Kenaikan harga untuk Epoc X dan Flex pada 1 Mei. Stok sekarang dan hemat!
Kenaikan harga untuk Epoc X dan Flex pada 1 Mei. Stok sekarang dan hemat!
Kenaikan harga untuk Epoc X dan Flex pada 1 Mei. Stok sekarang dan hemat!

Bagaimana Latihan Kognitif Seperti Pernapasan Kotak Mendukung Fokus dan Neuroplastisitas
H.B. Duran
Diperbarui pada
27 Apr 2026

Bagaimana Latihan Kognitif Seperti Pernapasan Kotak Mendukung Fokus dan Neuroplastisitas
H.B. Duran
Diperbarui pada
27 Apr 2026

Bagaimana Latihan Kognitif Seperti Pernapasan Kotak Mendukung Fokus dan Neuroplastisitas
H.B. Duran
Diperbarui pada
27 Apr 2026
Memperkuat Kesehatan Otak Melalui Napas dan Latihan
Seiring meningkatnya minat pada ketahanan kognitif jangka panjang, latihan mental terstruktur semakin mendapat perhatian karena potensinya untuk mendukung fokus, regulasi emosi, dan pemikiran adaptif.
Latihan kognitif—mulai dari pelatihan perhatian hingga teknik pernapasan terkendali—melibatkan sistem saraf yang terkait dengan fungsi eksekutif dan regulasi diri. Penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan berulang dalam praktik ini dapat berkontribusi pada perubahan neuroplastis, memperkuat jalur yang terlibat dalam perhatian dan respons stres (Kleim & Jones, 2008; Tang et al., 2015).
Di antara pendekatan ini, teknik pernapasan seperti pernapasan kotak menawarkan titik awal yang praktis dan mudah diakses.
![]() | ![]() |
Apa Itu Pernapasan Kotak?
Pernapasan kotak, kadang disebut juga sebagai square breathing atau boxed breathing, adalah teknik pernapasan terstruktur yang mengikuti pola sederhana:
Tarik napas selama hitungan empat
Tahan selama empat hitungan
Hembuskan selama empat hitungan
Tahan selama empat hitungan
Siklus berirama ini sering digunakan di lingkungan berkinerja tinggi, termasuk lingkungan militer dan klinis, untuk mendukung keadaan yang tenang dan terfokus.
Ilmu di Balik Pernapasan Terkendali dan Otak
Pernapasan sangat terkait dengan sistem saraf otonom, yang mengatur keadaan fisiologis seperti kewaspadaan dan relaksasi. Pola pernapasan yang disengaja dapat memengaruhi sistem ini, membentuk cara otak dan tubuh merespons stres.
Penelitian menunjukkan bahwa pernapasan yang lambat dan terkendali dapat:
Mendukung aktivitas sistem saraf parasimpatik, yang terkait dengan relaksasi
Memengaruhi wilayah otak yang terlibat dalam perhatian dan regulasi emosi
Mendorong pola osilasi neural yang lebih stabil (Zaccaro et al., 2018; Brown & Gerbarg, 2005)
Semakin banyak bukti juga menyoroti hubungan antara pengendalian napas dan kinerja kognitif. Misalnya, studi menunjukkan bahwa pernapasan berirama dapat meningkatkan kontrol perhatian dan mengurangi variasi dalam kinerja tugas (Ma et al., 2017).
Temuan ini sejalan dengan penelitian yang lebih luas tentang mindfulness dan neuroplastisitas, di mana keterlibatan berulang dalam praktik yang berfokus pada perhatian dikaitkan dengan perubahan yang terukur dalam struktur dan fungsi otak (Hölzel et al., 2011; Tang et al., 2015).
Pernapasan sebagai Alat Pelatihan Kognitif
Meskipun pernapasan sering dipandang sebagai teknik relaksasi, pernapasan juga berfungsi sebagai bentuk pelatihan kognitif.
Pernapasan kotak memerlukan:
Perhatian yang berkelanjutan pada waktu
Kesadaran akan keadaan internal
Regulasi impuls (misalnya, menahan dorongan untuk mempersingkat siklus napas)
Kombinasi ini melibatkan jaringan kontrol eksekutif di otak. Seiring waktu, latihan yang konsisten dapat memperkuat jaringan ini, mendukung peningkatan fokus dan fleksibilitas kognitif.
Penting untuk dicatat, penelitian menunjukkan bahwa efek ini bergantung pada latihan yang teratur, bukan pada sesi yang terisolasi. Seperti bentuk pelatihan lainnya, konsistensi membentuk hasil.
