Memprediksi emosi siswa yang dihasilkan dari penilaian terhadap umpan baliknya

Nuri Djavit

Diperbarui pada

5 Mei 2011

Memprediksi emosi siswa yang dihasilkan dari penilaian terhadap umpan baliknya

Nuri Djavit

Diperbarui pada

5 Mei 2011

Memprediksi emosi siswa yang dihasilkan dari penilaian terhadap umpan baliknya

Nuri Djavit

Diperbarui pada

5 Mei 2011

Ditemukan oleh Paul Salvador. Institut Penelitian Ilmiah dan Industri, Universitas Osaka, Jepang

Abstrak

Banyak peneliti telah menunjukkan efektivitas ITS afektif untuk mendukung pembelajaran siswa. Dukungan yang diberikan kepada siswa biasanya disajikan melalui agen pedagogis yang mampu mengekspresikan emosi melalui ekspresi wajah, gerakan tubuh, dan ucapan yang disintesis. Konten dialog sangat penting karena berisi informasi yang akan membantu siswa mempelajari informasi baru, lebih memahami konsep, atau memperbaiki kesalahpahaman. Meskipun intervensi ini didasarkan pada teori yang ada, masih ada kasus di mana umpan balik mungkin tidak cocok untuk siswa karena mereka sangat beragam dan dapat berada dalam konteks yang sangat berbeda. Salah satu aspek yang sangat penting untuk dipertimbangkan adalah bagaimana siswa menilai umpan balik yang diberikan oleh suatu ITS. Dengan mengetahui penilaian siswa terhadap umpan balik, umpan balik yang efektif dan harus dipertahankan atau diganti dapat diidentifikasi. Penelitian ini menyelidiki emosi siswa yang diwakili oleh nilai frustrasi dan kegembiraan yang dihasilkan dari penilaian umpan balik sebagaimana yang dikenali oleh perangkat berbasis EEG. Nilai frustrasi dan kegembiraan yang dihasilkan dari penilaian umpan balik dikorelasikan dengan umpan balik dari POOLEIII ITS untuk membuat model prediktif dari hubungan tersebut. Penggunaan model ini akan memungkinkan ITS di masa depan untuk mengidentifikasi emosi yang dihasilkan dari penilaian siswa terhadap umpan balik sebelum diberikan, dan memungkinkannya untuk melakukan penyesuaian pada umpan balik tersebut bila diperlukan.

Ditemukan oleh Paul Salvador. Institut Penelitian Ilmiah dan Industri, Universitas Osaka, Jepang

Abstrak

Banyak peneliti telah menunjukkan efektivitas ITS afektif untuk mendukung pembelajaran siswa. Dukungan yang diberikan kepada siswa biasanya disajikan melalui agen pedagogis yang mampu mengekspresikan emosi melalui ekspresi wajah, gerakan tubuh, dan ucapan yang disintesis. Konten dialog sangat penting karena berisi informasi yang akan membantu siswa mempelajari informasi baru, lebih memahami konsep, atau memperbaiki kesalahpahaman. Meskipun intervensi ini didasarkan pada teori yang ada, masih ada kasus di mana umpan balik mungkin tidak cocok untuk siswa karena mereka sangat beragam dan dapat berada dalam konteks yang sangat berbeda. Salah satu aspek yang sangat penting untuk dipertimbangkan adalah bagaimana siswa menilai umpan balik yang diberikan oleh suatu ITS. Dengan mengetahui penilaian siswa terhadap umpan balik, umpan balik yang efektif dan harus dipertahankan atau diganti dapat diidentifikasi. Penelitian ini menyelidiki emosi siswa yang diwakili oleh nilai frustrasi dan kegembiraan yang dihasilkan dari penilaian umpan balik sebagaimana yang dikenali oleh perangkat berbasis EEG. Nilai frustrasi dan kegembiraan yang dihasilkan dari penilaian umpan balik dikorelasikan dengan umpan balik dari POOLEIII ITS untuk membuat model prediktif dari hubungan tersebut. Penggunaan model ini akan memungkinkan ITS di masa depan untuk mengidentifikasi emosi yang dihasilkan dari penilaian siswa terhadap umpan balik sebelum diberikan, dan memungkinkannya untuk melakukan penyesuaian pada umpan balik tersebut bila diperlukan.

Ditemukan oleh Paul Salvador. Institut Penelitian Ilmiah dan Industri, Universitas Osaka, Jepang

Abstrak

Banyak peneliti telah menunjukkan efektivitas ITS afektif untuk mendukung pembelajaran siswa. Dukungan yang diberikan kepada siswa biasanya disajikan melalui agen pedagogis yang mampu mengekspresikan emosi melalui ekspresi wajah, gerakan tubuh, dan ucapan yang disintesis. Konten dialog sangat penting karena berisi informasi yang akan membantu siswa mempelajari informasi baru, lebih memahami konsep, atau memperbaiki kesalahpahaman. Meskipun intervensi ini didasarkan pada teori yang ada, masih ada kasus di mana umpan balik mungkin tidak cocok untuk siswa karena mereka sangat beragam dan dapat berada dalam konteks yang sangat berbeda. Salah satu aspek yang sangat penting untuk dipertimbangkan adalah bagaimana siswa menilai umpan balik yang diberikan oleh suatu ITS. Dengan mengetahui penilaian siswa terhadap umpan balik, umpan balik yang efektif dan harus dipertahankan atau diganti dapat diidentifikasi. Penelitian ini menyelidiki emosi siswa yang diwakili oleh nilai frustrasi dan kegembiraan yang dihasilkan dari penilaian umpan balik sebagaimana yang dikenali oleh perangkat berbasis EEG. Nilai frustrasi dan kegembiraan yang dihasilkan dari penilaian umpan balik dikorelasikan dengan umpan balik dari POOLEIII ITS untuk membuat model prediktif dari hubungan tersebut. Penggunaan model ini akan memungkinkan ITS di masa depan untuk mengidentifikasi emosi yang dihasilkan dari penilaian siswa terhadap umpan balik sebelum diberikan, dan memungkinkannya untuk melakukan penyesuaian pada umpan balik tersebut bila diperlukan.

Klasifikasi Stres Kognitif Uji-Tunggal Menggunakan Elektroensefalografi Nirkabel Portabel - Emotiv

Lanjutkan membaca

Klasifikasi Stres Kognitif Uji-Tunggal Menggunakan Elektroensefalografi Nirkabel Portabel