Gambar Riset

Kontrol Pikiran Manusia pada Lokomotif Kontinu Cyborg Tikus dengan Antarmuka Otak-ke-Otak Nirkabel

Maverick Nguyen

Diperbarui pada

21 Feb 2019

Gambar Riset

Kontrol Pikiran Manusia pada Lokomotif Kontinu Cyborg Tikus dengan Antarmuka Otak-ke-Otak Nirkabel

Maverick Nguyen

Diperbarui pada

21 Feb 2019

Gambar Riset

Kontrol Pikiran Manusia pada Lokomotif Kontinu Cyborg Tikus dengan Antarmuka Otak-ke-Otak Nirkabel

Maverick Nguyen

Diperbarui pada

21 Feb 2019

Shaomin Zhang, Sheng Yuan, Lipeng Huang, Xiaoxiang Zheng, Zhaohui Wu, Kedi Xu & Gang PanAbstrakBrain-machine interfaces (BMI) menyediakan saluran informasi yang menjanjikan antara otak biologis dan perangkat eksternal serta diterapkan dalam membangun kontrol otak-ke-perangkat. Penelitian sebelumnya telah mengeksplorasi kelayakan pembentukan brain-brain interface (BBI) di berbagai otak melalui kombinasi BMI. Namun, penggunaan BBI untuk mewujudkan kontrol multidrajat yang efisien pada makhluk hidup, seperti tikus, untuk menyelesaikan tugas navigasi di lingkungan yang kompleks masih belum ditunjukkan. Dalam penelitian ini, kami mengembangkan BBI dari otak manusia ke tikus yang ditanamkan mikroelektroda (yaitu, robot tikus cyborg), yang mengintegrasikan pencitraan motorik berbasis elektroensefalogram dan stimulasi otak untuk mewujudkan kendali pikiran manusia atas pergerakan terus-menerus tikus tersebut. Instruksi kendali ditransfer dari hasil pengodean pencitraan motorik berkelanjutan dengan model kendali yang diusulkan dan dikirim secara nirkabel ke robot tikus cyborg melalui stimulasi mikro-listrik otak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa robot tikus cyborg dapat diarahkan dengan lancar dan sukses oleh pikiran manusia untuk menyelesaikan tugas navigasi dalam labirin yang kompleks. Eksperimen kami menunjukkan bahwa kerja sama melalui transmisi informasi multidimensi antara dua otak dengan bantuan komputer BBI sangat menjanjikan.Akses artikel di sini.

Shaomin Zhang, Sheng Yuan, Lipeng Huang, Xiaoxiang Zheng, Zhaohui Wu, Kedi Xu & Gang PanAbstrakBrain-machine interfaces (BMI) menyediakan saluran informasi yang menjanjikan antara otak biologis dan perangkat eksternal serta diterapkan dalam membangun kontrol otak-ke-perangkat. Penelitian sebelumnya telah mengeksplorasi kelayakan pembentukan brain-brain interface (BBI) di berbagai otak melalui kombinasi BMI. Namun, penggunaan BBI untuk mewujudkan kontrol multidrajat yang efisien pada makhluk hidup, seperti tikus, untuk menyelesaikan tugas navigasi di lingkungan yang kompleks masih belum ditunjukkan. Dalam penelitian ini, kami mengembangkan BBI dari otak manusia ke tikus yang ditanamkan mikroelektroda (yaitu, robot tikus cyborg), yang mengintegrasikan pencitraan motorik berbasis elektroensefalogram dan stimulasi otak untuk mewujudkan kendali pikiran manusia atas pergerakan terus-menerus tikus tersebut. Instruksi kendali ditransfer dari hasil pengodean pencitraan motorik berkelanjutan dengan model kendali yang diusulkan dan dikirim secara nirkabel ke robot tikus cyborg melalui stimulasi mikro-listrik otak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa robot tikus cyborg dapat diarahkan dengan lancar dan sukses oleh pikiran manusia untuk menyelesaikan tugas navigasi dalam labirin yang kompleks. Eksperimen kami menunjukkan bahwa kerja sama melalui transmisi informasi multidimensi antara dua otak dengan bantuan komputer BBI sangat menjanjikan.Akses artikel di sini.

Shaomin Zhang, Sheng Yuan, Lipeng Huang, Xiaoxiang Zheng, Zhaohui Wu, Kedi Xu & Gang PanAbstrakBrain-machine interfaces (BMI) menyediakan saluran informasi yang menjanjikan antara otak biologis dan perangkat eksternal serta diterapkan dalam membangun kontrol otak-ke-perangkat. Penelitian sebelumnya telah mengeksplorasi kelayakan pembentukan brain-brain interface (BBI) di berbagai otak melalui kombinasi BMI. Namun, penggunaan BBI untuk mewujudkan kontrol multidrajat yang efisien pada makhluk hidup, seperti tikus, untuk menyelesaikan tugas navigasi di lingkungan yang kompleks masih belum ditunjukkan. Dalam penelitian ini, kami mengembangkan BBI dari otak manusia ke tikus yang ditanamkan mikroelektroda (yaitu, robot tikus cyborg), yang mengintegrasikan pencitraan motorik berbasis elektroensefalogram dan stimulasi otak untuk mewujudkan kendali pikiran manusia atas pergerakan terus-menerus tikus tersebut. Instruksi kendali ditransfer dari hasil pengodean pencitraan motorik berkelanjutan dengan model kendali yang diusulkan dan dikirim secara nirkabel ke robot tikus cyborg melalui stimulasi mikro-listrik otak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa robot tikus cyborg dapat diarahkan dengan lancar dan sukses oleh pikiran manusia untuk menyelesaikan tugas navigasi dalam labirin yang kompleks. Eksperimen kami menunjukkan bahwa kerja sama melalui transmisi informasi multidimensi antara dua otak dengan bantuan komputer BBI sangat menjanjikan.Akses artikel di sini.

Lanjutkan membaca

Memperkenalkan Neuroberry, sebuah platform untuk pensinyalan EEG di mana-mana (pervasive) dalam ranah IoT