Dari Pengalaman Subjektif ke Insight yang Terukur
Salah satu tantangan dalam pelatihan kognitif adalah memahami apa yang terjadi di balik permukaan. Individu mungkin merasa lebih tenang atau lebih fokus, tetapi pengalaman ini sulit untuk dikuantifikasi.
Kemajuan dalam elektroensefalografi (EEG) menawarkan cara baru untuk mengeksplorasi hubungan ini.
Brainwear by Emotiv menyediakan alat untuk mengukur sinyal otak dan memberikan data kontekstual terkait keadaan kognitif seperti fokus, keterlibatan, dan relaksasi. Ini menciptakan peluang untuk mengamati bagaimana praktik seperti pernapasan kotak berkaitan dengan perubahan aktivitas otak dari waktu ke waktu.
Misalnya, pengguna dapat mengeksplorasi:
Seberapa cepat aktivitas otak mereka berubah selama sesi pernapasan
Perbedaan tingkat fokus sebelum dan sesudah latihan
Pola yang muncul dengan latihan yang konsisten
Pendekatan berbasis data ini mendukung praktik yang lebih disengaja, sejalan dengan misi Emotiv untuk memperluas akses ke data otak bagi penelitian dan eksplorasi mandiri.
Mengintegrasikan Pernapasan Kotak ke dalam Rutinitas Kesehatan Otak
Bagi mereka yang ingin memasukkan pernapasan kotak ke dalam kehidupan sehari-hari, pendekatan terstruktur dapat membantu:
1. Mulailah dengan Sesi Singkat
Mulailah dengan 2–5 menit dan secara bertahap tingkatkan durasinya seiring pola menjadi lebih nyaman.
2. Padukan dengan Aktivitas yang Terfokus
Gunakan pernapasan kotak sebelum tugas yang memerlukan perhatian berkelanjutan, seperti pekerjaan mendalam atau sesi belajar.
3. Berlatih Secara Konsisten
Pengulangan harian memperkuat jalur saraf yang terkait dengan perhatian dan regulasi.
4. Refleksikan dengan Data Otak
Dengan menggunakan alat seperti Brainwear by Emotiv, individu dapat mengeksplorasi bagaimana latihan mereka selaras dengan perubahan aktivitas otak dari waktu ke waktu.
Jalan ke Depan yang Berbasis Data
Latihan kognitif seperti pernapasan kotak menyoroti pergeseran yang lebih luas menuju praktik kesehatan otak yang disengaja. Alih-alih hanya mengandalkan kebiasaan pasif, individu semakin banyak terlibat dengan teknik terstruktur yang mendukung fokus dan kemampuan beradaptasi.
Neuroplastisitas menyediakan dasar ilmiah bagi pendekatan ini. Ini menunjukkan bahwa otak tetap responsif terhadap pola perilaku yang berulang, termasuk cara kita bernapas, fokus, dan mengatur perhatian.
Meskipun penelitian terus berkembang, pertemuan antara ilmu pernapasan, pelatihan kognitif, dan teknologi EEG menawarkan arah yang menjanjikan bagi mereka yang mencari pemahaman yang lebih terinformasi tentang kinerja mental mereka.
Latihan Pernapasan di dalam Brainwear by Emotiv App | |
|---|---|
![]() | ![]() |
Jelajahi Data Otak Anda
Temukan bagaimana Brainwear by Emotiv dapat mendukung pelatihan kognitif dan praktik pernapasan Anda dengan Insight waktu nyata.
Referensi
Brown, R. P., & Gerbarg, P. L. (2005). Sudarshan Kriya yogic breathing in the treatment of stress, anxiety, and depression: Part I—Neurophysiologic model. Journal of Alternative and Complementary Medicine, 11(1), 189–201.
Hölzel, B. K., Carmody, J., Vangel, M., Congleton, C., Yerramsetti, S. M., Gard, T., & Lazar, S. W. (2011). Mindfulness practice leads to increases in regional brain gray matter density. Psychiatry Research: Neuroimaging, 191(1), 36–43.
Kleim, J. A., & Jones, T. A. (2008). Principles of experience-dependent neural plasticity. Journal of Speech, Language, and Hearing Research, 51(1), S225–S239.
Ma, X., Yue, Z. Q., Gong, Z. Q., Zhang, H., Duan, N. Y., Shi, Y. T., Wei, G. X., & Li, Y. F. (2017). The effect of diaphragmatic breathing on attention, negative affect, and stress in healthy adults. Frontiers in Psychology, 8, 874.
