.

Pada dasarnya, Anda mengenakan headset Emotiv, dan alat tersebut mengukur sinyal dari otak Anda. Kemudian, ia mengubah sinyal-sinyal ini menjadi Insight dan analitik otak yang bermakna.

Sangat mungkin untuk memanfaatkan kekuatan otak Anda dengan menggunakan platform neuroteknologi seperti Emotiv. Dengan memahami otak Anda secara individual, Anda dapat menggunakan keterampilan dan kemampuan khusus Anda untuk digunakan di dunia nyata.

Bagaimana Cara Menggunakan Informasi Ini?

Setelah Anda mempelajari tentang otak Anda, kini saatnya menggunakan informasi ini dengan baik. Jika Anda memiliki pemahaman yang jelas tentang cara Anda belajar, mempertahankan informasi, memproses ingatan, dan menghadapi masalah, Anda akan dapat menjaga otak Anda tetap tajam dengan mengikuti praktik yang cocok untuk Anda.

Berikut adalah beberapa cara sederhana untuk menjaga otak Anda tetap tajam:

Bermain Jigsaw Puzzle (Teka-teki Gambar)

Teka-teki bukan hanya untuk anak-anak. Mengerjakan teka-teki gambar bangunan berisi 1000 keping atau menyatukan 500 keping untuk membentuk poster film Disney akan membantu Anda memperkuat otak Anda.

Penelitian menemukan bahwa Anda melindungi otak Anda dari penuaan kognitif visuospatial saat Anda bermain jigsaw puzzle. Memori kerja visuospatial Anda menentukan waktu yang Anda butuhkan untuk mengoordinasikan respons mata dan sentuhan.

Beberapa contoh umum dari hal ini adalah mengancingkan kemeja Anda, menggambar, atau merakit furnitur yang belum dirakit. Bahkan merapikan tempat tidur Anda adalah contoh memori kerja visuospatial.

Saat Anda mengerjakan teka-teki, Anda harus mencari tahu ke mana setiap kepingan harus diletakkan. Meskipun ini hal sepele terkait dengan aktivitas yang Anda lakukan, manfaatnya bisa sangat besar dalam gambaran yang lebih luas.

Tingkatkan Kosakata Anda

Menguasai banyak bahasa bukan sekadar cara untuk mengesankan orang atau berkomunikasi secara lebih efektif dengan semua orang. Ini juga membantu merangsang otak Anda. Penelitian menunjukkan bahwa banyak bagian otak yang biasanya terlibat dalam pemrosesan auditori dan visual juga berperan dalam tugas-tugas kosakata.

Ketika Anda mempelajari kata-kata baru dalam bahasa Anda atau bahasa baru, pada akhirnya Anda memperkuat konektivitas di semua wilayah otak ini.

Anda tidak perlu mempelajari bahasa baru dari awal untuk mempraktikkan aktivitas peningkatan kognitif ini. Jika Anda sedang membaca buku atau bahkan menelusuri media sosial dan melihat kata yang tidak Anda kenal, carilah artinya di Google.

Tuliskan, atau cukup ulangi di pikiran Anda beberapa kali sehari. Anda juga dapat mencoba menggunakan kata tersebut dalam percakapan. Pada akhirnya, Anda akan dapat mempelajari kata-kata baru dengan lebih cepat.

Menari

Sesuatu yang sederhana dan menyenangkan seperti menari dapat membantu meningkatkan memori otak Anda dan kecepatan pemrosesan informasi. Kemungkinan besar ini disebabkan oleh tingkat koordinasi yang diperlukan dalam menari. Jika Anda mengikuti kelas salsa atau Zumba, Anda harus menghafal langkah-langkah untuk setiap ketukan.

Seiring waktu, ini akan membantu meningkatkan kemampuan belajar Anda. Ditambah lagi, Anda akan dapat mengesankan teman-teman Anda di pertemuan berikutnya.

Ajarkan Suatu Keterampilan kepada Seseorang

Sebelumnya dalam artikel ini, kami menjelaskan bagaimana mempelajari suatu keterampilan memperkuat koneksi di otak Anda. Hal yang sama juga berlaku ketika Anda mengajarkan keterampilan tersebut kepada orang lain.

