Mencari bantuan?
Cari basis pengetahuan kami untuk jawaban
Cari...
Apakah kita memiliki nilai untuk menggambarkan tingkat kantuk atau kewaspadaan?
Kami belum memiliki deteksi kantuk atau kelelahan yang spesifik, namun, EMOTIV memberikan akses ke pita frekuensi, baik frekuensi interaksi maupun lokasi spesifik dari aktivitas tersebut memberikan informasi tentang jenis aktivitas di dalam otak.
Misalnya, aktivitas Theta (4 - 8 Hz) terlihat pada kondisi kantuk, gairah, dan sering kali selama meditasi. Aktivitas Theta yang dominan dikaitkan dengan keadaan santai, meditatif, dan kreatif, serta pemanggilan memori dan keadaan 'flow'. Alpha (8 - 12 Hz) adalah mode 'santai dan waspada' default dari otak. Nilai Alpha yang tinggi sering diamati di saluran belakang (sensor oksipital dan parietal) ketika mata tertutup, menunjukkan bahwa sistem pemrosesan visual saat ini tidak terlibat tetapi siap dan menunggu masukan. Kondisi serupa berlaku pada bagian lain dari otak. Tingkat Alpha yang tinggi muncul di lobus frontal selama relaksasi dan ditekan ketika aktivitas lain berlangsung. Sangat umum dalam analisis EEG untuk membandingkan penekanan Alpha antara berbagai wilayah untuk menentukan area fungsional yang saat ini digunakan. Misalnya, pemrosesan linguistik cenderung menekan aktivitas Alpha di lobus frontal kiri, sementara pemikiran spasial abstrak dapat menekan Alpha di lobus frontal kanan. Meditator terlatih seringkali menghasilkan tingkat aktivitas Alpha yang jauh lebih tinggi selama aktivitas normal, terutama di lobus frontal.
Apakah artikel ini bermanfaat?
Tidak menemukan apa yang Anda butuhkan?
Tim Dukungan Kami hanya seklik saja.
Mencari bantuan?
Cari...
Basis pengetahuan
Apakah kita memiliki nilai untuk menggambarkan tingkat kantuk atau kewaspadaan?
Kami belum memiliki deteksi kantuk atau kelelahan yang spesifik, namun, EMOTIV memberikan akses ke pita frekuensi, baik frekuensi interaksi maupun lokasi spesifik dari aktivitas tersebut memberikan informasi tentang jenis aktivitas di dalam otak.
Misalnya, aktivitas Theta (4 - 8 Hz) terlihat pada kondisi kantuk, gairah, dan sering kali selama meditasi. Aktivitas Theta yang dominan dikaitkan dengan keadaan santai, meditatif, dan kreatif, serta pemanggilan memori dan keadaan 'flow'. Alpha (8 - 12 Hz) adalah mode 'santai dan waspada' default dari otak. Nilai Alpha yang tinggi sering diamati di saluran belakang (sensor oksipital dan parietal) ketika mata tertutup, menunjukkan bahwa sistem pemrosesan visual saat ini tidak terlibat tetapi siap dan menunggu masukan. Kondisi serupa berlaku pada bagian lain dari otak. Tingkat Alpha yang tinggi muncul di lobus frontal selama relaksasi dan ditekan ketika aktivitas lain berlangsung. Sangat umum dalam analisis EEG untuk membandingkan penekanan Alpha antara berbagai wilayah untuk menentukan area fungsional yang saat ini digunakan. Misalnya, pemrosesan linguistik cenderung menekan aktivitas Alpha di lobus frontal kiri, sementara pemikiran spasial abstrak dapat menekan Alpha di lobus frontal kanan. Meditator terlatih seringkali menghasilkan tingkat aktivitas Alpha yang jauh lebih tinggi selama aktivitas normal, terutama di lobus frontal.
Apakah artikel ini bermanfaat?
Tidak menemukan apa yang Anda butuhkan?
Tim Dukungan Kami hanya seklik saja.
Mencari bantuan?
Cari...
Basis pengetahuan
Apakah kita memiliki nilai untuk menggambarkan tingkat kantuk atau kewaspadaan?
Kami belum memiliki deteksi kantuk atau kelelahan yang spesifik, namun, EMOTIV memberikan akses ke pita frekuensi, baik frekuensi interaksi maupun lokasi spesifik dari aktivitas tersebut memberikan informasi tentang jenis aktivitas di dalam otak.
Misalnya, aktivitas Theta (4 - 8 Hz) terlihat pada kondisi kantuk, gairah, dan sering kali selama meditasi. Aktivitas Theta yang dominan dikaitkan dengan keadaan santai, meditatif, dan kreatif, serta pemanggilan memori dan keadaan 'flow'. Alpha (8 - 12 Hz) adalah mode 'santai dan waspada' default dari otak. Nilai Alpha yang tinggi sering diamati di saluran belakang (sensor oksipital dan parietal) ketika mata tertutup, menunjukkan bahwa sistem pemrosesan visual saat ini tidak terlibat tetapi siap dan menunggu masukan. Kondisi serupa berlaku pada bagian lain dari otak. Tingkat Alpha yang tinggi muncul di lobus frontal selama relaksasi dan ditekan ketika aktivitas lain berlangsung. Sangat umum dalam analisis EEG untuk membandingkan penekanan Alpha antara berbagai wilayah untuk menentukan area fungsional yang saat ini digunakan. Misalnya, pemrosesan linguistik cenderung menekan aktivitas Alpha di lobus frontal kiri, sementara pemikiran spasial abstrak dapat menekan Alpha di lobus frontal kanan. Meditator terlatih seringkali menghasilkan tingkat aktivitas Alpha yang jauh lebih tinggi selama aktivitas normal, terutama di lobus frontal.
Apakah artikel ini bermanfaat?
Tidak menemukan apa yang Anda butuhkan?
Tim Dukungan Kami hanya seklik saja.