Tang, Y. Y., Hölzel, B. K., & Posner, M. I. (2015). The neuroscience of mindfulness meditation. Nature Reviews Neuroscience, 16(4), 213–225.
Zaccaro, A., Piarulli, A., Laurino, M., Garbella, E., Menicucci, D., Neri, B., & Gemignani, A. (2018). How breath-control can change your life: A systematic review on psychophysiological correlates of slow breathing. Frontiers in Human Neuroscience, 12, 353.
Memperkuat Kesehatan Otak Melalui Napas dan Latihan
Seiring meningkatnya minat pada ketahanan kognitif jangka panjang, latihan mental terstruktur semakin mendapat perhatian karena potensinya untuk mendukung fokus, regulasi emosi, dan pemikiran adaptif.
Latihan kognitif—mulai dari pelatihan perhatian hingga teknik pernapasan terkendali—melibatkan sistem saraf yang terkait dengan fungsi eksekutif dan regulasi diri. Penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan berulang dalam praktik ini dapat berkontribusi pada perubahan neuroplastis, memperkuat jalur yang terlibat dalam perhatian dan respons stres (Kleim & Jones, 2008; Tang et al., 2015).
Di antara pendekatan ini, teknik pernapasan seperti pernapasan kotak menawarkan titik awal yang praktis dan mudah diakses.
![]() | ![]() |
Apa Itu Pernapasan Kotak?
Pernapasan kotak, kadang disebut juga sebagai square breathing atau boxed breathing, adalah teknik pernapasan terstruktur yang mengikuti pola sederhana:
Tarik napas selama hitungan empat
Tahan selama empat hitungan
Hembuskan selama empat hitungan
Tahan selama empat hitungan
Siklus berirama ini sering digunakan di lingkungan berkinerja tinggi, termasuk lingkungan militer dan klinis, untuk mendukung keadaan yang tenang dan terfokus.
Ilmu di Balik Pernapasan Terkendali dan Otak
Pernapasan sangat terkait dengan sistem saraf otonom, yang mengatur keadaan fisiologis seperti kewaspadaan dan relaksasi. Pola pernapasan yang disengaja dapat memengaruhi sistem ini, membentuk cara otak dan tubuh merespons stres.
Penelitian menunjukkan bahwa pernapasan yang lambat dan terkendali dapat:
Mendukung aktivitas sistem saraf parasimpatik, yang terkait dengan relaksasi
Memengaruhi wilayah otak yang terlibat dalam perhatian dan regulasi emosi
Mendorong pola osilasi neural yang lebih stabil (Zaccaro et al., 2018; Brown & Gerbarg, 2005)
Semakin banyak bukti juga menyoroti hubungan antara pengendalian napas dan kinerja kognitif. Misalnya, studi menunjukkan bahwa pernapasan berirama dapat meningkatkan kontrol perhatian dan mengurangi variasi dalam kinerja tugas (Ma et al., 2017).
Temuan ini sejalan dengan penelitian yang lebih luas tentang mindfulness dan neuroplastisitas, di mana keterlibatan berulang dalam praktik yang berfokus pada perhatian dikaitkan dengan perubahan yang terukur dalam struktur dan fungsi otak (Hölzel et al., 2011; Tang et al., 2015).
Pernapasan sebagai Alat Pelatihan Kognitif
Meskipun pernapasan sering dipandang sebagai teknik relaksasi, pernapasan juga berfungsi sebagai bentuk pelatihan kognitif.
Pernapasan kotak memerlukan:
Perhatian yang berkelanjutan pada waktu
Kesadaran akan keadaan internal
Regulasi impuls (misalnya, menahan dorongan untuk mempersingkat siklus napas)
Kombinasi ini melibatkan jaringan kontrol eksekutif di otak. Seiring waktu, latihan yang konsisten dapat memperkuat jaringan ini, mendukung peningkatan fokus dan fleksibilitas kognitif.
Penting untuk dicatat, penelitian menunjukkan bahwa efek ini bergantung pada latihan yang teratur, bukan pada sesi yang terisolasi. Seperti bentuk pelatihan lainnya, konsistensi membentuk hasil.
Dari Pengalaman Subjektif ke Insight yang Terukur
Salah satu tantangan dalam pelatihan kognitif adalah memahami apa yang terjadi di balik permukaan. Individu mungkin merasa lebih tenang atau lebih fokus, tetapi pengalaman ini sulit untuk dikuantifikasi.
