

Game Neurofeedback Menjelajahi Pendekatan Baru untuk Mengelola Kelelahan Akibat Multiple Sclerosis
H.B. Duran
Diperbarui pada
23 Jul 2026

Game Neurofeedback Menjelajahi Pendekatan Baru untuk Mengelola Kelelahan Akibat Multiple Sclerosis
H.B. Duran
Diperbarui pada
23 Jul 2026

Game Neurofeedback Menjelajahi Pendekatan Baru untuk Mengelola Kelelahan Akibat Multiple Sclerosis
H.B. Duran
Diperbarui pada
23 Jul 2026
Catatan Editor
Artikel ini menyoroti AlphaRise, sebuah proyek penelitian akademis yang terinspirasi oleh pelaporan dari Healio Neurology. Meskipun proyek ini menunjukkan potensi yang menjanjikan, penelitian klinis tambahan masih diperlukan untuk mengevaluasi hasil jangka panjang.
AlphaRise adalah game neurofeedback berbasis EEG yang dibuat oleh desainer game mahasiswa Ned Shoaei sebagai bagian dari tesis MFA-nya.
Menjalani hidup dengan multiple sclerosis (MS) sendiri, Shoaei mengeksplorasi bagaimana desain naratif, sistem game, dan neurofeedback dapat menciptakan pengalaman terapeutik.
Dibangun menggunakan Emotiv Epoc X, AlphaRise menyelidiki bagaimana EEG real-time dapat menyesuaikan gameplay berdasarkan aktivitas otak yang terkait dengan kelelahan.
Proyek ini mendemonstrasikan bagaimana teknologi EEG tingkat penelitian yang mudah diakses dapat mendukung inovasi interdisipliner dalam perawatan kesehatan dan desain game.
Meskipun penelitian klinis tambahan masih diperlukan, AlphaRise menyoroti peran neuroteknologi yang semakin berkembang dalam mengeksplorasi pendekatan baru untuk kesehatan kognitif.