Misalnya, jika Anda tahu cara bermain piano, Anda bisa mengajarkannya kepada teman Anda. Dalam melakukan ini, Anda akan mempraktikkan apa yang sudah Anda ketahui, membuat koneksi neuron di otak Anda menjadi kuat. Pada saat yang sama, Anda juga akan melihat kesalahan yang dilakukan teman Anda.

Anda kemudian akan dapat memperbaiki kesalahan mereka, yang pada akhirnya akan memperkokoh pengetahuan Anda tentang keterampilan khusus tersebut.

Bermeditasi

Jika Anda terus-menerus stres, dan otak Anda tampak terus berjalan maraton setiap saat, meditasi adalah sekutu Anda. Meditasi membantu menenangkan tubuh dan meredakan stres. Ini juga memperlambat pernapasan Anda, yang selanjutnya membantu menjaga tingkat stres Anda tetap rendah.

Ingin mendengar bagian terbaiknya? Meditasi juga diketahui meningkatkan kemampuan pemrosesan informasi otak Anda. Selain itu, ia menyempurnakan memori Anda dan membuat Anda mengingat berbagai hal dengan benar dan cepat.

Jika Anda ingin mendapatkan manfaat dari meditasi, ikuti tips berikut ini dengan cermat:

  • Saat Anda mulai bermeditasi, jangan berharap itu akan mengubah hidup Anda sepenuhnya. Lakukan langkah demi langkah. Katakan pada diri sendiri bahwa Anda bermeditasi untuk memperlambat pernapasan Anda. Minggu depan, lakukan meditasi dengan tujuan meredakan stres Anda.

  • Patuhi rutinitas meditasi Anda. Menentukan waktu khusus untuk bermeditasi akan sangat membantu.

  • Ciptakan ruang untuk bermeditasi. Pilih tempat yang tenang di rumah Anda atau di mana pun di luar dan bermeditasi di sana setiap hari. Jika Anda berpindah tempat setiap hari, tubuh Anda mungkin akan kesulitan untuk menyesuaikan diri.

  • Tarik napas dalam-dalam beberapa kali dan tenangkan tubuh Anda.

Kenali Pusat Kendali Anda

Anda dapat melatih diri untuk mempertahankan informasi, bersikap resilien, meningkatkan daya ingat, dan memperkaya hidup Anda secara keseluruhan.

Otak Anda tidak diragukan lagi adalah organ paling penting dalam tubuh. Terlepas dari ukurannya yang kecil, ia mengoordinasikan dan mengendalikan segalanya mulai dari memori dan persepsi hingga kognisi dan emosi.

Oleh karena itu, mempelajari tentang otak Anda adalah cara yang luar biasa untuk memberdayakan diri Anda sendiri. Jika Anda tahu bagaimana Anda dapat mempelajari keterampilan baru atau mengatur emosi Anda, Anda akan lebih siap untuk mengambil kursus baru atau menghadapi pengalaman traumatis dalam hidup Anda.

Sama halnya, jika Anda memahami konsep-konsep seperti neuroplastisitas dan memori kerja, Anda akan dapat melatih diri untuk mempertahankan informasi, bersikap resilien, meningkatkan daya ingat, dan memperkaya hidup Anda secara keseluruhan.

Dr. John N. Morris, Direktur Penelitian Kebijakan Sosial dan Kesehatan di Institute for Aging Research, mengatakan bahwa keterampilan kognitif dan memori Anda akan memudar seiring waktu. Jadi, Anda harus mulai membangun cadangan Anda dari sekarang.

Mengenal otak Anda akan membantu Anda melakukan hal itu, memberdayakan Anda untuk membuat keputusan yang pada akhirnya akan menguntungkan Anda di usia tua dan menunda penuaan neurodegeneratif di tubuh Anda.

Mengapa menggunakan EEG untuk penelitian? - Emotiv

Lanjutkan membaca

Mengapa menggunakan EEG untuk penelitian?