Kemajuan dalam elektroensefalografi (EEG) menawarkan cara baru untuk mengeksplorasi hubungan ini.
Brainwear by Emotiv menyediakan alat untuk mengukur sinyal otak dan memberikan data kontekstual terkait keadaan kognitif seperti fokus, keterlibatan, dan relaksasi. Ini menciptakan peluang untuk mengamati bagaimana praktik seperti pernapasan kotak berkaitan dengan perubahan aktivitas otak dari waktu ke waktu.
Misalnya, pengguna dapat mengeksplorasi:
Seberapa cepat aktivitas otak mereka berubah selama sesi pernapasan
Perbedaan tingkat fokus sebelum dan sesudah latihan
Pola yang muncul dengan latihan yang konsisten
Pendekatan berbasis data ini mendukung praktik yang lebih disengaja, sejalan dengan misi Emotiv untuk memperluas akses ke data otak bagi penelitian dan eksplorasi mandiri.
Mengintegrasikan Pernapasan Kotak ke dalam Rutinitas Kesehatan Otak
Bagi mereka yang ingin memasukkan pernapasan kotak ke dalam kehidupan sehari-hari, pendekatan terstruktur dapat membantu:
1. Mulailah dengan Sesi Singkat
Mulailah dengan 2–5 menit dan secara bertahap tingkatkan durasinya seiring pola menjadi lebih nyaman.
2. Padukan dengan Aktivitas yang Terfokus
Gunakan pernapasan kotak sebelum tugas yang memerlukan perhatian berkelanjutan, seperti pekerjaan mendalam atau sesi belajar.
3. Berlatih Secara Konsisten
Pengulangan harian memperkuat jalur saraf yang terkait dengan perhatian dan regulasi.
4. Refleksikan dengan Data Otak
Dengan menggunakan alat seperti Brainwear by Emotiv, individu dapat mengeksplorasi bagaimana latihan mereka selaras dengan perubahan aktivitas otak dari waktu ke waktu.
Jalan ke Depan yang Berbasis Data
Latihan kognitif seperti pernapasan kotak menyoroti pergeseran yang lebih luas menuju praktik kesehatan otak yang disengaja. Alih-alih hanya mengandalkan kebiasaan pasif, individu semakin banyak terlibat dengan teknik terstruktur yang mendukung fokus dan kemampuan beradaptasi.
Neuroplastisitas menyediakan dasar ilmiah bagi pendekatan ini. Ini menunjukkan bahwa otak tetap responsif terhadap pola perilaku yang berulang, termasuk cara kita bernapas, fokus, dan mengatur perhatian.
Meskipun penelitian terus berkembang, pertemuan antara ilmu pernapasan, pelatihan kognitif, dan teknologi EEG menawarkan arah yang menjanjikan bagi mereka yang mencari pemahaman yang lebih terinformasi tentang kinerja mental mereka.
Latihan Pernapasan di dalam Brainwear by Emotiv App | |
|---|---|
![]() | ![]() |
Jelajahi Data Otak Anda
Temukan bagaimana Brainwear by Emotiv dapat mendukung pelatihan kognitif dan praktik pernapasan Anda dengan Insight waktu nyata.
Referensi
Brown, R. P., & Gerbarg, P. L. (2005). Sudarshan Kriya yogic breathing in the treatment of stress, anxiety, and depression: Part I—Neurophysiologic model. Journal of Alternative and Complementary Medicine, 11(1), 189–201.
Hölzel, B. K., Carmody, J., Vangel, M., Congleton, C., Yerramsetti, S. M., Gard, T., & Lazar, S. W. (2011). Mindfulness practice leads to increases in regional brain gray matter density. Psychiatry Research: Neuroimaging, 191(1), 36–43.
Kleim, J. A., & Jones, T. A. (2008). Principles of experience-dependent neural plasticity. Journal of Speech, Language, and Hearing Research, 51(1), S225–S239.
Ma, X., Yue, Z. Q., Gong, Z. Q., Zhang, H., Duan, N. Y., Shi, Y. T., Wei, G. X., & Li, Y. F. (2017). The effect of diaphragmatic breathing on attention, negative affect, and stress in healthy adults. Frontiers in Psychology, 8, 874.
Tang, Y. Y., Hölzel, B. K., & Posner, M. I. (2015). The neuroscience of mindfulness meditation. Nature Reviews Neuroscience, 16(4), 213–225.
