
Mengevaluasi Apakah Anak-anak Dapat Menggunakan Antarmuka Otak-Komputer Sederhana
Emotiv
Diperbarui pada
8 Jul 2019

Mengevaluasi Apakah Anak-anak Dapat Menggunakan Antarmuka Otak-Komputer Sederhana
Emotiv
Diperbarui pada
8 Jul 2019

Mengevaluasi Apakah Anak-anak Dapat Menggunakan Antarmuka Otak-Komputer Sederhana
Emotiv
Diperbarui pada
8 Jul 2019
Latar Belakang: Pilihan bagi anak-anak penyandang disabilitas berat dengan kognisi yang utuh untuk berinteraksi dengan lingkungan mereka sangatlah terbatas. Brain computer interface (BCI) memiliki potensi untuk memungkinkan orang-orang tersebut memperoleh fungsi, komunikasi, dan kemandirian yang berarti. Meskipun populasi pediatrik mungkin paling diuntungkan dari teknologi BCI, penelitian hingga saat ini sebagian besar dilakukan pada orang dewasa. Metode: Dalam studi prospektif cross-over ini, kami mengukur kemampuan anak-anak usia sekolah yang sehat untuk melakukan tugas-tugas sederhana menggunakan BCI dasar berbasis EEG yang tersedia secara komersial. Anak-anak dengan perkembangan tipikal berusia 6–18 tahun direkrut dari masyarakat. Pelatihan BCI terdiri dari persiapan singkat dan perekaman EEG saat melakukan tugas tertentu menggunakan sistem BCI murah yang tersedia secara komersial (Emotiv EPOC). Dua tugas dilatih (mengendarai mobil remote-control dan menggerakkan kursor komputer) masing-masing menggunakan dua strategi (sensorimotor dan pencitraan visual). Hasil utama adalah koefisien kappa antara kinerja yang diminta dan yang dicapai. Pengaruh tugas, strategi, usia, dan pembelajaran juga dieksplorasi. Hasil: Dua puluh enam dari tiga puluh anak menyelesaikan studi ini (usia rata-rata 13,2 ± 3,6 tahun, 27% perempuan). Toleransi sangat baik dengan >90% melaporkan pengalaman tersebut sebagai netral atau menyenangkan. Anak-anak yang lebih tua mencapai kinerja yang sebanding dengan studi orang dewasa, tetapi usia yang lebih muda dikaitkan dengan kinerja yang lebih rendah namun masih tergolong baik. Tugas mobil menunjukkan kinerja yang lebih tinggi dibandingkan dengan tugas kursor (p = 0,027). Strategi berpikir juga dikaitkan dengan kinerja dengan strategi pencitraan visual mengungguli pendekatan sensorimotor (p = 0,031). Kesimpulan: Anak-anak dapat dengan cepat mencapai kontrol dan melakukan berbagai tugas menggunakan sistem BCI berbasis EEG yang sederhana. Kinerja bergantung pada strategi, tugas, dan usia. Keberhasilan dalam otak yang sedang berkembang tersebut menuntut eksplorasi sistem praktis ini pada anak-anak penyandang disabilitas berat.Baca artikel selengkapnya
Latar Belakang: Pilihan bagi anak-anak penyandang disabilitas berat dengan kognisi yang utuh untuk berinteraksi dengan lingkungan mereka sangatlah terbatas. Brain computer interface (BCI) memiliki potensi untuk memungkinkan orang-orang tersebut memperoleh fungsi, komunikasi, dan kemandirian yang berarti. Meskipun populasi pediatrik mungkin paling diuntungkan dari teknologi BCI, penelitian hingga saat ini sebagian besar dilakukan pada orang dewasa. Metode: Dalam studi prospektif cross-over ini, kami mengukur kemampuan anak-anak usia sekolah yang sehat untuk melakukan tugas-tugas sederhana menggunakan BCI dasar berbasis EEG yang tersedia secara komersial. Anak-anak dengan perkembangan tipikal berusia 6–18 tahun direkrut dari masyarakat. Pelatihan BCI terdiri dari persiapan singkat dan perekaman EEG saat melakukan tugas tertentu menggunakan sistem BCI murah yang tersedia secara komersial (Emotiv EPOC). Dua tugas