Ide Besar Sering Kali Dimulai dari Pengalaman Pribadi
Inovasi dalam neuroteknologi sering kali dimulai dengan pertanyaan sederhana: Bagaimana kita dapat meningkatkan kehidupan orang-orang?
Bagi desainer game mahasiswa Ned Shoaei, pertanyaan itu sangat pribadi. Hidup dengan multiple sclerosis (MS) sendiri, Shoaei mengeksplorasi bagaimana desain game, ilmu saraf, dan teknologi antarmuka otak-komputer dapat bersatu untuk menciptakan pengalaman terapeutik baru. Hasilnya adalah AlphaRise, sebuah game umpan balik saraf (neurofeedback) bertenaga EEG yang dikembangkan sebagai bagian dari tesis Master of Fine Arts-nya.
Dibangun menggunakan headset EEG nirkabel Emotiv Epoc X, AlphaRise mengeksplorasi bagaimana aktivitas otak secara real-time dapat dimasukkan ke dalam pengalaman gameplay adaptif yang dirancang untuk membantu penderita MS mengelola kelelahan dengan lebih baik.
Pertemuan Antara Desain Game dan Ilmu Saraf
Latar belakang Shoaei dalam desain game membentuk arah proyek ini.
Alih-alih mendekati kelelahan semata-mata sebagai tantangan klinis, tesisnya mengeksplorasi bagaimana desain naratif, sistem game, dan loop tertutup umpan balik saraf dapat bekerja sama untuk menciptakan simulasi terapeutik yang menarik. Memanfaatkan prinsip-prinsip neuroplastisitas dan alur (flow), AlphaRise merespons secara dinamis aktivitas otak pemain, mendorong partisipasi aktif daripada kepatuhan pasif.
Proyek ini mengilustrasikan bagaimana disiplin kreatif seperti desain game dapat berkontribusi secara signifikan terhadap inovasi perawatan kesehatan dengan membuat konsep ilmu saraf yang kompleks menjadi interaktif dan mudah diakses.
Menggunakan EEG untuk Menciptakan Pengalaman Adaptif
AlphaRise menggunakan Emotiv Epoc X untuk mengukur aktivitas EEG selama gameplay, memungkinkan sistem untuk mengklasifikasikan berbagai kondisi kognitif terkait kelelahan secara real time.
Saat peserta berinteraksi dengan game, umpan balik saraf membantu menyesuaikan pengalaman berdasarkan perubahan aktivitas otak. Hubungan loop tertutup ini memungkinkan para peneliti untuk menyelidiki bagaimana umpan balik yang didorong oleh EEG dapat mendukung keterlibatan kognitif sambil menciptakan pengalaman yang informatif secara ilmiah dan menarik bagi peserta.
Dipresentasikan di Cedars-Sinai Virtual Medicine Conference (vMed 2026), AlphaRise mendemonstrasikan bagaimana EEG nirkabel tingkat penelitian dapat memungkinkan aplikasi inovatif yang melampaui lingkungan laboratorium tradisional.
Memberdayakan Generasi Peneliti Berikutnya
Proyek seperti AlphaRise menyoroti tren penting lainnya dalam neuroteknologi: alat penelitian yang mudah diakses memungkinkan mahasiswa dan peneliti baru untuk mengejar ide-ide interdisipliner yang ambisius.
Dengan menggabungkan pengalaman langsung, desain kreatif, dan teknologi EEG, karya Shoaei menunjukkan bagaimana mahasiswa saat ini membantu membentuk pertanyaan penelitian masa depan. Seiring dengan semakin mudahnya neuroteknologi nirkabel diakses, para peneliti dari berbagai latar belakang menemukan cara-cara baru untuk menyelidiki kesehatan kognitif, interaksi manusia-komputer, dan aplikasi terapeutik.
Melihat ke Depan
Meskipun studi klinis yang lebih besar akan penting untuk mengevaluasi efektivitas jangka panjang, AlphaRise mewakili contoh yang membesarkan hati tentang bagaimana ilmu saraf, desain game, dan pengalaman pribadi dapat bersatu untuk menginspirasi arah penelitian baru.
Kami mengucapkan selamat kepada Ned Shoaei atas karya inovatif ini dan berharap dapat terus mengikuti perkembangan AlphaRise seiring berlanjutnya penelitian. Pelajari lebih lanjut tentang AlphaRise.
Catatan Editor
Artikel ini menyoroti AlphaRise, sebuah proyek penelitian akademis yang terinspirasi oleh pelaporan dari Healio Neurology. Meskipun proyek ini menunjukkan potensi yang menjanjikan, penelitian klinis tambahan masih diperlukan untuk mengevaluasi hasil jangka panjang.
AlphaRise adalah game neurofeedback berbasis EEG yang dibuat oleh desainer game mahasiswa Ned Shoaei sebagai bagian dari tesis MFA-nya.
Menjalani hidup dengan multiple sclerosis (MS) sendiri, Shoaei mengeksplorasi bagaimana desain naratif, sistem game, dan neurofeedback dapat menciptakan pengalaman terapeutik.
Dibangun menggunakan Emotiv Epoc X, AlphaRise menyelidiki bagaimana EEG real-time dapat menyesuaikan gameplay berdasarkan aktivitas otak yang terkait dengan kelelahan.
Proyek ini mendemonstrasikan bagaimana teknologi EEG tingkat penelitian yang mudah diakses dapat mendukung inovasi interdisipliner dalam perawatan kesehatan dan desain game.
Meskipun penelitian klinis tambahan masih diperlukan, AlphaRise menyoroti peran neuroteknologi yang semakin berkembang dalam mengeksplorasi pendekatan baru untuk kesehatan kognitif.