Zaccaro, A., Piarulli, A., Laurino, M., Garbella, E., Menicucci, D., Neri, B., & Gemignani, A. (2018). How breath-control can change your life: A systematic review on psychophysiological correlates of slow breathing. Frontiers in Human Neuroscience, 12, 353.
Memperkuat Kesehatan Otak Melalui Napas dan Latihan
Seiring meningkatnya minat pada ketahanan kognitif jangka panjang, latihan mental terstruktur semakin mendapat perhatian karena potensinya untuk mendukung fokus, regulasi emosi, dan pemikiran adaptif.
Latihan kognitif—mulai dari pelatihan perhatian hingga teknik pernapasan terkendali—melibatkan sistem saraf yang terkait dengan fungsi eksekutif dan regulasi diri. Penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan berulang dalam praktik ini dapat berkontribusi pada perubahan neuroplastis, memperkuat jalur yang terlibat dalam perhatian dan respons stres (Kleim & Jones, 2008; Tang et al., 2015).
Di antara pendekatan ini, teknik pernapasan seperti pernapasan kotak menawarkan titik awal yang praktis dan mudah diakses.
![]() | ![]() |
Apa Itu Pernapasan Kotak?
Pernapasan kotak, kadang disebut juga sebagai square breathing atau boxed breathing, adalah teknik pernapasan terstruktur yang mengikuti pola sederhana:
Tarik napas selama hitungan empat
Tahan selama empat hitungan
Hembuskan selama empat hitungan
Tahan selama empat hitungan
Siklus berirama ini sering digunakan di lingkungan berkinerja tinggi, termasuk lingkungan militer dan klinis, untuk mendukung keadaan yang tenang dan terfokus.
Ilmu di Balik Pernapasan Terkendali dan Otak
Pernapasan sangat terkait dengan sistem saraf otonom, yang mengatur keadaan fisiologis seperti kewaspadaan dan relaksasi. Pola pernapasan yang disengaja dapat memengaruhi sistem ini, membentuk cara otak dan tubuh merespons stres.
Penelitian menunjukkan bahwa pernapasan yang lambat dan terkendali dapat:
Mendukung aktivitas sistem saraf parasimpatik, yang terkait dengan relaksasi
Memengaruhi wilayah otak yang terlibat dalam perhatian dan regulasi emosi
Mendorong pola osilasi neural yang lebih stabil (Zaccaro et al., 2018; Brown & Gerbarg, 2005)
Semakin banyak bukti juga menyoroti hubungan antara pengendalian napas dan kinerja kognitif. Misalnya, studi menunjukkan bahwa pernapasan berirama dapat meningkatkan kontrol perhatian dan mengurangi variasi dalam kinerja tugas (Ma et al., 2017).
Temuan ini sejalan dengan penelitian yang lebih luas tentang mindfulness dan neuroplastisitas, di mana keterlibatan berulang dalam praktik yang berfokus pada perhatian dikaitkan dengan perubahan yang terukur dalam struktur dan fungsi otak (Hölzel et al., 2011; Tang et al., 2015).
Pernapasan sebagai Alat Pelatihan Kognitif
Meskipun pernapasan sering dipandang sebagai teknik relaksasi, pernapasan juga berfungsi sebagai bentuk pelatihan kognitif.
Pernapasan kotak memerlukan:
Perhatian yang berkelanjutan pada waktu
Kesadaran akan keadaan internal
Regulasi impuls (misalnya, menahan dorongan untuk mempersingkat siklus napas)
Kombinasi ini melibatkan jaringan kontrol eksekutif di otak. Seiring waktu, latihan yang konsisten dapat memperkuat jaringan ini, mendukung peningkatan fokus dan fleksibilitas kognitif.
Penting untuk dicatat, penelitian menunjukkan bahwa efek ini bergantung pada latihan yang teratur, bukan pada sesi yang terisolasi. Seperti bentuk pelatihan lainnya, konsistensi membentuk hasil.
Dari Pengalaman Subjektif ke Insight yang Terukur
Salah satu tantangan dalam pelatihan kognitif adalah memahami apa yang terjadi di balik permukaan. Individu mungkin merasa lebih tenang atau lebih fokus, tetapi pengalaman ini sulit untuk dikuantifikasi.
Kemajuan dalam elektroensefalografi (EEG) menawarkan cara baru untuk mengeksplorasi hubungan ini.