dilatih (mengendarai mobil remote-control dan menggerakkan kursor komputer) masing-masing menggunakan dua strategi (sensorimotor dan pencitraan visual). Hasil utama adalah koefisien kappa antara kinerja yang diminta dan yang dicapai. Pengaruh tugas, strategi, usia, dan pembelajaran juga dieksplorasi. Hasil: Dua puluh enam dari tiga puluh anak menyelesaikan studi ini (usia rata-rata 13,2 ± 3,6 tahun, 27% perempuan). Toleransi sangat baik dengan >90% melaporkan pengalaman tersebut sebagai netral atau menyenangkan. Anak-anak yang lebih tua mencapai kinerja yang sebanding dengan studi orang dewasa, tetapi usia yang lebih muda dikaitkan dengan kinerja yang lebih rendah namun masih tergolong baik. Tugas mobil menunjukkan kinerja yang lebih tinggi dibandingkan dengan tugas kursor (p = 0,027). Strategi berpikir juga dikaitkan dengan kinerja dengan strategi pencitraan visual mengungguli pendekatan sensorimotor (p = 0,031). Kesimpulan: Anak-anak dapat dengan cepat mencapai kontrol dan melakukan berbagai tugas menggunakan sistem BCI berbasis EEG yang sederhana. Kinerja bergantung pada strategi, tugas, dan usia. Keberhasilan dalam otak yang sedang berkembang tersebut menuntut eksplorasi sistem praktis ini pada anak-anak penyandang disabilitas berat.Baca artikel selengkapnya
Latar Belakang: Pilihan bagi anak-anak penyandang disabilitas berat dengan kognisi yang utuh untuk berinteraksi dengan lingkungan mereka sangatlah terbatas. Brain computer interface (BCI) memiliki potensi untuk memungkinkan orang-orang tersebut memperoleh fungsi, komunikasi, dan kemandirian yang berarti. Meskipun populasi pediatrik mungkin paling diuntungkan dari teknologi BCI, penelitian hingga saat ini sebagian besar dilakukan pada orang dewasa. Metode: Dalam studi prospektif cross-over ini, kami mengukur kemampuan anak-anak usia sekolah yang sehat untuk melakukan tugas-tugas sederhana menggunakan BCI dasar berbasis EEG yang tersedia secara komersial. Anak-anak dengan perkembangan tipikal berusia 6–18 tahun direkrut dari masyarakat. Pelatihan BCI terdiri dari persiapan singkat dan perekaman EEG saat melakukan tugas tertentu menggunakan sistem BCI murah yang tersedia secara komersial (Emotiv EPOC). Dua tugas dilatih (mengendarai mobil remote-control dan menggerakkan kursor komputer) masing-masing menggunakan dua strategi (sensorimotor dan pencitraan visual). Hasil utama adalah koefisien kappa antara kinerja yang diminta dan yang dicapai. Pengaruh tugas, strategi, usia, dan pembelajaran juga dieksplorasi. Hasil: Dua puluh enam dari tiga puluh anak menyelesaikan studi ini (usia rata-rata 13,2 ± 3,6 tahun, 27% perempuan). Toleransi sangat baik dengan >90% melaporkan pengalaman tersebut sebagai netral atau menyenangkan. Anak-anak yang lebih tua mencapai kinerja yang sebanding dengan studi orang dewasa, tetapi usia yang lebih muda dikaitkan dengan kinerja yang lebih rendah namun masih tergolong baik. Tugas mobil menunjukkan kinerja yang lebih tinggi dibandingkan dengan tugas kursor (p = 0,027). Strategi berpikir juga dikaitkan dengan kinerja dengan strategi pencitraan visual mengungguli pendekatan sensorimotor (p = 0,031). Kesimpulan: Anak-anak dapat dengan cepat mencapai kontrol dan melakukan berbagai tugas menggunakan sistem BCI berbasis EEG yang sederhana. Kinerja bergantung pada strategi, tugas, dan usia. Keberhasilan dalam otak yang sedang berkembang tersebut menuntut eksplorasi sistem praktis ini pada anak-anak penyandang disabilitas berat.Baca artikel selengkapnya