Ide Besar Sering Kali Dimulai dari Pengalaman Pribadi
Inovasi dalam neuroteknologi sering kali dimulai dengan pertanyaan sederhana: Bagaimana kita dapat meningkatkan kehidupan orang-orang?
Bagi desainer game mahasiswa Ned Shoaei, pertanyaan itu sangat pribadi. Hidup dengan multiple sclerosis (MS) sendiri, Shoaei mengeksplorasi bagaimana desain game, ilmu saraf, dan teknologi antarmuka otak-komputer dapat bersatu untuk menciptakan pengalaman terapeutik baru. Hasilnya adalah AlphaRise, sebuah game umpan balik saraf (neurofeedback) bertenaga EEG yang dikembangkan sebagai bagian dari tesis Master of Fine Arts-nya.
Dibangun menggunakan headset EEG nirkabel Emotiv Epoc X, AlphaRise mengeksplorasi bagaimana aktivitas otak secara real-time dapat dimasukkan ke dalam pengalaman gameplay adaptif yang dirancang untuk membantu penderita MS mengelola kelelahan dengan lebih baik.
Pertemuan Antara Desain Game dan Ilmu Saraf
Latar belakang Shoaei dalam desain game membentuk arah proyek ini.
Alih-alih mendekati kelelahan semata-mata sebagai tantangan klinis, tesisnya mengeksplorasi bagaimana desain naratif, sistem game, dan loop tertutup umpan balik saraf dapat bekerja sama untuk menciptakan simulasi terapeutik yang menarik. Memanfaatkan prinsip-prinsip neuroplastisitas dan alur (flow), AlphaRise merespons secara dinamis aktivitas otak pemain, mendorong partisipasi aktif daripada kepatuhan pasif.
Proyek ini mengilustrasikan bagaimana disiplin kreatif seperti desain game dapat berkontribusi secara signifikan terhadap inovasi perawatan kesehatan dengan membuat konsep ilmu saraf yang kompleks menjadi interaktif dan mudah diakses.
Menggunakan EEG untuk Menciptakan Pengalaman Adaptif
AlphaRise menggunakan Emotiv Epoc X untuk mengukur aktivitas EEG selama gameplay, memungkinkan sistem untuk mengklasifikasikan berbagai kondisi kognitif terkait kelelahan secara real time.
Saat peserta berinteraksi dengan game, umpan balik saraf membantu menyesuaikan pengalaman berdasarkan perubahan aktivitas otak. Hubungan loop tertutup ini memungkinkan para peneliti untuk menyelidiki bagaimana umpan balik yang didorong oleh EEG dapat mendukung keterlibatan kognitif sambil menciptakan pengalaman yang informatif secara ilmiah dan menarik bagi peserta.
Dipresentasikan di Cedars-Sinai Virtual Medicine Conference (vMed 2026), AlphaRise mendemonstrasikan bagaimana EEG nirkabel tingkat penelitian dapat memungkinkan aplikasi inovatif yang melampaui lingkungan laboratorium tradisional.
Memberdayakan Generasi Peneliti Berikutnya
Proyek seperti AlphaRise menyoroti tren penting lainnya dalam neuroteknologi: alat penelitian yang mudah diakses memungkinkan mahasiswa dan peneliti baru untuk mengejar ide-ide interdisipliner yang ambisius.
Dengan menggabungkan pengalaman langsung, desain kreatif, dan teknologi EEG, karya Shoaei menunjukkan bagaimana mahasiswa saat ini membantu membentuk pertanyaan penelitian masa depan. Seiring dengan semakin mudahnya neuroteknologi nirkabel diakses, para peneliti dari berbagai latar belakang menemukan cara-cara baru untuk menyelidiki kesehatan kognitif, interaksi manusia-komputer, dan aplikasi terapeutik.
Melihat ke Depan
Meskipun studi klinis yang lebih besar akan penting untuk mengevaluasi efektivitas jangka panjang, AlphaRise mewakili contoh yang membesarkan hati tentang bagaimana ilmu saraf, desain game, dan pengalaman pribadi dapat bersatu untuk menginspirasi arah penelitian baru.
Kami mengucapkan selamat kepada Ned Shoaei atas karya inovatif ini dan berharap dapat terus mengikuti perkembangan AlphaRise seiring berlanjutnya penelitian. Pelajari lebih lanjut tentang AlphaRise.
Catatan Editor
Artikel ini menyoroti AlphaRise, sebuah proyek penelitian akademis yang terinspirasi oleh pelaporan dari Healio Neurology. Meskipun proyek ini menunjukkan potensi yang menjanjikan, penelitian klinis tambahan masih diperlukan untuk mengevaluasi hasil jangka panjang.
AlphaRise adalah game neurofeedback berbasis EEG yang dibuat oleh desainer game mahasiswa Ned Shoaei sebagai bagian dari tesis MFA-nya.
Menjalani hidup dengan multiple sclerosis (MS) sendiri, Shoaei mengeksplorasi bagaimana desain naratif, sistem game, dan neurofeedback dapat menciptakan pengalaman terapeutik.
Dibangun menggunakan Emotiv Epoc X, AlphaRise menyelidiki bagaimana EEG real-time dapat menyesuaikan gameplay berdasarkan aktivitas otak yang terkait dengan kelelahan.
Proyek ini mendemonstrasikan bagaimana teknologi EEG tingkat penelitian yang mudah diakses dapat mendukung inovasi interdisipliner dalam perawatan kesehatan dan desain game.
Meskipun penelitian klinis tambahan masih diperlukan, AlphaRise menyoroti peran neuroteknologi yang semakin berkembang dalam mengeksplorasi pendekatan baru untuk kesehatan kognitif.