Brainwear by Emotiv menyediakan alat untuk mengukur sinyal otak dan memberikan data kontekstual terkait keadaan kognitif seperti fokus, keterlibatan, dan relaksasi. Ini menciptakan peluang untuk mengamati bagaimana praktik seperti pernapasan kotak berkaitan dengan perubahan aktivitas otak dari waktu ke waktu.
Misalnya, pengguna dapat mengeksplorasi:
Seberapa cepat aktivitas otak mereka berubah selama sesi pernapasan
Perbedaan tingkat fokus sebelum dan sesudah latihan
Pola yang muncul dengan latihan yang konsisten
Pendekatan berbasis data ini mendukung praktik yang lebih disengaja, sejalan dengan misi Emotiv untuk memperluas akses ke data otak bagi penelitian dan eksplorasi mandiri.
Mengintegrasikan Pernapasan Kotak ke dalam Rutinitas Kesehatan Otak
Bagi mereka yang ingin memasukkan pernapasan kotak ke dalam kehidupan sehari-hari, pendekatan terstruktur dapat membantu:
1. Mulailah dengan Sesi Singkat
Mulailah dengan 2–5 menit dan secara bertahap tingkatkan durasinya seiring pola menjadi lebih nyaman.
2. Padukan dengan Aktivitas yang Terfokus
Gunakan pernapasan kotak sebelum tugas yang memerlukan perhatian berkelanjutan, seperti pekerjaan mendalam atau sesi belajar.
3. Berlatih Secara Konsisten
Pengulangan harian memperkuat jalur saraf yang terkait dengan perhatian dan regulasi.
4. Refleksikan dengan Data Otak
Dengan menggunakan alat seperti Brainwear by Emotiv, individu dapat mengeksplorasi bagaimana latihan mereka selaras dengan perubahan aktivitas otak dari waktu ke waktu.
Jalan ke Depan yang Berbasis Data
Latihan kognitif seperti pernapasan kotak menyoroti pergeseran yang lebih luas menuju praktik kesehatan otak yang disengaja. Alih-alih hanya mengandalkan kebiasaan pasif, individu semakin banyak terlibat dengan teknik terstruktur yang mendukung fokus dan kemampuan beradaptasi.
Neuroplastisitas menyediakan dasar ilmiah bagi pendekatan ini. Ini menunjukkan bahwa otak tetap responsif terhadap pola perilaku yang berulang, termasuk cara kita bernapas, fokus, dan mengatur perhatian.
Meskipun penelitian terus berkembang, pertemuan antara ilmu pernapasan, pelatihan kognitif, dan teknologi EEG menawarkan arah yang menjanjikan bagi mereka yang mencari pemahaman yang lebih terinformasi tentang kinerja mental mereka.
Latihan Pernapasan di dalam Brainwear by Emotiv App | |
|---|---|
![]() | ![]() |
Jelajahi Data Otak Anda
Temukan bagaimana Brainwear by Emotiv dapat mendukung pelatihan kognitif dan praktik pernapasan Anda dengan Insight waktu nyata.
Referensi
Brown, R. P., & Gerbarg, P. L. (2005). Sudarshan Kriya yogic breathing in the treatment of stress, anxiety, and depression: Part I—Neurophysiologic model. Journal of Alternative and Complementary Medicine, 11(1), 189–201.
Hölzel, B. K., Carmody, J., Vangel, M., Congleton, C., Yerramsetti, S. M., Gard, T., & Lazar, S. W. (2011). Mindfulness practice leads to increases in regional brain gray matter density. Psychiatry Research: Neuroimaging, 191(1), 36–43.
Kleim, J. A., & Jones, T. A. (2008). Principles of experience-dependent neural plasticity. Journal of Speech, Language, and Hearing Research, 51(1), S225–S239.
Ma, X., Yue, Z. Q., Gong, Z. Q., Zhang, H., Duan, N. Y., Shi, Y. T., Wei, G. X., & Li, Y. F. (2017). The effect of diaphragmatic breathing on attention, negative affect, and stress in healthy adults. Frontiers in Psychology, 8, 874.
Tang, Y. Y., Hölzel, B. K., & Posner, M. I. (2015). The neuroscience of mindfulness meditation. Nature Reviews Neuroscience, 16(4), 213–225.
Zaccaro, A., Piarulli, A., Laurino, M., Garbella, E., Menicucci, D., Neri, B., & Gemignani, A. (2018). How breath-control can change your life: A systematic review on psychophysiological correlates of slow breathing. Frontiers in Human Neuroscience, 12, 353.