Ide Besar Sering Kali Dimulai dari Pengalaman Pribadi
Inovasi dalam neuroteknologi sering kali dimulai dengan pertanyaan sederhana: Bagaimana kita dapat meningkatkan kehidupan orang-orang?
Bagi desainer game mahasiswa Ned Shoaei, pertanyaan itu sangat pribadi. Hidup dengan multiple sclerosis (MS) sendiri, Shoaei mengeksplorasi bagaimana desain game, ilmu saraf, dan teknologi antarmuka otak-komputer dapat bersatu untuk menciptakan pengalaman terapeutik baru. Hasilnya adalah AlphaRise, sebuah game umpan balik saraf (neurofeedback) bertenaga EEG yang dikembangkan sebagai bagian dari tesis Master of Fine Arts-nya.
Dibangun menggunakan headset EEG nirkabel Emotiv Epoc X, AlphaRise mengeksplorasi bagaimana aktivitas otak secara real-time dapat dimasukkan ke dalam pengalaman gameplay adaptif yang dirancang untuk membantu penderita MS mengelola kelelahan dengan lebih baik.
Pertemuan Antara Desain Game dan Ilmu Saraf
Latar belakang Shoaei dalam desain game membentuk arah proyek ini.
Alih-alih mendekati kelelahan semata-mata sebagai tantangan klinis, tesisnya mengeksplorasi bagaimana desain naratif, sistem game, dan loop tertutup umpan balik saraf dapat bekerja sama untuk menciptakan simulasi terapeutik yang menarik. Memanfaatkan prinsip-prinsip neuroplastisitas dan alur (flow), AlphaRise merespons secara dinamis aktivitas otak pemain, mendorong partisipasi aktif daripada kepatuhan pasif.
Proyek ini mengilustrasikan bagaimana disiplin kreatif seperti desain game dapat berkontribusi secara signifikan terhadap inovasi perawatan kesehatan dengan membuat konsep ilmu saraf yang kompleks menjadi interaktif dan mudah diakses.
Menggunakan EEG untuk Menciptakan Pengalaman Adaptif
AlphaRise menggunakan Emotiv Epoc X untuk mengukur aktivitas EEG selama gameplay, memungkinkan sistem untuk mengklasifikasikan berbagai kondisi kognitif terkait kelelahan secara real time.
Saat peserta berinteraksi dengan game, umpan balik saraf membantu menyesuaikan pengalaman berdasarkan perubahan aktivitas otak. Hubungan loop tertutup ini memungkinkan para peneliti untuk menyelidiki bagaimana umpan balik yang didorong oleh EEG dapat mendukung keterlibatan kognitif sambil menciptakan pengalaman yang informatif secara ilmiah dan menarik bagi peserta.
Dipresentasikan di Cedars-Sinai Virtual Medicine Conference (vMed 2026), AlphaRise mendemonstrasikan bagaimana EEG nirkabel tingkat penelitian dapat memungkinkan aplikasi inovatif yang melampaui lingkungan laboratorium tradisional.
Memberdayakan Generasi Peneliti Berikutnya
Proyek seperti AlphaRise menyoroti tren penting lainnya dalam neuroteknologi: alat penelitian yang mudah diakses memungkinkan mahasiswa dan peneliti baru untuk mengejar ide-ide interdisipliner yang ambisius.
Dengan menggabungkan pengalaman langsung, desain kreatif, dan teknologi EEG, karya Shoaei menunjukkan bagaimana mahasiswa saat ini membantu membentuk pertanyaan penelitian masa depan. Seiring dengan semakin mudahnya neuroteknologi nirkabel diakses, para peneliti dari berbagai latar belakang menemukan cara-cara baru untuk menyelidiki kesehatan kognitif, interaksi manusia-komputer, dan aplikasi terapeutik.
Melihat ke Depan
Meskipun studi klinis yang lebih besar akan penting untuk mengevaluasi efektivitas jangka panjang, AlphaRise mewakili contoh yang membesarkan hati tentang bagaimana ilmu saraf, desain game, dan pengalaman pribadi dapat bersatu untuk menginspirasi arah penelitian baru.
Kami mengucapkan selamat kepada Ned Shoaei atas karya inovatif ini dan berharap dapat terus mengikuti perkembangan AlphaRise seiring berlanjutnya penelitian. Pelajari lebih lanjut tentang AlphaRise.

Lanjutkan membaca